UPT Puskesmas Sumberasih Gelar Pemberdayaan Kader Implementasi Desa Sehat Iklim di Muneng Kidul

0
UPT Puskesmas Sumberasih Gelar Pemberdayaan Kader Implementasi Desa Sehat Iklim di Muneng Kidul
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim, UPT Puskesmas Sumberasih menggelar kegiatan pemberdayaan kader dalam rangka implementasi Desa Sehat Iklim. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, dengan melibatkan kader desa serta unsur pemerintah dan aparat kewilayahan. Jum’at (13/02/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Muneng Kidul Yusup, Babinsa Desa Muneng Kidul Serka Prasetya, Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas Sumberasih Lenggang Listiah, seluruh kader desa, serta sejumlah pihak terkait lainnya yang turut mendukung program kesehatan berbasis adaptasi perubahan iklim.

Dalam kesempatan tersebut, PLT Kepala UPT Puskesmas Sumberasih dr. Moh. Erfan Kafiluddin, melalui Tenaga Sanitasi Lingkungan Lenggang Listiah, menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Sehat Iklim bertujuan mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, serta adaptif terhadap perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan.

“Tujuan dari implementasi Desa Sehat Iklim ini adalah terwujudnya masyarakat yang sehat dan mandiri serta mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim. Saat ini iklim sudah banyak berubah akibat pemanasan global, yang dipicu oleh pembakaran sampah dan asap kendaraan bermotor yang menghasilkan gas rumah kaca,” jelas Lenggang.

Ia menegaskan bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan, mulai dari meningkatnya potensi banjir, kemarau ekstrem, hingga munculnya penyakit berbasis lingkungan. Oleh karena itu masyarakat perlu dibekali kesadaran dan kebiasaan hidup bersih serta sehat.

“Melalui pemberdayaan ini, masyarakat diajak melakukan upaya adaptasi, seperti menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, pemilahan sampah, serta cuci tangan pakai sabun. Ini semua masuk dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang memiliki lima pilar,” terangnya.

Adapun lima pilar STBM tersebut meliputi,

1. Stop buang air besar sembarangan,

2. Cuci tangan pakai sabun,

3. Pengelolaan makanan dan minuman yang aman,

4. Pengelolaan sampah rumah tangga,

5. Pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Lenggang juga menyoroti bahwa lingkungan yang kotor dan banyak sampah dapat memicu berbagai penyakit serius seperti demam berdarah, diare, hingga leptospirosis akibat banjir dan pencemaran air.

“Kalau sampah di mana-mana lalu terjadi banjir, air menjadi tercemar, tikus berkembang, dan penyakit bisa muncul. Ini sangat berbahaya. Harapannya dengan pemberdayaan ini masyarakat dapat mencegah hal-hal tersebut,” ungkapnya.

Selain dampak fisik, perubahan iklim juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis masyarakat. Cuaca panas ekstrem misalnya dapat memicu stres dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Sementara itu, Kepala Desa Muneng Kidul Yusup menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh kader desa dapat menjadi motor penggerak dalam mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga.

“Kami sangat berterima kasih kepada Puskesmas Sumberasih atas pembinaan ini. Semoga kader-kader desa semakin aktif mengajak warga menjaga kebersihan, mengelola sampah dengan baik, serta menerapkan pola hidup sehat demi terciptanya Desa Muneng Kidul yang sehat dan tangguh menghadapi perubahan iklim,” ujar Yusup.

Melalui kegiatan ini, UPT Puskesmas Sumberasih berharap program Desa Sehat Iklim dapat berjalan berkelanjutan dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, serta mampu mengurangi risiko penyakit akibat perubahan iklim.

Penulis : Sayful

   Editor : Yuris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!