BAPPERIDA Kota Probolinggo Evaluasi 142 Inovasi Daerah, Wali Kota Targetkan Predikat Kota Terinovatif

0
WhatsApp Image 2026-02-05 at 15_48_59
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli

Pemerintah Kota Probolinggo terus mendorong penguatan budaya inovasi di seluruh perangkat daerah. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA), dilakukan monitoring dan evaluasi inovasi daerah tahun 2025 sebagai bagian dari persiapan menghadapi penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) tahun 2026, Kamis (5/2/2026).

Diketahui, sebanyak 142 inovasi telah dikirimkan melalui aplikasi Indeks Inovasi Daerah (IID) milik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Inovasi tersebut berasal dari berbagai perangkat daerah dan inisiator di lingkungan Pemkot Probolinggo.

Pertemuan yang berlangsung di Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin beserta jajaran pejabat terkait. Dalam paparannya, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo sekaligus Kepala BAPPERIDA, Rey Suwigtyo, menjelaskan rincian sektor inovasi yang berkembang di Kota Probolinggo.

Menurut Rey Suwigtyo, inovasi daerah saat ini masih didominasi oleh sektor pelayanan publik dengan jumlah mencapai 99 inovasi. Disusul tata kelola pemerintahan sebanyak 19 inovasi dan inovasi daerah lainnya sebanyak 27 inovasi.

Sementara dari sisi inisiator, inovasi daerah Kota Probolinggo didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan 69 inovasi, perangkat daerah sebanyak 64 inovasi, masyarakat sebanyak 10 inovasi, serta kepala daerah sebanyak 2 inovasi.

Namun demikian, Rey yang akrab disapa Tiyok juga memberikan catatan penting terkait sebaran inovasi pada urusan wajib pelayanan dasar.

“Berdasarkan data, dari enam urusan wajib pelayanan dasar, urusan perumahan rakyat dan kawasan permukiman masih belum memiliki inovasi. Ini menjadi rapor yang harus segera kita perbaiki bersama agar pemenuhan urusan wajib pelayanan dasar dapat tercapai secara maksimal,” tandasnya.

Dalam rangka menyongsong penilaian IID tahun 2026, BAPPERIDA telah menyiapkan sejumlah tahapan strategis. Salah satunya adalah pengajuan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) tentang inovasi daerah sebagai landasan operasional penerapan inovasi di lingkungan Pemkot Probolinggo.

Selain itu, langkah lain yang dilakukan adalah peningkatan kualitas database inovasi serta peningkatan kapasitas pengelola inovasi daerah di masing-masing perangkat daerah.

“Kami sudah melakukan pendataan ulang tim pengelola inovasi di setiap PD sejak Oktober 2025. Selain itu, pembinaan inovasi daerah dilakukan melalui Klinik Inovasi yang memberikan tutorial khusus, mulai dari peningkatan branding, pembuatan proposal yang berkualitas dan pemanfaatan AI,” ujar mantan Kepala Diskominfo tersebut.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin memberikan apresiasi atas pencapaian Kota Probolinggo yang berhasil menempati peringkat ke-17 dari 93 pemerintah kota se-Indonesia dengan nilai IID sebesar 79,02. Capaian ini kembali menempatkan Kota Probolinggo dengan predikat Kota Sangat Inovatif.

“Kita patut bersyukur atas predikat ini. Peringkat ke-17 dengan nilai 79,02 harus menjadi pelecut semangat. Target kita bukan sekadar angka, tapi bagaimana inovasi ini benar-benar berdampak pada kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Wali kota juga menyoroti masih adanya ketimpangan inovasi antar perangkat daerah. Menurutnya, inovasi masih didominasi oleh urusan pendidikan dan kesehatan, sementara urusan wajib seperti perumahan rakyat dan kawasan permukiman masih nihil inovasi.

Hal tersebut menjadi prioritas perbaikan pada periode mendatang agar seluruh perangkat daerah bergerak serentak dalam menciptakan pembaruan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Untuk mengejar ketertinggalan sekaligus meningkatkan kualitas penilaian IID tahun 2026, dr. Aminuddin menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi mutakhir dalam birokrasi, termasuk penggunaan Artificial Intelligence (AI).

“Manfaatkan teknologi AI untuk membantu penyusunan proposal yang lebih tajam, melakukan branding inovasi, hingga memastikan setiap inovasi memenuhi indikator kematangan yang dipersyaratkan IID,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa inovasi bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi menjadi instrumen utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo.

“Inovasi bukan sekadar mengejar angka atau penghargaan, melainkan instrumen untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo. Saya minta komitmen seluruh perangkat daerah untuk lebih serius dan kreatif,” pungkas wali kota.

Melalui monitoring dan evaluasi ini, Pemkot Probolinggo optimis dapat meningkatkan kualitas inovasi daerah secara merata, serta menargetkan predikat Kota Terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) tahun mendatang.

Reporter : Sayful 

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!