Bupati Probolinggo Gus Haris Resmi Buka Probolinggo Marching Championship 2025 Meriahkan HUT Ke-80 PGRI Dan HGN

0
IMG-20251130-WA0078-1536x1152
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan PGRI Kabupaten Probolinggo dan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Probolinggo sukses menggelar Probolinggo Marching Championship 2025, Minggu (30/11/2025).

Event bergengsi ini mengambil garis start di Lapangan Maron dan finish di GOR Graha Kedaton Maron, serta dibuka secara resmi oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris atau Gus Haris, yang didampingi Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono melalui pemukulan drum sebagai simbol dimulainya lomba.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Alfiana Firda Afnaini, Camat Maron Nurhafiva, Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Asim, Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan, Ketua Pengkab PDBI Probolinggo Jon Junaedi, serta jajaran Forkopimka Maron.

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan hadirnya Marching Band Radja DC dari Pondok Pesantren Raudlatul Jannah Desa Klaseman, Kecamatan Gending, sebagai undangan kehormatan. Beranggotakan 250 personel, marching band yang telah menorehkan berbagai prestasi ini kembali menunjukkan kelasnya lewat penampilan spektakuler yang memukau seluruh peserta dan tamu undangan.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, menegaskan bahwa Probolinggo Marching Championship 2025 merupakan ruang strategis dalam pengembangan bakat siswa, khususnya pada bidang seni dan olahraga melalui media drum band.

“Kegiatan ini digelar untuk memperingati HGN 2025 dan HUT ke-80 PGRI, sekaligus sebagai program pembinaan minat bakat serta kreativitas peserta didik,” ungkapnya.

Hary menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini diikuti 27 kelompok drum band, terdiri dari:

4 kelompok TK kategori konser dengan durasi sekitar 5 menit, 19 kelompok SD kategori parade Dan 3 kelompok SMP kategori parade

Seluruh peserta memulai perjalanan dari Lapangan Maron menuju GOR Graha Kedaton Maron.

Ia berharap kegiatan ini terus menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda. “Melalui drum band, kita dapat menanamkan nilai disiplin, kerjasama, sportivitas, dan rasa percaya diri. Seni dan olahraga adalah sarana pembentukan karakter,” tegasnya.

Penilaian kompetisi dilakukan oleh dewan juri profesional dari PDBI Provinsi Jawa Timur. Hary juga berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo Gus Haris menekankan pentingnya seni marching band dalam membangun karakter, kedisiplinan, kekompakan, dan harmonisasi di lingkungan sekolah.

“Drumband marching band adalah budaya lama untuk membangun semangat dan kebersamaan. Di sekolah, ini bukan hanya soal musik, tetapi tentang sinergi, kedisiplinan, silaturahmi, dan kebersamaan,” ujarnya.

Gus Haris meminta Disdikdaya menjadikan kompetisi ini agenda rutin tahunan, sekaligus mendorong sekolah-sekolah untuk terus mengembangkan unit marching band-nya.

“Saya minta ini menjadi agenda rutin untuk menjaga semangat anak-anak mencintai olahraga dan seni. Jadikan marching band sebagai budaya sekolah,” tegasnya.

Bupati juga memberikan apresiasi khusus untuk penampilan Marching Band Radja DC.

“Penampilan Raudlatul Jannah luar biasa. Insya Allah kalian akan keliling Indonesia membawa nama pesantren dan Kabupaten Probolinggo. Siapa tahu nanti juara dunia,” ujarnya penuh optimisme.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Gus Haris menegaskan akan menyiapkan reward khusus bagi sekolah yang mampu mencetak prestasi, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga mampu mengharumkan nama Kabupaten Probolinggo di kancah lebih luas.

Kabupaten Probolinggo Marching Championship 2025 menjadi bukti nyata bahwa seni dan olahraga mampu menjadi ruang kreatif bagi peserta didik, sekaligus media memperkuat karakter, disiplin, dan semangat kebersamaan. Pemerintah Kabupaten Probolinggo pun memastikan dukungan penuh agar kegiatan positif ini terus menjadi bagian dari budaya pendidikan daerah.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!