Kota Probolinggo Raih Dua Penghargaan Bergengsi Dari Kementerian Kesehatan RI Swasti Sabha Kota Sehat Dan STBM Award

0
IMG_20251203_062710
Bagikan

Jakarta, Radarpatroli 

Kota Probolinggo kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia resmi menganugerahkan dua penghargaan sekaligus, yakni Swasti Sabha Kota Sehat dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award, kepada Kota Probolinggo. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, dari Menteri Kesehatan RI, Budi G. Sadikin, dalam acara yang digelar di Jakarta, Jumat (28/11).

Dua penghargaan ini menjadi bukti nyata keberhasilan Kota Probolinggo dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta mendorong perilaku hidup sehat di tengah masyarakat. Upaya ini sejalan dengan program nasional yang menekankan pentingnya gaya hidup sehat guna meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia.

Dalam sambutannya, Menkes Budi G. Sadikin menekankan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada daerah yang berhasil membangun lingkungan sehat secara komprehensif.

“Gaya hidup sehat merupakan kunci penting dalam meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia. Momentum ini adalah kesempatan bagi seluruh bupati, wali kota, dan masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat, mulai dari aktivitas fisik, pola makan, hingga keseluruhan gaya hidup,” ujar Menkes.

Tahun 2025 diikuti oleh 196 kabupaten/kota dari seluruh Indonesia yang mengikuti tahapan verifikasi mulai dari tingkat provinsi hingga nasional. Penghargaan ini sekaligus menjadi pendorong agar pemerintah daerah semakin memperkuat komitmen terhadap pembangunan sanitasi berkelanjutan serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada aspek kesehatan lingkungan.

Dua penghargaan yang diterima Kota Probolinggo memiliki makna strategis dalam pembangunan daerah,

1. Swasti Sabha Kota Sehat,

Diberikan kepada daerah yang mampu menjaga, membina, dan meningkatkan kualitas lingkungan secara menyeluruh—baik dari aspek kesehatan masyarakat, kelembagaan, hingga pelayanan publik. Kota Probolinggo dinilai berhasil memenuhi sembilan tatanan penilaian Kota Sehat, antara lain,

Tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri (integrasi posyandu, layanan primer, puskesmas). Permukiman dan fasilitas umum. Pendidikan (UKS dan sekolah adiwiyata). Pasar sehat, Pariwisata sehat. Transportasi dan tertib lalu lintas. Perkantoran dan perindustrian (eco office). Perlindungan sosial untuk kelompok rentan (UHC). Sistem penanggulangan bencana dan kesiapsiagaan dini.

2. STBM Award (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).

Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang berhasil menerapkan lima pilar STBM, yaitu.

Stop buang air besar sembarangan, Cuci tangan pakai sabun, Pengelolaan makanan dan minuman yang aman, Pengelolaan sampah rumah tangga, Pengelolaan limbah cair dan SPAL.

Kota Probolinggo dinyatakan telah ODF (Open Defecation Free) sebagai syarat utama mengikuti penilaian. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat telah bebas dari praktik buang air besar sembarangan dan beralih pada sanitasi yang lebih sehat.

Kepala Dinas Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, mengungkapkan bahwa proses penilaian yang ditempuh cukup panjang dan memerlukan kolaborasi lintas sektor. Mulai dari verifikasi lapangan, penyusunan dokumen pendukung, hingga keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung tatanan Kota Sehat.

“Ada sembilan tatanan yang harus dipenuhi dan prosesnya tidak mudah. Berkat kerja sama seluruh pihak serta dukungan penuh dari Bapak Wali Kota, Kota Probolinggo berhasil meraih dua penghargaan ini,” jelasnya.

dr. Intan juga menambahkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran masyarakat, kader kesehatan, perangkat daerah, hingga sektor pendidikan dan swasta.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas penghargaan yang diterima. Namun ia menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi agar upaya menjaga Kota Probolinggo sebagai kota sehat terus ditingkatkan.

“Pesan dari Pak Menkes jelas, prestasi ini harus dipertahankan. Jangan sampai pemantauan berikutnya mengalami penurunan. Semua indikator sebagai Kota Sehat dan STBM sudah terpenuhi, kini tugas kita menjaga dan meningkatkannya,” tutur Wali Kota.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan pola hidup sehat sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

“Terima kasih atas dukungan seluruh pihak. Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga milik seluruh warga Kota Probolinggo,” tambahnya.

Dengan diraihnya dua penghargaan bergengsi ini, Kota Probolinggo semakin meneguhkan posisinya sebagai daerah yang berkomitmen terhadap kesehatan lingkungan, sanitasi yang layak, dan gaya hidup sehat. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh pihak untuk terus bekerja sama dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Kota Probolinggo kini melangkah maju sebagai kota yang tidak hanya bersih dan sehat, tetapi juga berkelanjutan serta siap bertransformasi menuju masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!