Kolaborasi Pemkot, Polres, Dan Petani Dorong Swasembada Jagung Di Kota Probolinggo

0
WhatsApp Image 2026-01-08 at 13_02_17
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Komitmen memperkuat ketahanan pangan terus diwujudkan Pemerintah Kota Probolinggo bersama Polres Probolinggo Kota melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang dirangkai dengan pencanangan penanaman jagung Kuartal I Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di kawasan Jalan Kinibalu XII, Kelurahan Ketapang, Kamis (8/1), dan menjadi simbol keberlanjutan program swasembada pangan di wilayah setempat.

Giat panen raya ini dihadiri Wakil Kepala Kepolisian Resor Probolinggo Kota Kompol Didid Wahyu Agustiawan, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Kota Probolinggo Ir. Aries Santoso, perwakilan Danramil 0820 Probolinggo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan (DKP3) Kota Probolinggo Fitriawati, Wakil Ketua Bulog Probolinggo, Camat Kademangan beserta jajaran kelompok tani, perwakilan rekanan PT Maxsi dan PT Syngenta, serta para undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Didid Wahyu Agustiawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan, khususnya pada komoditas jagung.

“Pagi hari ini kita melaksanakan panen raya jagung di kuartal terakhir tahun 2025, sekaligus mencanangkan penanaman jagung di kuartal pertama tahun 2026. Ini merupakan bentuk keberlanjutan dukungan terhadap program pemerintah, khususnya program ketahanan pangan atau Asta Cita yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Polres Probolinggo Kota secara aktif melakukan pendampingan ketahanan pangan pada berbagai kategori lahan. Pendampingan tersebut mencakup lahan produktif, lahan baku sawah, hingga lahan kehutanan sosial yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo.

“Untuk lahan produktif, kami melakukan pendampingan sekitar 10 hingga 12 hektare yang tersebar di lima kecamatan wilayah Kota Probolinggo dan tiga kecamatan wilayah kabupaten. Sementara untuk lahan baku sawah, saat ini tercatat sekitar 24 hektare yang telah kami dampingi,” jelasnya.

Selain itu, Polres Probolinggo Kota juga menghadapi tantangan dalam pemanfaatan lahan kehutanan sosial di Kecamatan Wonomerto dengan luas sekitar 250 hingga 300 hektare. Pada tahap awal, rencana pengolahan lahan ditargetkan sekitar 25 hingga 30 hektare.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan sinergi lintas sektor, baik pemerintah daerah, TNI, Bulog, dinas terkait, rekanan, hingga kelompok tani. Tanpa kolaborasi yang solid, program ketahanan pangan ini tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bibit jagung kepada Kelompok Tani Sinar Harapan. Bibit jagung tersebut merupakan hasil kerja sama Polres Probolinggo Kota dengan rekanan PT Maxsi dan PT Syngenta.

Sementara itu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kota Probolinggo, Ir. Aries Santoso, menyampaikan bahwa hasil panen jagung hingga Kuartal IV Tahun 2025 menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan.

“Alhamdulillah, berkat kemitraan dan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Kota Probolinggo, Polres Probolinggo Kota, DKP3, serta para petani, hasil produksi jagung mampu melampaui target yang telah ditetapkan,” ungkap Aries.

Aries menambahkan, sinergi lintas sektor tersebut diharapkan terus berlanjut dengan adanya dukungan dari Kementerian Pertanian berupa fasilitasi benih dan pupuk. Dukungan tersebut diyakini dapat meningkatkan semangat petani dalam mengembangkan produksi jagung.

“Fasilitasi dari Kementerian Pertanian diharapkan mampu menggugah semangat petani Kota Probolinggo untuk terus meningkatkan produksi jagung dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional,” tambahnya.

Terkait tantangan ke depan, Aries Santoso menyoroti keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan. Meski demikian, ia menilai peluang peningkatan produksi masih terbuka melalui optimalisasi intensifikasi lahan.

“Potensi ekstensifikasi lahan di Kota Probolinggo memang terbatas. Namun dari sisi intensifikasi masih sangat memungkinkan. Pola tanam dan optimalisasi lahan baku sawah harus terus ditingkatkan agar produktivitas padi dan jagung tetap maksimal,” jelasnya.

Kegiatan panen raya ini ditutup dengan mengikuti Zoom Meeting Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 secara nasional, sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan dan terwujudnya swasembada jagung yang berkelanjutan.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!