Camat Lumbang Hadiri Pertemuan Lintas Sektor Di UPT Puskesmas Lumbang, Bahas Percepatan Penurunan Stunting Dan Penguatan Layanan Kesehatan
Probolinggo, Radarpatroli
Camat Lumbang, Budi Utomo, S.Sos., MM, menghadiri kegiatan Pertemuan Lintas Sektor yang digelar di UPT Puskesmas Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala UPT Puskesmas Lumbang, Ade Luqman Hakim, S.Kep., Ns., dan diikuti oleh berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga kader posyandu. Selasa (02/12/2025).

Pertemuan ini menjadi wadah untuk mengevaluasi pelaksanaan program kesehatan masyarakat, khususnya terkait pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, penanggulangan masalah gizi, serta persentase balita stunting di wilayah Kecamatan Lumbang.
Dalam laporan UPT Puskesmas Lumbang, disampaikan data pemantauan balita dari 10 desa di wilayah kecamatan. Total sasaran balita sebanyak 2.059 anak, dengan jumlah balita ditimbang mencapai 1.856 anak atau 100% cakupan sesuai target.
Beberapa poin penting dari data tersebut antara lain, Total balita yang diukur PB/TB 1.671 anak (90%), Jumlah balita memiliki KIA 1.856 anak (100%), Jumlah balita naik berat badan 1.007 anak, Jumlah balita tidak naik BB 563 anak, Total balita stunting 87 anak (rata-rata 5,2%).
Desa dengan cakupan terbaik antara lain, Desa Boto 100% balita ditimbang dan diukur, Desa Sapih 99,4% balita diukur PB/TB, Desa Lambangkuning. 99,3% balita diukur PB/TB.
Sementara itu, beberapa desa dengan cakupan terendah perlu mendapatkan perhatian khusus, seperti, Negororejo hanya 59,2% balita yang ditimbang dan diukur, Wonogoro 49,4% balita yang ditimbang dan diukur.
Puskesmas Lumbang menekankan perlunya kerja sama pemerintah desa, kader posyandu, serta peran keluarga dalam memastikan balita mengikuti pemantauan tumbuh kembang secara rutin.
Dalam penyampaiannya, Camat Lumbang Budi Utomo menyampaikan bahwa pertemuan lintas sektor seperti ini sangat penting untuk menyamakan langkah dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kecamatan Lumbang.
“Permasalahan stunting bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah kecamatan, desa, lembaga pendidikan, posyandu, tokoh masyarakat, hingga orang tua harus berkolaborasi. Jika semua bergerak bersama, saya yakin angka stunting di Kecamatan Lumbang dapat diturunkan lebih cepat,” ujar Budi Utomo.
Ia menegaskan bahwa data yang dipaparkan Puskesmas Lumbang menjadi dasar bagi pemerintah kecamatan dalam menentukan langkah strategis ke depan. Menurutnya, beberapa desa dengan capaian rendah akan segera mendapatkan pendampingan khusus agar cakupan penimbangan dan pengukuran balita dapat meningkat.
Camat Lumbang Budi Utomo juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait gizi seimbang, pangan lokal bergizi, serta pola asuh yang tepat.
“Kami meminta seluruh kepala desa untuk lebih aktif menggerakkan kader posyandu. Masyarakat harus diajak memahami bahwa penimbangan balita setiap bulan itu sangat penting. Dari situlah kita bisa mendeteksi masalah kesehatan lebih dini, termasuk risiko stunting,” tambahnya.
Selain itu, ia mendorong Puskesmas dan Posyandu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk penyediaan makanan tambahan (PMT), edukasi ibu hamil, serta pengawasan tumbuh kembang balita.
Mengakhiri penyampaiannya, Camat Lumbang Budi Utomo berharap sinergi lintas sektor di Kecamatan Lumbang semakin kuat dan mampu mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi menjadi komitmen nyata bersama. Mari jadikan Kecamatan Lumbang sebagai wilayah yang sehat, bebas stunting, dan lebih sejahtera Dan Juga Lebih SAE.
Pertemuan lintas sektor ini diharapkan memperkuat koordinasi dan menghasilkan langkah konkret dalam menurunkan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kecamatan Lumbang.
Penulis : Sayful
Editor : Yuris
