Resmikan Sekolah Dan Masjid, Mendikdasmen RI Hadiri Milad Muhammadiyah Di Probolinggo
Probolinggo, Radarpatroli
Momentum Milad ke-113 Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo menjadi perhatian nasional setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti hadir langsung dalam resepsi yang digelar di SD Muhammadiyah 1 Paiton, Sabtu (17/1/2026) pagi.

Kehadiran Mendikdasmen RI tersebut menjadi momen penting bagi warga Muhammadiyah sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam memajukan pendidikan serta kesejahteraan bangsa.
Resepsi Milad yang mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” tersebut ditandai dengan peresmian sejumlah fasilitas pendidikan dan rumah ibadah milik Muhammadiyah di Kabupaten Probolinggo. Peresmian dilakukan secara simbolis melalui penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Mendikdasmen RI.
Adapun fasilitas yang diresmikan meliputi KB-TK ABA Leces, Gedung Dua Lantai KB-TK ABA 4 Paiton, SD Muhammadiyah Kreatif Kraksaan, Masjid Mujahidin Paiton, Masjid Al-Khobar Banyuanyar, serta Masjid Raisul Anwar Kotaanyar. Selain itu, Mendikdasmen RI juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan aula SD Muhammadiyah 1 Paiton.
Dalam kegiatan tersebut, Mendikdasmen RI hadir didampingi Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi, jajaran Forkopimda, pengurus PW Muhammadiyah Jawa Timur, serta pejabat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Probolinggo Sigit Prasetyo menyampaikan bahwa Muhammadiyah terus berkomitmen mengembangkan pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kemajuan. Saat ini, Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo mengelola sekitar 16 lembaga pendidikan, mulai dari jenjang KB-TK hingga SMA, dengan peserta didik yang berasal dari berbagai latar belakang.
“Peserta didik kami datang dari beragam kalangan masyarakat. Oleh karena itu, nilai toleransi, kebersamaan, dan moderasi menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan yang kami jalankan,” ujarnya.
Sigit menambahkan, kontribusi Muhammadiyah tidak hanya terbatas pada sektor pendidikan, tetapi juga meliputi pelayanan sosial, kesehatan, serta penanggulangan bencana. Kepedulian terhadap anak yatim, kaum dhuafa, dan masyarakat rentan menjadi bagian dari gerakan nyata Muhammadiyah di tengah masyarakat.
Ia juga berharap adanya kebijakan afirmatif dari pemerintah pusat, khususnya bagi guru-guru sekolah swasta. Menurutnya, dedikasi para guru selama ini merupakan pilar utama dalam mencerdaskan generasi bangsa. “Guru-guru kami bekerja dengan penuh keikhlasan. Jika kesejahteraan mereka diperhatikan, kualitas pendidikan tentu akan semakin meningkat,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mendikdasmen RI di Kabupaten Probolinggo. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi suntikan semangat bagi dunia pendidikan di daerah. “Kehadiran Bapak Menteri merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami dan menjadi energi positif bagi penguatan pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.
Bupati Haris juga menyoroti kedekatan Mendikdasmen RI dengan anak-anak yang terlihat saat mengikuti kegiatan senam bersama. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan keteladanan seorang pemimpin pendidikan yang memahami dunia anak secara langsung. “Muhammadiyah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Haris memaparkan sejumlah tantangan pembangunan di Kabupaten Probolinggo, mulai dari persoalan kemiskinan, rendahnya rata-rata lama sekolah, hingga isu stunting serta kesehatan ibu dan anak. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan tersebut. “Kolaborasi dengan Muhammadiyah dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan pembangunan,” tambahnya.
Sementara itu, Mendikdasmen RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang secara konsisten memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa sejak sebelum Indonesia merdeka. Menurutnya, dakwah Muhammadiyah diwujudkan melalui kerja nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.
“Muhammadiyah hadir bukan hanya sebagai nama organisasi, tetapi sebagai gerakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Mendikdasmen RI juga mengingatkan pentingnya kesalehan sosial di tengah era digital, di mana kontribusi nyata jauh lebih bermakna dibanding sekadar popularitas di media sosial. Ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus memperkuat peran sebagai komunitas yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan bangsa.
“Walaupun tidak selalu besar secara jumlah, kontribusi Muhammadiyah harus selalu terasa. Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kekuatan besar untuk membangun pendidikan dan masyarakat yang lebih sejahtera,” pungkasnya.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
