Kota Probolinggo Kembali Jadi Tuan Rumah HCPSN 2025, SAGARA KITA Resmi Diluncurkan Di Pantai Permata Pilang

0
WhatsApp Image 2025-11-27 at 12_19_54
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Kota Probolinggo kembali mendapatkan kepercayaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah rangkaian peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2025. Tahun ini, peluncuran program unggulan bertajuk SAGARA KITA digelar di kawasan Pantai Permata Pilang, Kamis (27/11), dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat.

SAGARA KITA merupakan program pengelolaan keanekaragaman hayati (KEHATI) yang menitikberatkan pada penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta aksi nyata konservasi pesisir. Peluncuran program ini diikuti oleh camat, lurah, kader PKK, kelompok sadar wisata (pokdarwis), hingga pegiat lingkungan se-Kota Probolinggo.

Sebagai bentuk implementasi, sejumlah kegiatan langsung digelar, mulai dari aksi bersih-bersih Pantai Permata dan Terminal Cargo, hingga action learning rehabilitasi kawasan pesisir. Salah satu agenda besar ialah penanaman 275 bibit cemara udang, tanaman yang dikenal mampu memperkuat struktur pasir dan melindungi kawasan pesisir dari abrasi. Masyarakat juga diajak belajar membuat bonsai cemara udang sebagai bentuk kreativitas ramah lingkungan.

Plt Kepala DLH Provinsi Jawa Timur, Nurkholis, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini dan menekankan pentingnya langkah-langkah inovatif dalam penghijauan.

“Sebanyak apa pun pohon yang ditanam tidak akan terlihat apabila lahannya begitu luas. Karena itu kita butuh kegiatan yang bersifat revolusioner dalam penanaman pohon,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa indeks lingkungan hidup merupakan indikator penting dalam kinerja pemerintah provinsi, dan Jawa Timur menargetkan angka 74,17 persen. Untuk mencapainya, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas pelestari lingkungan.

Kegiatan ini juga dihadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Anang Ahmad Syaifuddin, yang menekankan pentingnya keseimbangan ekosistem, bukan sekadar pelestarian lingkungan.

Menurutnya, pelestarian membutuhkan sentuhan gotong royong lintas sektor. “Kita tidak bisa merangkul semuanya sendiri, karena itu partisipasi publik sangat dibutuhkan. Setiap mangrove yang ditanam bisa diberi nama dan dijadikan anak asuh ASN, ini bentuk keberlanjutan yang nyata,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh pihak menjaga harmoni lingkungan agar keseimbangan ekologi tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengulas sejarah terbentuknya Pantai Permata Pilang. Kawasan seluas sekitar 3 hektar ini merupakan hasil sedimentasi pasca-erupsi Gunung Bromo tahun 2019.

“Dari peristiwa itu, kita mendapat manfaat berupa terbentuknya pantai baru yang kini telah kita tanami tujuh jenis mangrove, lengkap dengan ragam flora dan fauna yang tumbuh di sekitarnya,” jelasnya.

Aminuddin mengapresiasi sinergi DLH Provinsi Jatim dan Pemkot Probolinggo yang telah mengembangkan kawasan tersebut menjadi ruang ekologis yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan cakupan ruang terbuka hijau Kota Probolinggo yang saat ini masih kurang 10 persen dari target nasional 30 persen.

“Kami akan terus melakukan reboisasi dan memastikan ekosistem di Pantai Permata tetap terjaga. Tanpa keseimbangan ekosistem, rantai kehidupan bisa terputus,” tegasnya.

Pemerintah Kota Probolinggo juga siap memperkuat kolaborasi bersama pemerintah provinsi, DPRD, forkopimda, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan program-program pelestarian lingkungan.

Aminuddin berharap SAGARA KITA menjadi momentum besar untuk memperkuat komitmen kolektif menjaga lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati. Ia juga berharap peringatan HCPSN 2025 membawa dampak yang lebih luas bagi kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekosistem pesisir.

“Harapan kita semua, kegiatan ini makin bermakna dan mendorong kepedulian bersama. Mari terus berkolaborasi untuk lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme, ditutup dengan aksi penanaman cemara udang dan interaksi edukatif bersama pegiat lingkungan, menunjukkan bahwa masyarakat Kota Probolinggo siap menjaga warisan alam pesisirnya untuk masa depan.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota Probolinggo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!