BPBD Dan Dinsos Kabupaten Probolinggo Bergerak Cepat Distribusikan Sembako Kepada Korban Banjir Ekstrem

0
IMG-20260129-WA0059-1536x864
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Sebagai bentuk respons cepat terhadap bencana banjir ekstrem yang melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkolaborasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak, Kamis (29/1/2026).

Penyaluran bantuan tersebut difokuskan kepada masyarakat yang mengalami dampak paling parah akibat banjir ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Adapun wilayah sasaran bantuan meliputi Kecamatan Kraksaan, Gading, Krejengan, Pajarakan, dan Tongas, yang tercatat sebagai daerah dengan intensitas genangan dan kerusakan cukup tinggi.

Bantuan sembako yang disalurkan terdiri dari kebutuhan pokok, di antaranya beras, gula, dan mie instans. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak sekaligus meringankan beban warga pasca terjadinya bencana banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menyampaikan bahwa bantuan sembako tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan darurat bencana banjir yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.

“Pemkab Probolinggo melalui BPBD berupaya hadir di tengah masyarakat yang terdampak banjir ekstrem. Bantuan sembako ini kami prioritaskan bagi warga yang terdampak paling berat, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah,” ujar Oemar Sjarief.

Menurutnya, BPBD Kabupaten Probolinggo terus melakukan pendataan langsung di lapangan guna memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan secara merata dan tepat sasaran. Pendataan tersebut dilakukan bersama pemerintah kecamatan, desa, serta unsur terkait lainnya.

“Selain penyaluran logistik, kami juga terus memantau kondisi warga dan dampak lanjutan pasca banjir. Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar penanganan darurat dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Oemar juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Probolinggo masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.

“Kami menghimbau warga, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, agar tetap waspada. Apabila terjadi kondisi darurat, segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas BPBD agar dapat segera ditangani,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Rachmad Hidayanto, menegaskan bahwa Dinas Sosial turut bersinergi dalam penanganan dampak sosial akibat bencana banjir ekstrem tersebut. Dinsos memastikan bantuan sosial dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya kelompok rentan.

“Dinas Sosial mendukung penuh penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan keluarga kurang mampu. Kami memastikan bantuan sosial tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran,” ungkap Rachmad Hidayanto.

Ia menambahkan bahwa Dinas Sosial siap melakukan pendampingan lanjutan apabila ditemukan warga yang membutuhkan penanganan khusus akibat dampak banjir, baik dari sisi kebutuhan dasar maupun layanan sosial lainnya.

“Apabila ada warga yang memerlukan pendampingan sosial lebih lanjut, Dinas Sosial siap menindaklanjuti bersama perangkat daerah terkait,” tambahnya.

Melalui sinergi lintas perangkat daerah ini, Pemkab Probolinggo berharap penanganan dampak banjir ekstrem dapat berjalan secara optimal, serta mampu mempercepat proses pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!