Pemkab Probolinggo Matangkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadhan Dan Idul Fitri 2026
Probolinggo, Radarpatroli
Fluktuasi harga bahan kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, terlebih di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Probolinggo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang berlangsung di Ruang Pertemuan Rengganis Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (3/2/2026). Rakor tersebut dipimpin secara virtual oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, dan diikuti Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Sjaiful Efendi, para Kepala Perangkat Daerah, serta perwakilan instansi vertikal yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, menyampaikan pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan Perum Bulog Probolinggo guna menjaga keterjangkauan harga pangan. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pelaksanaan pasar murah menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
“Selain itu, kami juga akan melakukan penjaringan kerja sama antar daerah untuk memastikan ketersediaan komoditas strategis, khususnya telur ayam ras dan daging ayam ras yang biasanya mengalami kenaikan harga saat permintaan meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Probolinggo, Yahyadi, menjelaskan pemerintah daerah telah menyalurkan cadangan pangan di wilayah rawan pangan berdasarkan Peta Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) tahun 2025.
Penyaluran cadangan pangan tersebut difokuskan di tiga desa rawan pangan, yakni Desa Tambakukir Kecamatan Kotaanyar serta Desa Kalidandan dan Desa Kedungsumur Kecamatan Pakuniran. Selain itu, bantuan juga disalurkan ke 24 kecamatan dengan total penerima manfaat sebanyak 880 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Setiap KPM menerima lima kilogram beras, sehingga total cadangan pangan yang disalurkan mencapai 4.400 kilogram,” jelasnya.
Dari sektor pertanian, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Mahmud, menyampaikan pihaknya telah melaksanakan gerakan menanam cabai dan padi secara masif sejak akhir tahun 2025. Upaya tersebut bertujuan menjaga pasokan komoditas strategis sekaligus menekan potensi kenaikan harga.
“Produksi komoditas pertanian pada tahun 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini diharapkan mampu menjadi penyangga ketersediaan pangan selama Ramadhan dan Idul Fitri,” ungkapnya.
Di sektor perikanan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, Hari Pur Sulistiono, menyampaikan pihaknya telah menerbitkan rekomendasi BBM bersubsidi bagi 220 kapal nelayan dengan total penyaluran mencapai sekitar 311 ribu liter.
“Sebaran kapal meliputi Kecamatan Tongas sebanyak 30 kapal, Kecamatan Dringu 10 kapal, Kecamatan Kraksaan 58 kapal, serta Kecamatan Sumberasih atau Pulau Gili Ketapang sebanyak 122 kapal,” terangnya.
Selain itu, pada Januari 2026, Dinas Perikanan juga telah memproses perizinan 130 kapal nelayan di Kecamatan Tongas untuk selanjutnya diterbitkan rekomendasi BBM. Namun demikian, diperkirakan akan terjadi kenaikan harga ikan lele di tingkat pedagang sekitar Rp 500 hingga Rp 1.000 selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo, Munaris, menambahkan pemerintah desa turut berperan menjaga stabilitas harga pangan melalui alokasi 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan desa, seperti pengembangan peternakan ayam petelur, sapi, dan kambing.
Sementara itu, Sekretaris DPUPR Kabupaten Probolinggo, Asrul Bustami, menjelaskan pihaknya telah melakukan pemeliharaan jalan guna mendukung kelancaran distribusi logistik dan tengah memasuki tahap lelang untuk penambalan jalan di sejumlah titik.
Dari sisi ketersediaan stok, Perum Bulog Probolinggo memastikan stok beras dan Minyakita dalam kondisi aman serta siap mendukung kegiatan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pasar murah, dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Menanggapi seluruh paparan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, memberikan arahan agar pengendalian inflasi dilakukan secara lebih terukur, antara lain melalui penambahan titik pantau harga pasar, sidak pasar rutin, kerja sama antar daerah, serta optimalisasi peran seluruh perangkat daerah.
Dengan sinergi lintas sektor tersebut, Pemkab Probolinggo optimistis stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026 dapat terjaga serta inflasi daerah tetap terkendali.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
