Probolinggo Bersolek, Program Prioritas Wujudkan Kota Bebas Banjir

0
2025_1204_18361900
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Upaya pemerintah dalam meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman bencana kembali diperkuat melalui penyelenggaraan Musyawarah Besar Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat pagi (5/12) di Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo ini menjadi momentum penting untuk memperkuat strategi mitigasi dan mengokohkan kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Rey Suwigtyo. Hadir pula perwakilan BPBD Provinsi Jawa Timur, Sekjen FPRB Provinsi Jawa Timur, unsur Forkopimda, para asisten, staf ahli, serta kepala organisasi perangkat daerah terkait. Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan keseriusan pemerintah dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah.

Sebanyak 60 peserta yang berasal dari unsur dunia usaha, organisasi dan relawan masyarakat, akademisi, hingga media massa juga mengambil bagian. Kehadiran beragam unsur tersebut menunjukkan semakin kuatnya penerapan konsep pentahelix sebagai fondasi kerja bersama dalam membangun ketangguhan kota terhadap bencana.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo, Boedi Harjanto, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa musyawarah besar ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pemahaman serta kesiapsiagaan masyarakat. “Upaya pengurangan risiko bencana diarahkan pada peningkatan pemahaman masyarakat, penguatan sinergi pentahelix, dan optimalisasi koordinasi antar pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan FPRB, pelaksanaan pencegahan maupun penanganan bencana dapat berlangsung lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Boedi juga menekankan pentingnya membangun pondasi yang kuat untuk mewujudkan Kota Probolinggo yang tangguh bencana, terutama dalam upaya pencegahan banjir yang menjadi salah satu fokus prioritas pemerintah daerah.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan rasa syukur karena wilayahnya selama ini terhindar dari bencana besar yang menimpa beberapa daerah lain. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kewaspadaan tidak boleh menurun karena Kota Probolinggo berada di kawasan rawan dan berpotensi terdampak cuaca ekstrem. “Kita patut bersyukur karena tekanan cuaca di wilayah kita mampu dinetralisir oleh angin Gending. Ini adalah anugerah bagi Kota Probolinggo, namun bukan alasan untuk lengah. Mitigasi harus terus kita lakukan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh unsur masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan melalui FPRB. “Pencegahan adalah kata kunci dalam mengurangi dampak terhadap kesehatan, ekonomi, dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Sinergi seluruh unsur akan melahirkan kolaborasi yang harmonis, tanggap, tangkas, dan tangguh menghadapi bencana,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, wali kota turut menyinggung program *Probolinggo Bersolek* sebagai wujud visi bersama dirinya dan Wakil Wali Kota Ina untuk menciptakan kota bebas banjir. Program ini difokuskan pada perbaikan dan optimalisasi sistem drainase, peningkatan sarana prasarana, serta penguatan edukasi kebencanaan, tidak hanya kepada masyarakat umum tetapi juga di lingkungan pendidikan.

“Harapan saya, forum ini dapat membangun jaringan informasi mitigasi dan pencegahan agar Kota Probolinggo terhindar dari risiko bencana. Konsolidasi yang baik harus terus kita jaga, terutama karena kita adalah kota kecil yang perlu bergerak secara kompak,” ujarnya.

Melalui musyawarah besar ini, Pemerintah Kota Probolinggo menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas tiap unsur pentahelix sekaligus menjaga kesinambungan sinergi dengan pemerintah provinsi dan seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan mampu memantapkan Kota Probolinggo sebagai kota yang aman, siap, dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!