Kabar Baik..!!! Commuter Line Supas Akan Tembus Stasiun Probolinggo Sebelum Lebaran 2026

0
IMG-20260108-WA0021
Bagikan

Jakarta, Radarpatroli 

Harapan masyarakat Kota Probolinggo akan layanan transportasi massal yang terjangkau dan terintegrasi kian mendekati kenyataan. Setelah Kementerian Perhubungan menyetujui rencana perpanjangan pelayanan kereta api Commuter Line Supas (Surabaya–Pasuruan) hingga Stasiun Probolinggo, Wali Kota Probolinggo Aminuddin langsung melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian di Kantor Kemenhub Jakarta, Kamis (8/1), guna mempercepat realisasi layanan tersebut yang ditargetkan beroperasi sebelum Lebaran 2026.

Audiensi tersebut menjadi wujud komitmen kuat Pemerintah Kota Probolinggo dalam merealisasikan aspirasi masyarakat akan kemudahan akses transportasi publik antarwilayah. Hadir dalam pertemuan itu Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono, Sekretaris Dirjen Perkeretaapian Amin Hudaya, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Arif Anwar, Plt Direktur Prasarana Perkeretaapian DJKA Catur Wicaksono, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Jumardi, Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo Pudi Adji Tjahjo Wahono, serta jajaran terkait.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin menegaskan bahwa perpanjangan Commuter Line Supas hingga Stasiun Probolinggo akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya para pekerja yang setiap hari melakukan perjalanan komuter menuju Surabaya dan sekitarnya.

“Usulan ini tentunya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang setiap hari melakukan perjalanan commuter antarwilayah. Kehadiran layanan ini akan membuat mobilitas masyarakat semakin mudah, cepat, dan aman. Selain itu, pertumbuhan ekonomi dapat meningkat melalui akses transportasi yang lebih efektif, serta konektivitas wilayah semakin terintegrasi untuk mendukung sektor pariwisata,” jelas Aminuddin.

Menanggapi hal tersebut, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menyampaikan dukungannya terhadap usulan Pemkot Probolinggo. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menelaah kesiapan sarana dan prasarana secara komprehensif, tanpa mengabaikan standar pelayanan yang telah berjalan.

“Kami akan melihat kesiapan kereta commuter Indonesia dalam hal sarana. Di sisi lain, kami memastikan standar pelayanan commuter line yang sudah ada tetap terjaga. Jika terdapat kebutuhan sarana tambahan akibat perpanjangan rute, tentu akan kita evaluasi bersama,” terang Allan.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Arif Anwar menjelaskan secara teknis bahwa perpanjangan relasi Supas dari Pasuruan ke Stasiun Probolinggo memiliki jarak sekitar 38,6 kilometer. Permohonan tersebut didasari oleh tingginya potensi penumpang yang melakukan perjalanan kerja maupun rekreasi menuju Kota Probolinggo.

Arif menyebutkan, Stasiun Probolinggo saat ini telah dilayani berbagai kereta api kelas ekonomi, bisnis, hingga eksekutif, seperti Pendalungan, Blambangan Ekspres, Logawa, Ranggajati, Wijaya Kusuma, Sri Tanjung, Probowangi, Mutiara Timur, dan Tawangalun.

“Demand cukup bagus. Di Probolinggo volume penumpang naik dan turun dari kereta-kereta yang melayani jumlahnya cukup besar. Dari Januari hingga November 2025 tercatat sebanyak 15.722 penumpang turun naik di Stasiun Probolinggo,” ungkap Arif.

Untuk merealisasikan perpanjangan layanan tersebut, lanjut Arif, diperlukan sejumlah tahapan persiapan, mulai dari kajian potensi penumpang dan sarana, penyusunan studi bersama antara Pemkot Probolinggo, PT KAI, dan KCI, hingga penyesuaian Standar Pelayanan Minimal (SPM), izin operasi, serta skema Public Service Obligation (PSO).

“Selain studi dan analisis, penyesuaian izin operasi baru juga harus dilakukan, termasuk pengaturan PSO sehingga aspek anggaran perlu disesuaikan,” imbuhnya.

Kementerian Perhubungan pun memutuskan pola operasional Commuter Line Supas akan dilaksanakan dua kali perjalanan. Kereta akan berangkat dari Surabaya pukul 01.50 WIB dan tiba di Stasiun Probolinggo pukul 03.45 WIB, kemudian berangkat kembali dari Probolinggo pukul 04.10 WIB dan tiba di Surabaya pukul 06.42 WIB. Sementara perjalanan malam dijadwalkan berangkat dari Surabaya pukul 21.22 WIB dan tiba di Stasiun Probolinggo pukul 23.36 WIB.

Audiensi yang berlangsung singkat namun produktif tersebut membuahkan hasil konkret. Dirjen Allan Tandiono menegaskan target realisasi perpanjangan layanan sebelum Lebaran 2026.

“Kita targetkan sebelum lebaran dapat direalisasikan. Mohon bantuan Pak Wali dan tim untuk segera berkoordinasi dengan KCI dan PT KAI terkait kesiapan prasarana. Dengan perpanjangan ini, Stasiun Probolinggo akan semakin ramai sehingga fasilitas seperti tempat duduk dan toilet perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Menurut Allan, Probolinggo tidak hanya menjadi kota tujuan bekerja, tetapi juga memiliki potensi wisata dan aktivitas ekonomi. Kehadiran layanan commuter line diyakini dapat mempercepat mobilitas masyarakat, membantu arus mudik dan libur lebaran, serta mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya.

Atas hasil audiensi tersebut, Wali Kota Probolinggo Aminuddin menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. Ia memastikan kajian awal yang telah disusun Pemkot Probolinggo akan disempurnakan kembali sebagai persyaratan lanjutan guna mempercepat realisasi perpanjangan layanan Commuter Line Supas.

“Terima kasih Pak Dirjen dan seluruh tim. Apa yang diusulkan ini mendapat respons yang sangat positif. Pola operasionalnya juga sesuai kebutuhan masyarakat, karena tiba di Surabaya sebelum jam kerja dimulai dan masih memberi waktu istirahat saat kembali ke Probolinggo. Mudah-mudahan bisa diwujudkan sebelum lebaran agar membantu mengurai kepadatan lalu lintas,” tuturnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!