Dinkes Kabupaten Probolinggo Percepat Eliminasi TBC Dengan Teknologi Portable X-Ray Di Tongas

0
WhatsApp-Image-2026-02-13-at-12.30.04-1
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat terus dilakukan secara nyata. Salah satunya melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC) yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bersama Puskesmas Curahtulis Kecamatan Tongas dengan menggunakan alat Portable X-Ray, Kamis (12/2/2026). Langkah ini menjadi bagian penting dari program SAE Pendidikan dan Kesehatan dalam mendukung percepatan deteksi dini penyakit menular.

Kegiatan ini merupakan salah satu strategi efektif dalam meningkatkan cakupan skrining TBC, khususnya pada kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi. Melalui metode ACF, petugas kesehatan tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas layanan kesehatan, tetapi secara aktif melakukan penelusuran dan pemeriksaan langsung di lapangan. Hal ini dilakukan agar kasus TBC dapat ditemukan sedini mungkin sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat, tepat, dan terarah.

Pelaksanaan skrining menggunakan Portable X-Ray dinilai sangat membantu karena mampu memberikan hasil pemeriksaan secara cepat dan akurat. Teknologi ini menjadi solusi untuk memperluas jangkauan layanan, terutama dalam mendeteksi kasus-kasus TBC yang selama ini tidak teridentifikasi atau terlambat ditangani.

Wasor TBC Dinkes Kabupaten Probolinggo S. Trisnoharini hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama tim radiografer RSUD Tongas serta tim kerja Puskesmas Curahtulis. Kolaborasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarinstansi serta memperluas jangkauan deteksi kasus di tengah masyarakat.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mendukung program nasional eliminasi TBC tahun 2030.

“Melalui program SAE Pendidikan dan Kesehatan, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan yang cepat dan akurat. Penggunaan Portable X-Ray ini mempermudah deteksi dini, terutama pada kelompok berisiko, sehingga kasus dapat segera ditangani sebelum menularkan ke orang lain,” ujarnya.

Menurut dr. Hariawan, strategi penemuan kasus aktif menjadi kunci utama dalam menekan angka penularan TBC di Kabupaten Probolinggo. Ia menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi TBC membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan hingga masyarakat.

“Eliminasi TBC tidak bisa hanya menunggu pasien datang berobat. Kita harus aktif mencari, melakukan skrining masif dan memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas. Inilah bentuk komitmen kami dalam melindungi kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, dr. Hariawan juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait gejala awal TBC. Penyakit ini sering kali tidak disadari karena gejalanya menyerupai batuk biasa, sehingga banyak penderita terlambat memeriksakan diri.

Hariawan mengajak masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, nafsu makan menurun, demam berkepanjangan atau keringat malam.

“Kami menghimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan dan pengobatan TBC tersedia dan gratis. Deteksi dini dan pengobatan tuntas adalah kunci memutus rantai penularan,” tambahnya.

Dengan adanya kegiatan ACF TBC menggunakan Portable X-Ray ini, Dinkes Kabupaten Probolinggo berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan dini semakin meningkat. Selain itu, upaya percepatan eliminasi TBC tahun 2030 di Kabupaten Probolinggo dapat tercapai secara optimal demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera sesuai visi besar Probolinggo SAE.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!