Dorong Kelestarian Budaya Dan Ekonomi Desa, Dandim 0820/Probolinggo Dan Bupati Haris Hadiri Kerapan Sapeh Sakak Di Desa Jangur
Probolinggo, Radarpatroli
Desa Jangur Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, dipenuhi semangat kebersamaan saat tradisi kerapan sapeh sakak atau kerapan sapi membajak sawah digelar pada Minggu (28/12/25). Tradisi khas masyarakat agraris ini berlangsung meriah dan mendapat perhatian khusus dengan kehadiran Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo Letkol Arh Iwan Hermaya bersama Bupati Probolinggo Muhammad Haris, yang turut menyaksikan langsung kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para petani.

Kerapan sapeh sakak bukan sekadar perlombaan adu kecepatan sapi dalam membajak sawah, melainkan juga sarat dengan nilai budaya, kebersamaan, serta semangat gotong royong. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya musim tanam sekaligus wadah silaturahmi bagi para petani dari berbagai desa di wilayah Probolinggo.
Dandim 0820/Probolinggo Letkol Arh Iwan Hermaya dalam keterangannya menyampaikan bahwa gelaran kerapan sapeh sakak memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat pedesaan. Selain menjadi ajang silaturahmi antar petani, kegiatan ini juga merupakan simbol pelestarian budaya lokal yang harus terus dijaga keberlangsungannya.
“Kerapan sapeh sakak ini bukan hanya tradisi, tetapi juga bentuk rasa syukur para petani dalam menyambut musim tanam. Kegiatan ini memiliki dampak sosial dan ekonomi yang sangat positif bagi masyarakat. Selain mempererat kebersamaan para petani, kegiatan ini juga menggerakkan roda perekonomian desa,” ujar Letkol Arh Iwan Hermaya.
Menurutnya, kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan budaya seperti ini menunjukkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai lokal sekaligus mendorong kesejahteraan warga desa. Ia berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Sementara itu, Bupati Probolinggo Muhammad Haris mengungkapkan bahwa kerapan sapeh sakak juga memberikan manfaat nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan. Banyak pedagang lokal yang memanfaatkan momentum ini untuk menjajakan berbagai produk kuliner dan hasil kerajinan, sehingga turut meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Event seperti ini tentu menambah penghasilan UMKM yang ada di wilayah setempat. Pemerintah Kabupaten Probolinggo memberikan dukungan penuh agar kerapan sapeh sakak bisa menjadi agenda rutin tahunan,” kata Bupati Haris.
Lebih lanjut, Bupati Haris menegaskan bahwa wilayah Sumberasih, khususnya Desa Jangur, merupakan jalur strategis kawasan wisata menuju Gunung Bromo. Dengan pengelolaan yang baik, tradisi kerapan sapeh sakak dinilai sangat berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya yang dapat disinggahi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Pemerintah Kabupaten Probolinggo mensupport penuh untuk menjadikan event ini sebagai event tetap tahunan. Sangat mungkin nantinya kegiatan ini menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang diminati wisatawan,” ungkapnya.
Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kabupaten Probolinggo itu juga menambahkan bahwa di balik kemeriahan dan semangat perlombaan, kerapan sapeh sakak menyimpan makna mendalam tentang kebersamaan, kegigihan, serta kearifan lokal masyarakat agraris Probolinggo. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pembangunan desa berbasis budaya.
“Tradisi ini bukan hanya hiburan, tetapi juga cerminan karakter masyarakat Probolinggo yang gigih, rukun, dan menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur. Ini yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Pendim 0820
