Dekatkan Polri Dengan Masyarakat, Kapolsek Tongas Gelar Cangkrukan Bertema AJAKMAS 2025
Probolinggo, Radarpatroli
Kapolsek Tongas, AKP Ahmad Jayadi, SH, MH, bersama jajaran Polsek Tongas menggelar kegiatan Cangkrukan Kamtibmas di Balai Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, dengan mengusung tema “Ayo Jaga Kamtibmas 2025 (Ajakmas) Polri Hadir, Berbuat dan Bermanfaat.” Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini menjadi wadah komunikasi langsung antara Polri, pemerintah desa, serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Rabu (10/12/2025)

Acara tersebut turut dihadiri oleh Camat Tongas Rochmad Widiarto, S.Stp, Kepala Desa Sumendi Nasuha, Ketua BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, Pendamping Desa Kecamatan Tongas, perangkat desa, serta tamu undangan lainnya. Sinergitas lintas elemen ini menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan desa yang aman, kondusif, serta bebas dari gangguan kamtibmas.
Dalam arahannya, Kapolsek Tongas AKP Ahmad Jayadi membuka kegiatan dengan memperkenalkan diri sebagai pejabat baru. Ia menyampaikan bahwa dirinya resmi menjabat Kapolsek Tongas sejak 3 November dan berasal dari Sampang, Madura.
“Alhamdulillah pada pagi ini kita diberi kesehatan sehingga bisa berkumpul bersama. Saya ingin memperkenalkan diri sebagai Kapolsek baru di Tongas. Saya berharap kita dapat bekerja sama dalam menjaga keamanan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa menjaga kamtibmas bukan hanya tugas kepolisian, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dengan jumlah personel Polsek yang terbatas, masyarakat diharapkan aktif dalam menjaga lingkungan, termasuk menghidupkan kembali kegiatan siskamling.
“Kami hanya 20 personel, dan yang patroli malam hanya empat orang. Tidak mungkin kami menjaga semua titik di Kecamatan Tongas setiap saat. Karena itu, mari kita aktifkan lagi pos ronda dan siskamling,” imbaunya.
Kapolsek juga menyoroti maraknya kasus pencurian sapi yang kerap terjadi karena kurangnya kewaspadaan. Ia mengingatkan bahwa sapi bagi petani adalah aset berharga seperti tabungan keluarga.
“Mari kita jaga bersama. Sapi itu bukan hanya hewan ternak, tapi tabungan rakyat. Kalau hilang, habis harapan keluarga,” tegasnya.
Selain itu, Kapolsek Tongas AKP Ahmad Jayadi menyinggung masalah produksi mercon dan bahan peledak rakitan (mixer). Ia menjelaskan bahwa dua orang warga telah diamankan dan ditahan lebih dari satu bulan karena melanggar Undang-Undang Darurat.
“Produksi mercon itu bukan main-main. Ada undang-undangnya dan sanksinya berat. Bahkan ketika saya mencoba membantu mengajukan penangguhan, prosesnya tidak mudah karena itu sudah kewenangan Polres,” jelasnya.
Ia juga membagikan pengalaman ketika masyarakat mencoba mencari alasan untuk membela pelaku, termasuk mengaku sebagai takmir masjid. Namun ia menegaskan bahwa Polri tidak bisa bertindak berdasarkan klaim semata tanpa bukti.
“Jangan sampai kita membohongi petugas hanya karena ingin membela. Kita harus jujur. Ini demi keselamatan kita semua,” katanya.
Kapolsek Tongas AKP Ahmad Jayadi turut mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap orang asing yang masuk ke lingkungan desa tanpa tujuan jelas. Masyarakat berhak menanyakan identitas mereka.
“Kalau ada yang mencurigakan, tanyakan identitasnya. Kalau tidak jelas, minta kembali atau laporkan ke kepala desa, babinsa, bhabinkamtibmas, atau camat. Kita semua berhak menjaga keamanan lingkungan,” tegasnya.
Kegiatan cangkrukan berlangsung interaktif, penuh diskusi, dan mendapat respons positif dari warga Desa Sumendi. Melalui program AJAKMAS, Polsek Tongas berharap tercipta kolaborasi yang lebih kuat antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib sepanjang tahun 2025.
Penulis : Sayful
Editor : Yuris
