Menbud RI Fadli Zon Kunjungi Candi Jabung, Apresiasi Revitalisasi Dan Dorong Penguatan Ekosistem Budaya Daerah
Probolinggo, Radarpatroli
Upaya penguatan pelestarian warisan budaya nasional terus mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Komitmen tersebut salah satunya ditunjukkan melalui kunjungan kerja Menteri Kebudayaan (Menbud) Republik Indonesia Fadli Zon ke situs cagar budaya Candi Jabung yang berada di Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (25/1/2026) sore.

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting dalam mendorong pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kekayaan sejarah dan budaya bangsa.
Dalam kunjungannya, Menbud Fadli Zon didampingi oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Endah Budi Heriyani. Rombongan disambut langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, serta pemuka penghayat kepercayaan Dang Hyang Sambara Sagara.
Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kehadiran pemuka penghayat kepercayaan juga menunjukkan bahwa Candi Jabung tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga nilai spiritual dan kultural yang masih hidup di tengah masyarakat hingga saat ini.
Pada kesempatan tersebut, Menbud Fadli Zon menerima paparan mendalam terkait proses revitalisasi Candi Jabung yang telah dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI. Paparan tersebut meliputi tahapan pemugaran, penataan kawasan, pengamanan struktur bangunan, hingga upaya pelindungan situs dari ancaman kerusakan lingkungan.
Usai paparan, Menbud bersama rombongan berkeliling meninjau langsung kawasan cagar budaya Candi Jabung untuk melihat kondisi fisik bangunan, tata ruang kawasan, serta hasil revitalisasi yang telah dilakukan. Menbud tampak berdialog dengan para ahli pelestarian serta pemerintah daerah mengenai tantangan dan peluang pengembangan situs tersebut ke depan.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon memberikan apresiasi atas upaya revitalisasi Candi Jabung yang dinilainya telah dilakukan dengan baik dan sesuai prinsip pelestarian cagar budaya.
“Kawasan Candi Jabung ini relatif luas, sekitar lima hektare, dan memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Revitalisasi yang dilakukan sudah sangat baik dan patut diapresiasi,” ujarnya.
Menbud menjelaskan bahwa Candi Jabung merupakan peninggalan era Kerajaan Majapahit yang dibangun pada tahun 1276 Saka atau 1354 Masehi, pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Keberadaan Candi Jabung juga tercatat dalam Kitab Negarakertagama sebagai salah satu tempat penting yang dikunjungi Raja Hayam Wuruk dalam perjalanan keliling wilayah kekuasaannya.
“Dari sisi arsitektur, Candi Jabung sangat unik karena menggunakan material bata, bukan batu andesit seperti kebanyakan candi di Jawa Timur. Ini menunjukkan perkembangan teknologi bangunan pada masa Majapahit, sekaligus menggambarkan adanya akulturasi antara Hindu, Buddha, dan kepercayaan lokal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Menbud Fadli Zon menegaskan bahwa pelestarian Candi Jabung harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Menurutnya, posisi Candi Jabung yang berada di kawasan pesisir menjadikannya rentan terhadap faktor alam, seperti cuaca ekstrem dan kelembapan.
“Perlindungan dari vandalisme dan faktor alam harus menjadi perhatian bersama. Pelestarian tidak cukup hanya membangun fisiknya, tetapi juga menjaga kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah yang dimiliki candi ini,” tegasnya.

Selain aspek pelestarian, Menbud juga mendorong agar Candi Jabung dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan amanat undang-undang, tanpa menghilangkan nilai sakral dan historisnya.
“Kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ekosistem budaya. Bisa menjadi pusat festival seni, ruang ekspresi tradisi lokal, wisata sejarah, wisata religi, hingga wisata kuliner khas Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyampaikan bahwa kunjungan Menbud RI ke Candi Jabung merupakan bagian dari rangkaian penguatan dan revitalisasi situs budaya di Kabupaten Probolinggo yang terus dilakukan secara bertahap.
“Ini merupakan kunjungan lanjutan setelah sebelumnya kami bersama-sama meninjau kawasan Tengger dan Bromo, serta proses revitalisasi Museum Tengger. Insya Allah besok Museum Tengger yang telah direvitalisasi akan diresmikan. Pada kesempatan ini kami juga sekaligus mengunjungi Candi Jabung yang menjadi salah satu ikon sejarah Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.
Menurut Bupati Haris, meskipun Candi Jabung berasal dari masa yang berbeda dengan budaya Tengger, seluruh peninggalan sejarah tersebut saling melengkapi sebagai bagian dari identitas dan perjalanan panjang budaya Kabupaten Probolinggo.
“Setiap situs memiliki cerita dan periodenya masing-masing, namun semuanya menjadi satu kesatuan sejarah yang membentuk karakter Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Bupati Haris juga menyampaikan harapannya agar ke depan terdapat perbaikan dan revitalisasi lanjutan, tidak hanya pada fisik bangunan, tetapi juga pada narasi sejarah, edukasi publik, dan pemanfaatan kawasan secara terpadu.
“Harapan kami, Kabupaten Probolinggo memiliki satu sentra budaya yang bisa dipahami oleh seluruh masyarakat, mulai dari anak-anak hingga generasi muda,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki keragaman sejarah dan budaya yang sangat kaya, mulai dari budaya Tengger, Candi Jabung, Candi Kedaton, hingga legenda Dewi Rengganis yang hidup dalam memori kolektif masyarakat.
“Kabupaten Probolinggo ini memiliki banyak potongan sejarah dan budaya. Kita ingin masyarakat benar-benar memahami budaya kita sendiri. Itu yang paling penting,” tegasnya.
Ke depan, Bupati Haris berharap sudah tersusun narasi sejarah dan budaya yang utuh dan sistematis untuk diwariskan kepada generasi muda melalui pendidikan, literasi budaya, dan kegiatan kebudayaan.
“Dalam satu hingga dua tahun ke depan, semoga kita sudah memiliki konsep budaya yang matang sehingga Kabupaten Probolinggo dikenal sebagai daerah yang sarat budaya dan sejarah,” terangnya.
Menanggapi dorongan Menbud Fadli Zon agar Candi Jabung dikembangkan sebagai destinasi wisata religi dan budaya, Bupati Haris menegaskan bahwa setiap pusat kebudayaan harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Setiap pusat budaya harus berdampak pada ekonomi masyarakat, terutama UMKM. Dengan meningkatnya kunjungan wisata, UMKM bisa terlibat, ekonomi masyarakat berputar, dan manfaatnya bisa dirasakan secara langsung,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan sektor budaya, pariwisata, olahraga, dan sektor lainnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Budaya bukan hanya soal masa lalu, tetapi juga tentang masa depan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
