Danramil Paiton Hadiri Resepsi Milad Ke-113 PD Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo

0
IMG-20260118-WA0018
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Sinergi antara TNI dan organisasi kemasyarakatan tercermin dalam kehadiran Komandan Koramil (Danramil) 0820-16/Paiton Kapten Cke Adi Suwarso pada resepsi Milad ke-113 Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo yang digelar di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (18/1).

Danramil 0820-16/Paiton Kapten Cke Adi Suwarso hadir mewakili Dandim 0820/Probolinggo Letkol Arh Iwan Hermaya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Muhammadiyah telah mencatatkan sejarah panjang sejak didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 sebagai gerakan pembaruan Islam yang menekankan pentingnya pendidikan, kesehatan, sosial, serta pemberdayaan umat.

Menurutnya, selama lebih dari satu abad Muhammadiyah telah membuktikan diri sebagai kekuatan moral dan sosial yang konsisten dalam membangun peradaban bangsa. Ia pun menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi atas Milad ke-113 Muhammadiyah.

“Selamat dan apresiasi atas Milad ke-113 Muhammadiyah. Kami juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Muhammadiyah atas dukungan, sinergi, serta peran aktifnya dalam pembangunan di Kabupaten Probolinggo,” ujar Kapten Cke Adi Suwarso.

Perwira yang dikenal murah senyum ini menambahkan bahwa kehadiran Muhammadiyah tidak hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak.

“Kami berharap pemerintah daerah terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Muhammadiyah dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo Sigit Prasetyo menyampaikan bahwa Muhammadiyah terus berkomitmen mengembangkan pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kemajuan. Ia menjelaskan bahwa peserta didik di lembaga pendidikan Muhammadiyah berasal dari berbagai latar belakang masyarakat.

“Karena itu, nilai toleransi, kebersamaan, dan moderasi menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan yang kami jalankan,” ungkapnya.

Sigit menambahkan bahwa kontribusi Muhammadiyah tidak hanya berhenti pada sektor pendidikan. Organisasi ini juga aktif dalam pelayanan sosial, kesehatan, serta penanggulangan bencana.

“Kepedulian terhadap anak yatim, kaum dhuafa, dan masyarakat rentan menjadi bagian dari gerakan nyata Muhammadiyah di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Sigit juga berharap adanya kebijakan afirmatif dari pemerintah pusat, khususnya bagi guru-guru sekolah swasta. Menurutnya, dedikasi para guru selama ini telah menjadi pilar utama dalam mencerdaskan generasi bangsa.

“Guru-guru kami bekerja dengan penuh keikhlasan. Jika kesejahteraan mereka diperhatikan, kualitas pendidikan tentu akan semakin meningkat,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Pendim 0820

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!