Bupati Probolinggo Bangun Sistem Pemasyarakatan Humanis Bersama Rutan Kraksaan
Probolinggo, Radarpatroli
Komitmen menghadirkan sistem pemasyarakatan yang humanis dan produktif terus dibangun di Kabupaten Probolinggo. Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan mengintensifkan kolaborasi dalam pembinaan warga binaan berkelanjutan melalui pertemuan strategis yang digelar pada Selasa (13/01/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung antara Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dengan jajaran Rutan Kelas IIB Kraksaan. Forum ini menjadi ruang koordinasi penting untuk membahas penguatan program pembinaan warga binaan sekaligus ajang apresiasi atas berbagai inovasi pembinaan yang selama ini telah dijalankan oleh Rutan Kraksaan.
Sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan pemerintah daerah dinilai memiliki peran krusial dalam menyiapkan warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat dengan kesiapan mental, keterampilan, serta kepercayaan diri yang lebih baik. Pembinaan tidak hanya dipandang sebagai kewajiban selama masa pidana, tetapi juga sebagai investasi sosial jangka panjang.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas komitmen dan konsistensi Rutan Kraksaan dalam melaksanakan program pembinaan yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemberdayaan. Menurutnya, pendekatan pembinaan yang komprehensif sangat sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Probolinggo.
“Kami mengapresiasi berbagai program pembinaan yang telah berjalan di Rutan Kraksaan. Pembinaan yang berkelanjutan ini sangat penting sebagai bekal warga binaan agar nantinya mampu kembali ke masyarakat dan berkontribusi secara positif. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar dr. Mohammad Haris.
Ia menambahkan, Pemkab Probolinggo siap mendukung program pembinaan yang memiliki dampak nyata, baik melalui penguatan kebijakan, pendampingan lintas sektor, maupun sinergi dengan perangkat daerah terkait agar hasil pembinaan dapat berlanjut setelah warga binaan bebas.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo memiliki peran strategis dalam keberhasilan pembinaan warga binaan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pembinaan tidak berhenti di balik tembok rutan, tetapi berlanjut hingga proses reintegrasi sosial.
“Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo sangat penting untuk memastikan program pembinaan berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi warga binaan. Dengan dukungan pemerintah daerah, pembinaan dapat diarahkan pada pemberdayaan yang lebih luas dan berkesinambungan,” kata Galih.
Ia menjelaskan, Rutan Kraksaan selama ini telah menjalankan berbagai program pembinaan, mulai dari pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, hingga penguatan keterampilan kerja. Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga binaan serta menekan angka residivisme setelah mereka kembali ke masyarakat.
“Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara Rutan Kraksaan dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Ke depan, kami berharap kerja sama yang semakin solid dapat melahirkan program pembinaan yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan berdampak luas,” terangnya.
Melalui kolaborasi ini, Rutan Kelas IIB Kraksaan bersama Pemkab Probolinggo berkomitmen mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Probolinggo secara berkelanjutan.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
