Pemkot Probolinggo Pastikan Pasokan Aman, Wali Kota Turun Langsung Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Nataru

0
WhatsApp Image 2025-12-17 at 10_22_07
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang identik dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kota Probolinggo mengambil langkah serius untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan kebutuhan pokok. Upaya ini dilakukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga serta tidak terjadi gejolak harga yang dapat memberatkan warga, khususnya menjelang akhir tahun.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan ketersediaan dan harga bahan pokok di sejumlah titik strategis pada Rabu pagi (17/12). Kegiatan ini menjadi bagian dari pengendalian inflasi daerah sekaligus wujud kehadiran pemerintah dalam memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan aman dan layak.

Pemantauan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Kegiatan ini dibagi menjadi dua tim agar pengawasan dapat menjangkau lebih luas. Tim pertama dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo bersama jajaran Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820 Probolinggo, Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo, Pengadilan Negeri Kota Probolinggo, kepala perangkat daerah terkait, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Kesehatan dan P2KB, serta Kepala PT Bulog Cabang Probolinggo.

Lokasi pertama yang disasar adalah Pasar Baru di Jalan Panglima Sudirman, sebagai pusat aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Di pasar tersebut, Wali Kota Aminuddin meninjau langsung kios dan lapak pedagang sembari berdialog dengan para penjual untuk mengetahui kondisi riil pasokan dan pergerakan harga di lapangan. Interaksi ini dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi pedagang sekaligus memetakan potensi kendala distribusi.

Dari hasil pantauan, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga dalam sepekan terakhir. Di antaranya ayam potong yang berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram, cabai rawit sekitar Rp 60–65 ribu per kilogram, serta telur broiler yang mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh faktor cuaca, distribusi, serta meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.

Meski demikian, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa kondisi tersebut masih tergolong wajar dan tidak mengganggu stabilitas pasar secara keseluruhan. “Secara umum kondisi pasar masih terkendali. Ada beberapa komoditas yang naik, namun stoknya aman dan distribusi tetap berjalan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo terus berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan cadangan pangan tetap tersedia. Operasi pasar juga akan terus dilakukan hingga akhir tahun sebagai langkah pengendalian harga. “Stok bahan pokok aman, beras juga tidak mengalami kenaikan harga dan ketersediaannya cukup. Bawang merah yang sempat naik kini kembali stabil,” tegasnya.

Usai dari Pasar Baru, rombongan melanjutkan pemantauan ke Superindo di Jalan Soekarno Hatta. Di lokasi ini, Wali Kota tidak hanya mengecek harga dan ketersediaan barang, tetapi juga memastikan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat. Bersama Manajer Superindo Febriyanto, dilakukan pengecekan produk UMKM serta barang-barang yang berpotensi kedaluwarsa. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan produk kedaluwarsa sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

Sementara itu, tim kedua yang dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Rey Suwigtyo melakukan pemantauan di empat lokasi berbeda, yakni Pasar Kronong Mayangan, agen distribusi telur di Kebonsari Kulon, agen distribusi ayam di Sumber Taman, serta GM Toserba di Jalan dr. Soetomo. Tim ini melibatkan staf ahli, asisten perekonomian dan pembangunan, kepala OPD terkait, serta Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Probolinggo.

Hasil pemantauan di GM Toserba menemukan beberapa produk roti dengan masa berlaku PIRT yang telah berakhir serta produk yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan memberikan peringatan kepada pengelola agar menarik produk dari peredaran demi melindungi konsumen.

Di Pasar Kronong, dilakukan pengecekan harga komoditas utama seperti bawang merah, bawang putih, kentang, dan cabai. Hasilnya, harga di lapangan relatif stabil dan hampir seragam sesuai dengan harga acuan DKUP. Sementara di agen distribusi telur, diketahui pasokan berasal dari Blitar dengan harga sekitar Rp 27.500 per kilogram untuk kualitas biasa dan Rp 29.500 per kilogram untuk kualitas lebih baik. Pada agen ayam, tim memastikan kesiapan pasokan guna mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Nataru.

Menutup rangkaian kegiatan, Penjabat Sekdakot Probolinggo Rey Suwigtyo menyampaikan bahwa secara umum ketersediaan dan harga bahan pokok di Kota Probolinggo dalam kondisi aman dan terkendali. “Meski ada beberapa catatan terkait produk yang belum sesuai ketentuan, namun secara keseluruhan pasokan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru aman. Masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan langkah antisipatif demi menjaga stabilitas ekonomi daerah serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!