KPRI Waluyo Jati Gelar Rapat RK-RAPB Tahun Buku 2026, Perkuat Tata Kelola Dan Targetkan SHU Rp210 Juta

0
IMG-20251221-WA0009
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Sebagai upaya memperkuat perencanaan strategis dan tata kelola organisasi koperasi yang profesional, Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Waluyo Jati menggelar rapat Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RK-RAPB) Tahun Buku 2026, Sabtu (20/12/2025). Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua KPRI Waluyo Jati, Sugianto, ini menjadi forum penting dalam menentukan arah kebijakan dan pengembangan koperasi ke depan.

Rapat RK-RAPB tersebut diikuti oleh 60 peserta dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen. Peserta berasal dari perwakilan unit-unit usaha koperasi, pengurus dan pengawas KPRI Waluyo Jati, serta unsur pembina dan mitra koperasi, di antaranya Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, PKPRI, serta Dekopinda Kabupaten Probolinggo. Kehadiran lengkap seluruh peserta menunjukkan tingginya komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan dan kemajuan koperasi.

Dalam sambutannya, Ketua KPRI Waluyo Jati Sugianto menegaskan bahwa pelaksanaan RK-RAPB merupakan amanat undang-undang perkoperasian yang wajib dilaksanakan secara konsisten oleh pengurus dan pengawas setiap tahunnya. Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban organisasi kepada anggota, RK-RAPB juga menjadi tolok ukur utama kesehatan koperasi, baik dari sisi manajemen, keuangan, maupun kepatuhan terhadap administrasi.

“RK-RAPB ini merupakan kewajiban pengurus dan pengawas sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Koperasi yang sehat dan profesional pasti melaksanakan RAT dan RK-RAPB secara rutin setiap tahun,” ujar Sugianto.

Melalui forum RK-RAPB ini, seluruh peserta terlibat aktif dalam membahas, mengevaluasi, serta mengesahkan rencana kerja dan rencana anggaran koperasi untuk Tahun Buku 2026. Pembahasan dilakukan secara transparan dan partisipatif, sehingga seluruh keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan, aspirasi, serta kepentingan anggota koperasi.

Sugianto menjelaskan bahwa KPRI Waluyo Jati yang berdiri sejak tahun 1993 hingga kini terus menunjukkan perkembangan yang positif. Saat ini, koperasi mengelola sejumlah unit usaha yang menjadi sumber utama pendapatan dan pelayanan bagi anggota, di antaranya Apotek, Unit Simpan Pinjam (USP), pertokoan atau minimarket, kantin, serta jasa fotokopi. Pelaksanaan RK-RAPB Tahun Buku 2026 ini juga tercatat sebagai pelaksanaan ke-23 RK-RAPB KPRI Waluyo Jati di Kabupaten Probolinggo, sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi dan keberlanjutan organisasi.

“Keberlangsungan RK-RAPB hingga puluhan kali ini merupakan bukti bahwa KPRI Waluyo Jati tetap berkomitmen menjalankan prinsip-prinsip koperasi secara tertib, transparan, dan berkesinambungan,” jelasnya.

Dalam RK-RAPB Tahun Buku 2026, KPRI Waluyo Jati juga merancang sejumlah program baru yang diharapkan dapat memperluas layanan serta meningkatkan kesejahteraan anggota. Program-program tersebut antara lain pelayanan paket umroh bagi anggota, penyediaan pinjaman keperluan pendidikan dengan jasa ringan sebesar 0,5 persen, serta rencana pembukaan kantin di poli eksekutif sebagai upaya diversifikasi usaha koperasi.

“Kami berharap seluruh karyawan dapat ikut bergabung menjadi anggota koperasi dan berperan aktif dalam membesarkan KPRI Waluyo Jati. Partisipasi anggota merupakan kekuatan utama koperasi. Semakin aktif anggota, maka koperasi akan semakin kuat dan mandiri,” imbuh Sugianto.

Selain membahas program kerja, rapat RK-RAPB juga menetapkan target keuangan koperasi untuk Tahun Buku 2026. Dalam kesempatan tersebut, KPRI Waluyo Jati menargetkan perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp210 juta. Target ini ditetapkan sebagai bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan anggota, sekaligus untuk memperkuat permodalan dan keberlanjutan usaha koperasi di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Melalui pelaksanaan RK-RAPB ini, KPRI Waluyo Jati berharap seluruh rencana kerja dan program yang telah disepakati dapat diimplementasikan secara optimal. Dengan dukungan penuh dari anggota, pengurus, dan seluruh pemangku kepentingan, koperasi optimistis mampu terus tumbuh, berinovasi, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!