Hadir Di Tengah Ulama, Wali Kota Aminuddin Ajak Jaga Kondusivitas Kota Probolinggo 

0
WhatsApp Image 2025-12-21 at 20_23_28
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Forum musyawarah para ulama dan tokoh agama Kota Probolinggo kembali digelar sebagai momentum strategis dalam menentukan arah organisasi ke depan. Bertempat di Aula Pertemuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo, Minggu (21/12) pagi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) IV sebagai ajang evaluasi kinerja kepengurusan, regenerasi kepemimpinan, serta penguatan peran ulama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Musda IV MUI Kota Probolinggo menjadi forum penting yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis. Sejumlah agenda utama dibahas, mulai dari evaluasi laporan kinerja Dewan Pimpinan MUI masa khidmat 2020–2025, penetapan garis besar program kerja periode 2025–2030, hingga pemilihan Ketua Umum serta formatur Dewan Pimpinan MUI Kota Probolinggo masa khidmat 2025–2030. Selain itu, Musda juga difokuskan pada penguatan konsolidasi organisasi agar MUI semakin optimal dalam menjalankan perannya sebagai penjaga moral umat sekaligus mitra pemerintah daerah.

Kegiatan Musda tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin. Dalam sambutannya, wali kota menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya Musda IV MUI Kota Probolinggo. Ia menilai, keberadaan MUI memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga keseimbangan kehidupan sosial dan keagamaan, khususnya di Kota Probolinggo yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

“Hampir 90 persen masyarakat Kota Probolinggo ini muslim. Tadi juga dibacakan ayat Ali Imran 104, bahwa hendaklah ada sebagian yang memberi nasihat. Yang memberi nasihat itu tentu orang-orang yang ilmunya mumpuni. Dalam bidang keislaman, itu ulama. Ulama memberi nasihat kepada siapa? Kepada umara,” jelas dr. Aminuddin di hadapan peserta Musda.

Lebih lanjut, dr. Aminuddin menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi yang berkelanjutan antara umara dan ulama. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara pemerintah dan MUI akan sangat berpengaruh dalam menciptakan suasana daerah yang aman, sejuk, dan kondusif, sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

“Sebagai wali kota, saya akan terus berkomunikasi dengan Ketua Umum, Pak Kiai Mutawakkil. Beberapa waktu lalu kami juga sudah berkomunikasi, dan InsyaAllah hasil komunikasi antara umara dan ulama ini akan menjaga kondisi tetap stabil dan kondusif, serta memperkuat sinergi antara umara dan ulama,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Probolinggo KH. Muhammad Sulthon dalam pidato pertanggungjawabannya menyampaikan rasa syukur serta terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus MUI yang telah mendampingi dan bekerja bersama selama masa kepengurusan periode 2020–2025. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat kekurangan, baik dalam pengambilan kebijakan maupun pelaksanaan program kerja.

“Sekali lagi, selama kepengurusan MUI periode kemarin, mewakili seluruh pengurus, baik Ketua Umum sebelumnya maupun jajaran pengurus—dalam menjalankan amanat 2020 sampai 2025, kami memohon maaf sebesar-besarnya atas segala kekurangan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi seluruh pengurus kepada MUI. Mudah-mudahan semua amal tersebut diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ucap KH. Muhammad Sulthon dengan penuh khidmat.

Ia berharap, kepengurusan MUI Kota Probolinggo yang baru nantinya dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus menghadirkan inovasi dan terobosan baru yang relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, MUI harus terus hadir sebagai rujukan umat dalam persoalan keagamaan, sosial, dan kebangsaan.

Musda IV MUI Kota Probolinggo juga menjadi momentum konsolidasi internal untuk memperkuat peran MUI dalam menjaga moderasi beragama, menangkal paham-paham yang bertentangan dengan nilai keislaman dan kebangsaan, serta mempererat persatuan umat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Dengan terpilihnya kepengurusan baru masa khidmat 2025–2030, MUI Kota Probolinggo diharapkan semakin solid, responsif, dan adaptif dalam menjawab kebutuhan umat. Sinergi yang kuat antara MUI dan Pemerintah Kota Probolinggo pun diharapkan dapat terus terjaga demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, serta berlandaskan nilai-nilai kebersamaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MUI Provinsi Jawa Timur Ainul Yaqin, jajaran pengurus MUI di tingkat kota dan kecamatan, para kiai dan tokoh agama, serta perwakilan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. Kehadiran berbagai elemen tersebut semakin menegaskan pentingnya Musda sebagai forum musyawarah, silaturahmi, dan penguatan peran ulama dalam pembangunan daerah.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!