Wali Kota Aminuddin Pastikan Program Probolinggo Bersolek Berjalan Optimal, Sejumlah Proyek Strategis Ditinjau Langsung
Probolinggo, Radarpatroli
Komitmen Pemerintah Kota Probolinggo dalam mewujudkan program Probolinggo Bersolek terus ditunjukkan secara nyata melalui berbagai pembangunan dan penataan kota yang berkelanjutan. Program yang bertujuan memperindah wajah kota, menata kawasan publik, serta meningkatkan kenyamanan masyarakat tersebut tidak hanya berhenti pada tataran perencanaan, tetapi juga dikawal langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin melalui peninjauan lapangan ke sejumlah titik strategis.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa keterlibatan langsung pimpinan daerah penting untuk memastikan setiap proses pembangunan berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Menurutnya, penataan kota yang baik harus sejalan dengan kebutuhan warga, aktivitas ekonomi, serta kelancaran mobilitas.
Dalam rangkaian kegiatannya, Wali Kota Aminuddin memanfaatkan sela-sela agenda pemantauan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pasar Baru Kota Probolinggo. Selain memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil, ia juga meninjau pembangunan akses masuk utama Pasar Baru dari sisi utara yang saat ini tengah dikerjakan.
Akses baru tersebut dirancang untuk memperlancar arus keluar-masuk pedagang dan pengunjung pasar, sekaligus mendukung penataan kawasan Pasar Baru agar lebih tertib, rapi, dan nyaman. Dengan adanya akses tambahan ini, diharapkan kepadatan lalu lintas di sekitar pasar dapat berkurang serta aktivitas perdagangan semakin menggeliat.
“Pintu akses ini diharapkan dapat menunjang aktivitas perdagangan agar lebih nyaman dan tertata, baik bagi pedagang maupun pengunjung. Pasar adalah urat nadi ekonomi rakyat, sehingga fasilitas pendukungnya harus benar-benar diperhatikan,” ujar dr. Aminuddin.
Ia menambahkan, akses tersebut direncanakan mulai dapat difungsikan pada awal bulan di tahun mendatang, setelah seluruh pekerjaan selesai dan dinyatakan aman untuk digunakan.
Usai dari Pasar Baru, Wali Kota Aminuddin melanjutkan peninjauan dengan berjalan kaki menuju Pasar Gotong Royong. Di lokasi ini, ia melihat langsung kondisi pasar yang dulunya menjadi salah satu pusat perbelanjaan favorit masyarakat, namun kini terlihat relatif sepi dan ditinggalkan banyak pedagang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Probolinggo. Menurut Wali Kota, secara fisik bangunan Pasar Gotong Royong masih layak dan memiliki potensi besar untuk kembali dihidupkan. Oleh karena itu, diperlukan terobosan dan konsep baru agar pasar tersebut kembali diminati dan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
“Bangunannya masih bagus dan sangat sayang jika dibiarkan kosong. Kami akan memikirkan langkah-langkah strategis agar Pasar Gotong Royong bisa kembali hidup, baik melalui penataan ulang, pengisian tenant, maupun konsep kegiatan yang menarik masyarakat,” ungkapnya.
Dari kawasan pasar, Wali Kota Aminuddin melanjutkan agenda peninjauan ke proyek pembangunan jalan di Jalan Soekarno Hatta, salah satu jalur strategis yang menjadi akses utama aktivitas masyarakat dan distribusi barang. Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi Kepala DPUPR Perkim Kota Probolinggo Setiorini Sayekti, serta bertemu langsung dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Provinsi Wilayah I, Wahyu Wibowo.
Berdasarkan laporan di lapangan, progres pembangunan jalan masih mengalami keterlambatan sekitar minus 3 persen. Meski demikian, pihak pelaksana tetap menargetkan penyelesaian tahap pertama (P1) pada tanggal 30–31 Desember 2025. Sejumlah kendala teknis menjadi penyebab keterlambatan, salah satunya terkait keberadaan pipa PDAM lama yang tertanam dangkal di bawah badan jalan.
“Kondisi pipa lama ini membutuhkan penanganan ekstra hati-hati karena sudah tidak diproduksi lagi. Jika sampai terjadi kerusakan, harus segera diganti dan dikoordinasikan dengan Perumdam Bayuangga agar pelayanan air bersih tidak terganggu,” jelas Wahyu Wibowo.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Aminuddin meminta agar koordinasi lintas instansi terus diperkuat, sehingga setiap kendala di lapangan dapat segera diatasi tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan maupun keselamatan fasilitas publik.
Rangkaian peninjauan kemudian ditutup dengan kunjungan ke proyek revitalisasi Alun-Alun Kota Probolinggo. Revitalisasi ruang publik ini menjadi salah satu prioritas dalam program Probolinggo Bersolek, mengingat alun-alun merupakan ikon kota sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat.
Kepala DPUPR Perkim menyampaikan bahwa progres revitalisasi alun-alun telah mencapai sekitar 85 persen. Sisa pekerjaan meliputi pemasangan granit, pengaspalan jalan, pembangunan trotoar, serta penyempurnaan akses dan fasilitas pendukung lainnya. Proyek ini ditargetkan selesai pada 29 Desember 2025 dan siap digunakan masyarakat.
Wali Kota Aminuddin menyampaikan optimisme bahwa seluruh proyek pembangunan dan penataan kota yang sedang berjalan dapat diselesaikan sesuai target. Ia berharap, setelah seluruh fasilitas rampung, masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya, baik dari sisi kenyamanan, keindahan kota, maupun peningkatan aktivitas ekonomi dan sosial.
“Pemerintah sudah berupaya maksimal membangun dan menata kota. Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas yang ada agar tetap awet, bersih, dan bermanfaat untuk jangka panjang. Kota yang indah dan tertata adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Dengan langkah nyata dan pengawasan langsung dari pimpinan daerah, Pemerintah Kota Probolinggo optimistis program Probolinggo Bersolek dapat berjalan berkelanjutan dan membawa perubahan positif bagi wajah kota serta kualitas hidup masyarakat.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
