Sinergi Pemerintah Dan Ulama, Dzikir Bersama Untuk Probolinggo SAE Di Leces

0
IMG-20260213-WA0160-1536x1152
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Dalam upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo kembali menghadirkan kegiatan dzikir dan sholawat bertajuk “Probolinggo Mengetuk Pintu Langit” pada Jum’at (13/2/2026) malam. Bertempat di halaman Kantor Kecamatan Leces, kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan spiritual antara pemerintah dan masyarakat sebagai bagian dari implementasi program SAE Sosial.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga merupakan simbol bahwa pembangunan daerah tidak semata berorientasi pada fisik dan infrastruktur. Pemkab Probolinggo berkomitmen menghadirkan pembangunan yang seimbang antara kemajuan material dan penguatan moral spiritual masyarakat.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Abdul Ghafur, sejumlah Kepala OPD serta jajaran Forkopimka Leces. Ratusan jamaah dari Majelis Ta’lim dan Sholawat Khoirun Dakwah, ASN, tokoh agama, Muslimat NU, Fatayat NU hingga masyarakat umum memadati lokasi dengan busana muslim bernuansa putih.

Suasana religius semakin terasa ketika lantunan sholawat mulai menggema, diikuti dzikir bersama yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan. Masyarakat dari berbagai lapisan tampak larut dalam doa, memohon keberkahan dan keselamatan bagi Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya, Sekda Ugas Irwanto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program prioritas Probolinggo SAE (Sejahtera, Amanah-Religius dan Eksis Berdaya Saing) yang terus digaungkan oleh Pemkab Probolinggo.

“Kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh aspek fisik dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dibangun oleh kekuatan spiritual. Peran tokoh agama dan majelis dzikir sangat penting untuk menjaga keseimbangan pembangunan lahir dan batin,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan yang kuat harus dibarengi dengan doa dan dukungan spiritual masyarakat agar setiap program pemerintah dapat berjalan lancar serta membawa manfaat luas bagi rakyat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, serta memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap melalui gema dzikir dan sholawat ini, Kabupaten Probolinggo senantiasa mendapatkan ridho dan inayah dari Allah SWT sehingga mampu menjadi daerah yang semakin mandiri, amanah, serta berdaya saing tinggi.

Puncak acara diisi dengan pembacaan dzikir serta lantunan sholawat yang dipandu langsung oleh pimpinan Majelis Ta’lim dan Sholawat Khoirun Dakwah KH. Ahmad Zakki Al Hasani. Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti seluruh jamaah yang hadir, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Tidak sedikit jamaah yang meneteskan air mata saat doa-doa dipanjatkan, mencerminkan harapan besar agar Kabupaten Probolinggo senantiasa dijauhkan dari bencana, diberikan ketenteraman, serta dilimpahi keberkahan dalam setiap langkah pembangunan.

Melalui kegiatan “Probolinggo Mengetuk Pintu Langit” ini, Pemkab Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan nilai-nilai religius sebagai fondasi dalam mengawal pelaksanaan program-program pembangunan daerah ke depan. Dengan spiritualitas yang kuat dan dukungan masyarakat yang solid, visi Probolinggo SAE diharapkan dapat terwujud secara utuh, baik dalam pembangunan fisik maupun pembinaan sosial keagamaan.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!