Danramil 0820-16/Paiton Hadiri Pengajian Akbar Milad ke-20 Syubbanul Muslimin Di Paiton
Probolinggo, Radarpatroli
Suasana religius dan penuh semangat ukhuwah Islamiyah mewarnai pelaksanaan Pengajian Akbar Milad ke-20 Syubbanul Muslimin yang digelar di Lapangan Pondok Pesantren Nurul Qodim, Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Sabtu malam (25/10). Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati lokasi kegiatan yang mengusung tema “Istiqomah Sholawatkan Negeri.”

Hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 0820-16/Paiton Kapten Cke Adi Suwarso, yang mewakili Dandim 0820/Probolinggo, sebagai bentuk dukungan TNI terhadap kegiatan keagamaan yang menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat. Kehadiran Danramil bersama unsur Forkopimka Paiton menjadi wujud nyata keterlibatan aparat kewilayahan dalam menjaga harmoni sosial serta memperkokoh persaudaraan antar warga.
Kegiatan akbar tersebut dihadiri oleh sekitar 3.000 jamaah, terdiri dari santri, alumni pesantren, masyarakat umum, dan pecinta sholawat. Hadir pula sejumlah tokoh ulama terkemuka, di antaranya KH. Abdul Hadi Noer, KH. Hafidzul Hakim Noor, KH. Hasan Fauzi, serta Asisten 3 Provinsi Jawa Timur KH. Ahmad Jazuli. Kehadiran para ulama dan tokoh pemerintahan tersebut semakin menambah kemeriahan dan kekhidmatan suasana malam peringatan Milad ke-20 organisasi pecinta sholawat tersebut.
Dalam sambutannya, KH. Ahmad Jazuli menyampaikan pesan dari Gubernur Jawa Timur, yang mengajak seluruh umat Islam untuk terus memperbanyak majelis sholawat sebagai bentuk rasa syukur atas kedamaian dan ketenteraman yang selama ini terjaga di Jawa Timur. Beliau menekankan bahwa melalui lantunan sholawat, umat Islam tidak hanya memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjaga kedamaian sosial dan mempererat persaudaraan sesama umat.

Sementara itu, KH. Hafidzul Hakim Noor dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa Syubbanul Muslimin bukan hanya sekadar wadah bagi penggemar sholawat, melainkan juga menjadi organisasi yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia menyebutkan sejumlah program nyata yang telah dilakukan, seperti pembangunan masjid dan madrasah, bedah rumah bagi warga kurang mampu, serta pendirian pondok rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba. Melalui langkah-langkah sosial tersebut, Syubbanul Muslimin berupaya mewujudkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Puncak acara diisi dengan tausiah oleh Habib Mahdi Al-Muhdor dari Kota Probolinggo. Dalam ceramahnya yang menyentuh hati, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa istiqomah dalam bersholawat serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW. Menurut Habib Mahdi, bersholawat bukan sekadar ritual, melainkan jalan untuk menenangkan hati, memperbaiki akhlak, dan menumbuhkan kasih sayang antar sesama.
“Barang siapa yang mencintai Rasulullah, maka ia akan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari baik dalam keluarga, lingkungan, maupun dalam masyarakat,” tutur Habib Mahdi dalam tausiah yang disambut takbir dan sholawat dari ribuan jamaah.
Acara yang berlangsung hingga larut malam tersebut berjalan lancar, tertib, dan penuh kedamaian. Kehadiran aparat keamanan dari TNI, Polri, serta Banser dan panitia internal pesantren memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif.
Danramil 0820-16/Paiton Kapten Cke Adi Suwarso menyampaikan rasa bangganya dapat hadir di tengah-tengah jamaah dan para ulama besar dalam momentum keagamaan tersebut. Ia menilai, kegiatan seperti pengajian akbar Syubbanul Muslimin memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan menumbuhkan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi antara TNI, ulama, dan masyarakat, tetapi juga wadah memperkuat ketahanan moral dan spiritual bangsa. TNI akan selalu mendukung kegiatan positif yang menumbuhkan kedamaian dan kebersamaan di wilayah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapten Cke Adi Suwarso berharap agar sinergi antara unsur pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat terus terjalin dengan baik. Menurutnya, melalui kegiatan keagamaan yang damai dan penuh semangat kebersamaan seperti ini, suasana aman dan tenteram di Kabupaten Probolinggo dapat terus terjaga.
“Kami berharap kegiatan Syubbanul Muslimin tidak hanya berhenti di peringatan milad, tetapi terus menjadi gerakan dakwah dan sosial yang berkelanjutan,” tambahnya.
Kegiatan Milad ke-20 Syubbanul Muslimin tahun ini menjadi momentum penting dalam perjalanan spiritual masyarakat Paiton dan sekitarnya. Selain memperkuat rasa cinta kepada Rasulullah SAW, acara ini juga menunjukkan bahwa nilai-nilai religius dapat berjalan seiring dengan semangat kebangsaan.
Dengan tema “Istiqomah Sholawatkan Negeri,” pengajian akbar tersebut bukan hanya menjadi perayaan usia organisasi, tetapi juga penegasan bahwa melalui sholawat, umat Islam dapat menjaga keseimbangan antara iman, akhlak, dan rasa cinta tanah air.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kelancaran pemerintahan, serta kesejahteraan masyarakat. Ribuan jamaah pun pulang dengan hati tenang dan wajah berseri, membawa semangat baru untuk terus menjaga keistiqomahan dalam bersholawat dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di bumi Probolinggo yang damai.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Pendim 0820
