Jembatan Baru Di Tigasan Wetan Hadirkan Akses Aman Bagi Pelajar Akhiri Risiko Menyeberang Rel Kereta Api Setiap Hari

0
WhatsApp-Image-2025-12-05-at-20.01.37-1
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Harapan masyarakat Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, akhirnya terwujud. Sebuah jembatan penghubung baru yang dibangun Pemerintah Desa kini resmi digunakan mengakhiri kekhawatiran panjang warga terhadap keselamatan pelajar yang setiap hari harus menyeberang jembatan rel kereta api untuk menuju sekolah.

Selama bertahun-tahun, puluhan siswa SD yang tinggal di seberang sungai terpaksa melintasi jalur ekstrem tersebut. Jembatan lama yang menyatu dengan rel kereta menjadi satu-satunya akses, sehingga anak-anak harus berjalan di antara bantalan rel sembari waspada jika kereta tiba-tiba melintas. Pemandangan ini menjadi momok bagi para orang tua dan menciptakan rasa cemas yang tak pernah hilang.

“Setiap hari kami was-was. Anak-anak harus lewat jalur rel di atas jembatan. Sekali salah langkah, risikonya sangat besar. Akses seperti itu jelas tidak layak,” kata seorang warga yang turut menyuarakan keresahan masyarakat.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Desa Tigasan Wetan bergerak cepat. Setelah menerima laporan dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, desa memutuskan membangun jembatan baru yang dibangun berdampingan dengan jembatan rel kereta api. Kehadirannya memberikan jalur khusus bagi pejalan kaki sehingga tidak lagi bersinggungan dengan rel.

Kini, jembatan penghubung tersebut berdiri kokoh dan sudah dapat digunakan. Warga pun menyambutnya dengan penuh syukur. “Alhamdulillah, jembatan ini kini bisa dipakai. Anak-anak dan masyarakat sudah bisa melintas tanpa takut lagi. Aksesnya jauh lebih aman dan nyaman,” jelas warga lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, Edy Suryanto, turut memberikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah desa. Menurutnya, keselamatan pelajar dan pengguna jalan adalah prioritas penting dalam penyediaan sarana transportasi desa.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa Tigasan Wetan. Mereka responsif terhadap kondisi di lapangan dan mengambil langkah yang tepat. Jembatan baru ini adalah solusi nyata untuk memastikan anak-anak sekolah bisa melintas dengan aman setiap hari,” ujar Edy.

Dishub, lanjutnya, berkomitmen memperkuat koordinasi dengan seluruh desa di Kabupaten Probolinggo. Upaya penyediaan akses transportasi aman tidak bisa ditunda, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap bahaya kecelakaan di jalur transportasi rawan.

“Akses yang aman adalah hak masyarakat. Pemerintah daerah wajib hadir untuk membantu memenuhinya. Kami akan terus memberikan dukungan teknis serta pendampingan untuk memastikan keselamatan transportasi di seluruh wilayah,” tambahnya.

Dengan beroperasinya jembatan baru ini, aktivitas masyarakat berjalan lebih lancar. Pelajar dapat pergi dan pulang sekolah tanpa rasa takut, sementara warga bisa melakukan mobilitas ekonomi, sosial, dan kegiatan harian dengan lebih percaya diri.

“Jembatan ini sangat membantu anak-anak. Mereka kini punya jalur aman menuju sekolah tanpa harus melewati rel kereta api,” terang Edy.

Ia juga menegaskan pentingnya merawat fasilitas ini secara bersama-sama. “Kami mengimbau masyarakat turut menjaga jembatan ini. Infrastruktur aman tidak hanya tugas pemerintah, tetapi juga harus dijaga bersama agar manfaatnya bertahan lama.”

Jembatan baru ini bukan hanya sebuah bangunan fisik, melainkan simbol kepedulian pemerintah desa terhadap masa depan generasi muda. Kini, perjalanan anak-anak menuju sekolah bukan lagi perjalanan penuh risiko, tetapi langkah yang aman menuju masa depan mereka.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!