Pemkot Probolinggo Apresiasi Kampung Iklim Dan Sekolah Peduli Lingkungan Tahun 2025

0
WhatsApp Image 2025-12-18 at 15_11_15
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Upaya membangun budaya peduli lingkungan di Kota Probolinggo terus diperkuat melalui pemberian apresiasi kepada masyarakat dan satuan pendidikan yang berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan. Sebagai wujud dukungan tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo memberikan penghargaan kepada kampung iklim dan sekolah berprestasi di bidang lingkungan dalam sebuah kegiatan yang digelar secara resmi dan penuh apresiasi.

Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kamis (18/12), menyerahkan Penghargaan Trofi Program Kampung Iklim (Proklim) serta Penghargaan Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri Tahun 2025 di Puri Manggala Bhakti. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan atas peran aktif masyarakat dan sekolah dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim serta penerapan perilaku ramah lingkungan.

Penghargaan Trofi Proklim Utama diserahkan kepada Proklim RW 4 Kelurahan Jrebeng Lor yang dinilai konsisten menjalankan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Sementara itu, Sertifikat Proklim Utama diberikan kepada Proklim RW 2 Kelurahan Mayangan atas keberhasilannya menggerakkan partisipasi warga dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Selain Proklim, Pemerintah Kota Probolinggo juga menyerahkan Penghargaan Adiwiyata Mandiri Tahun 2025 kepada satu sekolah, yakni SDN Mangunharjo 1. Sedangkan Penghargaan Adiwiyata Nasional Tahun 2025 diterima oleh 13 sekolah, yaitu SDN Curahgrinting 3, SDN Wonoasih 1, SDN Wonoasih 2, SDN Jati 4, SDN Sumber Taman 1, SDN Kademangan 1, SDN Tisnonegaran 3, SDN Triwung Lor 3, SDN Mayangan 2, MI Hidayatul Ulla, SMPN 2, SMPN 6, dan SMPN 8.

Kepala DLH Kota Probolinggo Retno Wandansari dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan penghargaan di bidang lingkungan ini bertujuan memperkuat kader lingkungan agar terus bersemangat melakukan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim secara berkelanjutan. Selain itu, sekolah-sekolah diharapkan tetap konsisten menjalankan Program Adiwiyata sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan.

“Kegiatan ini sebagai bentuk penguatan kader lingkungan agar tetap semangat melakukan aksi mitigasi dan adaptasi untuk Proklim yang berkelanjutan. Dan untuk sekolah-sekolah supaya tetap melaksanakan Program Adiwiyata secara berkelanjutan serta konsisten menerapkan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Retno.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dalam sambutannya berharap budaya sadar lingkungan dapat terus berkembang dan mengakar di tengah masyarakat. Ia juga mendorong agar jumlah sekolah Adiwiyata dan kampung iklim di Kota Probolinggo terus bertambah dari tahun ke tahun.

“Bapak-Ibu sekalian, saya ucapkan selamat. Harapannya ke depan sekolah-sekolah Adiwiyata, termasuk Adiwiyata Mandiri, bisa lebih banyak lagi. Saat ini jumlahnya masih kurang dari 50 persen, karena yang menerima baru 14 sekolah dan 2 kelurahan untuk Proklim. Ke depan, kita dorong agar seluruh sekolah menjadi Adiwiyata,” ujarnya.

Menurut Wali Kota, mengubah budaya bukanlah perkara mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen bersama dan kerja sama lintas sektor agar perilaku peduli lingkungan benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat.

“Ada cara cepat untuk mengubah generasi, yaitu melalui pendidikan secara menyeluruh. Adiwiyata ini bermakna membentuk budaya lingkungan, bagaimana sikap kita sebagai manusia mencintai lingkungan, yang dilakukan terus-menerus setiap hari hingga menjadi kebiasaan,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan Proklim di Kelurahan Jrebeng Lor dan Kelurahan Mayangan harus menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Probolinggo. Dengan demikian, upaya pelestarian lingkungan dapat diterapkan secara lebih luas.

“Saya berharap bagi yang telah mendapatkan penghargaan, baik Adiwiyata maupun Proklim, dapat mempertahankan prestasinya dan menularkan praktik baiknya kepada yang lain, sehingga persentase Sekolah Adiwiyata dan Proklim di Kota Probolinggo dapat terus meningkat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SDN Mangunharjo 1 Jayawardana mengaku bersyukur atas diraihnya Penghargaan Adiwiyata Mandiri Tahun 2025. Ia menyampaikan bahwa budaya sadar lingkungan di sekolahnya telah dibangun sejak tahun 2009 melalui berbagai program pembiasaan.

“Ini tahun ketiga kami mengajukan Adiwiyata Mandiri. Dua kali sebelumnya belum berhasil. Alhamdulillah, tahun ini bisa masuk Adiwiyata Mandiri. Kami selalu berupaya mewujudkan lingkungan sekolah dan budaya sadar lingkungan,” ungkapnya.

Budaya peduli lingkungan di SDN Mangunharjo 1 diterapkan melalui kegiatan menjaga kebersihan, menciptakan lingkungan yang asri, menyediakan tempat sampah terpilah di setiap kelas, mengurangi penggunaan plastik, hingga kampanye kebersihan dan kesehatan yang melibatkan masyarakat sekitar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Kepala Kementerian Agama, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Kedopok, Camat Mayangan, Tim Pembina dan Penilai Adiwiyata Kota Probolinggo, Lurah Jrebeng Lor, Lurah Mayangan, para kepala sekolah penerima Adiwiyata, serta tamu undangan lainnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!