Dispersip Kabupaten Probolinggo Dan Probolinggo Book Party Gelar Kampanye Gemar Membaca Di Hutan Kota Kraksaan
Probolinggo, Radarpatroli
Budaya membaca di ruang publik kini mulai digalakkan kembali di Kabupaten Probolinggo. Di tengah dominasi penggunaan gawai dan media digital, kegiatan literasi berbasis komunitas menjadi salah satu cara efektif untuk mengajak masyarakat menjadikan buku sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Dalam upaya meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo terus menghadirkan program-program kreatif yang mampu menarik minat baca warga. Salah satunya melalui kegiatan kampanye gemar membaca yang digelar bersama komunitas literasi Probolinggo Book Party di ruang terbuka publik.
Kampanye literasi tersebut berlangsung di Hutan Kota Kraksaan, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat kembali dekat dengan buku serta menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan dan dapat dilakukan di mana saja.
Agenda utama dalam kegiatan tersebut diisi dengan silent reading, yakni membaca bersama secara hening. Peserta membawa buku masing-masing dan menikmati suasana membaca di ruang terbuka yang sejuk dan santai. Setelah sesi membaca selesai, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi ringan mengenai isi buku yang telah dibaca.
Suasana terbuka di ruang publik sengaja dipilih untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih inklusif, tidak terbatas hanya di ruang perpustakaan, namun bisa menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.
Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo, Ulfiningtyas, menyampaikan bahwa kampanye gemar membaca ini merupakan salah satu strategi untuk mendekatkan buku kepada masyarakat, khususnya di tengah derasnya arus penggunaan gawai dan media digital yang semakin masif.
“Kami ingin menghadirkan buku lebih dekat dengan masyarakat. Di era digital seperti sekarang, minat baca harus terus dirawat dengan cara-cara yang lebih kreatif dan menyenangkan,” ujarnya.
Menurut Ulfi, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat saat ini menjadi tantangan tersendiri. Banyak generasi muda yang lebih akrab dengan layar ponsel dibandingkan dengan buku cetak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan baru yang lebih segar agar literasi tetap hidup dan berkembang.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi dengan komunitas literasi seperti Probolinggo Book Party menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem literasi yang kuat di Kabupaten Probolinggo.
“Kolaborasi ini sangat positif. Komunitas memiliki pendekatan yang lebih fleksibel dan dekat dengan generasi muda, sehingga pesan literasi bisa tersampaikan dengan lebih efektif,” jelasnya.
Ulfi menambahkan bahwa kegiatan kampanye gemar membaca ini tidak hanya bersifat seremonial semata, tetapi akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menyasar ruang-ruang publik sebagai pusat interaksi masyarakat.
“Ke depan, agenda seperti ini akan kami laksanakan secara rutin, minimal sebulan sekali, dengan lokasi yang berpindah-pindah di titik-titik keramaian agar semakin banyak masyarakat yang terlibat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Dispersip Kabupaten Probolinggo berharap budaya membaca dapat tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat, sekaligus menjadi alternatif kegiatan positif di ruang publik. Dengan semakin banyak warga yang terlibat, literasi diharapkan mampu menjadi pondasi dalam menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, kritis, dan berdaya saing.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
