Forkopimda Dan Unsur Maritim Probolinggo Bersatu Dalam Doa Keselamatan

0
IMG_5932
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya budaya kerja yang aman dan berkeselamatan di sektor maritim, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin didampingi Pj Sekda Rey Suwigtyo menghadiri kegiatan doa bersama Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang digelar di halaman Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Probolinggo, Kamis (12/2/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut diikuti oleh Forkopimda serta berbagai unsur maritim, mulai dari KSOP, TNI AL, Polairud, Syahbandar, tenaga kerja pelabuhan, hingga perwakilan perusahaan pelayaran dan bongkar muat. Doa bersama ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan, keselamatan, serta kelancaran aktivitas di sektor maritim yang memiliki tingkat risiko kerja cukup tinggi.

Selain menjadi wujud rasa syukur, kegiatan ini juga dimaknai sebagai upaya mempererat kebersamaan seluruh stakeholder pelabuhan menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat semangat muhasabah dan evaluasi diri, agar seluruh aktivitas di pelabuhan dan perairan Probolinggo dapat berjalan semakin tertib dan aman.

Kepala KSOP Kelas IV Probolinggo I Gusti Agung Komang Arbawa menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar instansi dan jajaran terkait dalam mewujudkan budaya kerja yang aman dan sehat. Menurutnya, setiap aktivitas maupun kegiatan di pelabuhan harus berjalan sesuai dengan regulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi tanggung jawab bersama. Kami juga diberikan amanah dalam melakukan pengawasan-pengawasan kegiatan yang ada di pelabuhan khususnya yang ada di perairan. Terlebih terhadap beberapa kejadian-kejadian yang pernah terjadi, kami harapkan ke depannya tidak ada lagi. Melalui doa bersama ini semoga kita selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dengan sinergi dan komitmen yang kuat dari seluruh stakeholder, risiko kecelakaan kerja dapat diminimalisir dan lingkungan kerja yang aman serta produktif dapat tercipta. Doa bersama ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan pelayaran dan kesejahteraan para pekerja pelabuhan.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi, pengawasan, serta memberikan imbauan keselamatan secara terus-menerus kepada seluruh pemangku kepentingan. Keselamatan harus menjadi budaya bersama, bukan hanya kewajiban administratif,” tambahnya.

Menurut Kepala KSOP, pelabuhan merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi yang sangat vital, sehingga penerapan standar keselamatan menjadi hal mutlak. Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha maritim untuk selalu mematuhi SOP dan tidak memaksakan aktivitas pelayaran apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja secara disiplin di seluruh lini aktivitas maritim. Menurutnya, pelabuhan dan perairan Probolinggo merupakan urat nadi perekonomian daerah dengan aktivitas bongkar muat, pelayaran, perikanan, hingga distribusi logistik yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan kerja apabila tidak dijalankan sesuai SOP.

“Keselamatan dan kesehatan kerja bukan suatu pilihan, namun sudah menjadi sebuah keharusan. Pelabuhan ini memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang perekonomian daerah. Karena itu, seluruh aktivitas di dalamnya harus benar-benar mengutamakan keselamatan,” ungkapnya.

Wali kota menilai bahwa kemajuan pelabuhan tidak hanya diukur dari meningkatnya aktivitas ekonomi, tetapi juga dari seberapa kuat budaya keselamatan diterapkan. Dengan keselamatan kerja yang baik, produktivitas akan meningkat dan kesejahteraan para pekerja pelabuhan juga dapat terjamin.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami ingin memberikan dampak yang lebih positif sebagai pintu gerbang bagi pemerintah kota untuk turut serta dalam kegiatan-kegiatan di pelabuhan. Harapannya, pelabuhan semakin maju dan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Pemkot Probolinggo, lanjut Aminuddin, berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan instansi vertikal, aparat keamanan, serta para pelaku usaha dalam memajukan Pelabuhan Probolinggo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah yang aman, tertib, dan berdaya saing.

“Sinergi yang terjalin baik menjadi kunci dalam mewujudkan pelabuhan yang modern, profesional serta menguatkan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai budaya utama. Semua pihak harus saling mendukung, saling mengingatkan, dan terus menjaga komitmen bersama,” imbuhnya.

Kegiatan doa bersama tersebut kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin tokoh agama setempat, diikuti seluruh undangan dengan suasana penuh kekhusyukan. Sebagai bentuk kepedulian sosial, acara juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada 60 anak yatim, yang diharapkan membawa keberkahan dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan maritim Pelabuhan Probolinggo.

Melalui kegiatan ini, KSOP bersama Pemerintah Kota Probolinggo berharap tercipta lingkungan kerja pelabuhan dan perairan yang semakin aman, sehat, serta mampu mendukung kelancaran aktivitas maritim sebagai penggerak perekonomian daerah.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!