TNI Dan Pemerintah Dampingi Proses Pemulihan Warga Lereng Semeru

0
IMG-20251204-WA0005
Bagikan

Lumajang, Radarpatroli 

Pemerintah Kabupaten Lumajang resmi mengimbau pengungsi erupsi Gunung Semeru untuk meninggalkan lokasi pengungsian dan kembali ke hunian tetap atau tinggal sementara di rumah keluarga/kerabat. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si, saat bertemu para pengungsi di SMPN 02 Pronojiwo, Rabu (3/12/2025).

“Dengan berakhirnya masa tanggap bencana, lokasi pengungsian harus segera dikosongkan. Bagi bapak dan ibu yang sudah memiliki hunian tetap (Huntap), kami minta untuk segera kembali ke hunian masing-masing. Sedangkan yang belum mendapatkan Huntap, silakan sementara waktu tinggal bersama keluarga atau kerabat sambil menunggu pembangunan hunian tetap selesai,” ujar Bupati Indah dengan suara tenang namun penuh empati.

Bupati menekankan bahwa arahan ini bukan sekadar prosedur administratif, tetapi juga merupakan bentuk perhatian mendalam pemerintah terhadap keselamatan dan kesejahteraan warganya. “Kami memahami meninggalkan tempat pengungsian bukan hal mudah. Di sini mereka saling menguatkan, berbagi cerita, dan bersama-sama bertahan melewati masa sulit. Namun demi kenyamanan, keamanan, dan pemulihan yang lebih cepat, kembali ke hunian tetap atau rumah kerabat adalah langkah terbaik,” tambahnya.

Seiring dengan arahan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pengungsi. Bantuan ini berupa paket kebutuhan dasar seperti sembako, pakaian, dan perlengkapan rumah tangga, yang diharapkan bisa meringankan beban dan memberikan semangat baru bagi warga untuk memulai kehidupan pasca-bencana. Setiap paket bantuan tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara yang mendampingi warganya dalam pemulihan.

Kegiatan penyaluran bantuan ini didampingi langsung oleh Danramil 0821-14/Pronojiwo, Letda Arh Sugiyono, yang sejak awal erupsi telah aktif berada di garis depan. Letda Sugiyono menegaskan bahwa TNI tidak hanya hadir saat evakuasi, tetapi akan terus mendampingi warga hingga kondisi kehidupan mereka kembali stabil. “Kami selalu ada bersama masyarakat. Pendampingan ini meliputi keamanan, distribusi bantuan, dan memastikan warga dapat kembali ke hunian dengan aman dan tertib,” tuturnya.

Selain itu, Pemkab Lumajang bersama TNI juga menyiapkan koordinasi teknis untuk memantau kondisi hunian sementara, memastikan air bersih, sanitasi, serta fasilitas kesehatan memadai bagi warga yang belum memiliki Huntap. Pemerintah daerah juga menjadwalkan program trauma healing dan konseling psikologis untuk membantu warga pulih dari tekanan emosional akibat bencana.

Di tengah suasana haru dan kelelahan para pengungsi, kehadiran pemerintah dan TNI menghadirkan rasa aman dan optimisme. Bupati Indah berharap sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan kolektif untuk membangun kembali kehidupan di lereng Semeru. “Perjalanan pulang ini memang tidak mudah, tapi warga tidak berjalan sendirian. Pemerintah, TNI, dan masyarakat bekerja bersama untuk memastikan semua bisa kembali hidup aman, layak, dan produktif,” pungkas Bupati.

Langkah-langkah pemulihan ini diharapkan dapat mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-erupsi, sekaligus mempersiapkan warga menghadapi kemungkinan bencana di masa depan dengan lebih siap dan tangguh. Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmen penuh dalam memastikan setiap warga mendapatkan perlindungan, bantuan, dan pendampingan yang berkelanjutan selama masa pemulihan.

Reporter : Dalin

Sumber Berita Pendim 0821

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!