Brikom DPP Ormas Tapal Kuda Nusantara (TKN) Kota Probolinggo Ungkap Dugaan Kegagalan Manajemen Dalam Pelaksanaan Program MBG
Probolinggo, Radarpatroli
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Brigade Komando (Brikom) DPP Ormas Tapal Kuda Nusantara (TKN) Kota Probolinggo merilis hasil investigasi terbaru. Ketua Brikom TKN, Ady Susanto, S.IP, menemukan adanya dugaan ketidaksiapan manajemen dan lemahnya kepemimpinan penanggung jawab lapangan dalam menjalankan program tersebut. Temuan ini dinilai berpotensi menurunkan kualitas pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Brigade Komando (Brikom) DPP Ormas Tapal Kuda Nusantara (TKN) Kota Probolinggo, Ady Susanto, menegaskan bahwa hambatan yang muncul bukan berasal dari kendala teknis, melainkan dari buruknya manajemen serta minimnya keterlibatan penanggung jawab dalam proses operasional program MBG.
“Kami menemukan bahwa pejabat penanggung jawab tidak hadir dalam pendataan, tidak mendampingi staf, tidak menyiapkan pembekalan, dan tidak terlibat dalam pelaksanaan teknis MBG. Ini sangat fatal karena MBG adalah program prioritas Presiden Prabowo yang harus dijalankan dengan standar tertinggi,” tegas Ady Susanto.
Menurut laporan investigasi TKN, sejumlah permasalahan terstruktur teridentifikasi, di antaranya,
1. Tidak adanya pendampingan kepada sekolah dan orang tua.
2. Ketiadaan modul pelatihan, SOP internal, dan kurikulum pembinaan staf.
3. Penanggung jawab program hanya aktif dalam rapat formal, namun absen saat pelaksanaan teknis.
4. Beban operasional ditanggung sepenuhnya oleh staf dan mitra pelaksana.
5. Terdapat pola berulang menghindari tugas teknis dan supervisi.
Ady Susanto menegaskan bahwa pola buruk tersebut tidak terjadi sekali dua kali, melainkan berulang dari tahap persiapan hingga distribusi di lapangan.
“Jika ini terus terjadi, masyarakat bisa salah menilai bahwa program MBG gagal, padahal masalahnya ada pada oknum di lapangan, bukan pemerintah pusat,” ujarnya.
Sebagai ormas Tapal Kuda Nusantara (TKN) Yang resmi yang berada dalam barisan pendukung Prabowo–Gibran, TKN Kota Probolinggo menekankan komitmennya untuk mengawal dan memastikan program MBG berjalan optimal sesuai arahan Presiden.
“TKN hadir untuk memastikan Program MBG benar-benar sampai ke anak-anak bangsa. Kami tidak ingin ada oknum yang merusak nama baik Presiden. Jika ada yang tidak profesional, harus dievaluasi total,” tegas Ady Susanto.
TKN Kota Probolinggo juga menyampaikan sejumlah rekomendasi mendesak kepada Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat, antara lain, Evaluasi menyeluruh terhadap penanggung jawab program di wilayah tersebut, Kewajiban pendampingan aktif dalam setiap tahapan MBG, Penetapan standar pelatihan staf sebelum bertugas di lapangan, Penerapan monitoring berbasis laporan teknis, bukan sekadar seremonial, Reformasi pola manajemen menuju akuntabilitas dan profesionalisme.
Ady Susanto memastikan bahwa TKN akan terus memantau secara ketat setiap perkembangan program di lapangan.
“TKN akan mengawal program MBG sampai ke titik terakhir. Tidak boleh ada satu pun oknum yang mempermainkan amanat Presiden. Ini soal masa depan anak-anak bangsa,” pungkasnya.
(Tim)
