Bupati Probolinggo Dorong PGRI Jadi Rumah Besar Guru yang Solid Dan Mandiri
Probolinggo, Radarpatroli
Upaya memperkuat peran organisasi guru terus dilakukan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Probolinggo melalui pelaksanaan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I, Senin (16/2/2026) di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa. Forum ini menjadi ruang strategis bagi para pendidik untuk melakukan evaluasi sekaligus merumuskan program kerja ke depan demi terwujudnya PGRI yang semakin kuat dan mandiri.

Mengusung tema “Revitalisasi dan Konsolidasi Organisasi Menuju PGRI yang Kuat dan Mandiri”, Konkerkab I ini dihadiri langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM. yang juga terpilih sebagai Ibunda Guru Kabupaten Probolinggo, serta Wakil Ketua I PGRI Provinsi Jawa Timur Siswadji.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo Umil Sulistyoningsih, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Probolinggo, perwakilan Kemenag Kabupaten Probolinggo, TP PKK Pokja II, serta jajaran Muslimat NU dan Fatayat NU Kabupaten Probolinggo.
Konkerkab I ini dilaksanakan sebagai forum pembahasan dan penyusunan program kerja PGRI ke depan sekaligus evaluasi kegiatan organisasi yang telah dijalankan. Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris.

Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Asim menyampaikan bahwa Konkerkab menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi serta memperkuat peran PGRI sebagai rumah besar bagi para guru.
“Dalam Konkerkab ini, selain melaporkan kegiatan yang telah dilaksanakan, kami juga membahas program kerja ke depan. Salah satu program prioritas yang kami rencanakan adalah pembangunan kantor atau gedung PGRI Kabupaten Probolinggo sebagai pusat kegiatan dan penguatan organisasi,” ujarnya.
Menurut Asim, keberadaan kantor PGRI nantinya diharapkan menjadi simbol kemandirian organisasi sekaligus pusat koordinasi program-program peningkatan kualitas guru di Kabupaten Probolinggo.
Selain itu, Konkerkab ini juga membahas berbagai isu strategis pendidikan, mulai dari penguatan kompetensi guru, peningkatan kesejahteraan, hingga perlindungan profesi pendidik dalam menjalankan tugasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I PGRI Provinsi Jawa Timur Siswadji menegaskan bahwa guru memegang peran strategis dalam membentuk generasi masa depan bangsa. Ia mengingatkan bahwa profesi guru adalah amanah besar yang harus dijaga kehormatannya.
“Semua yang hadir di sini adalah guru. Tugas kita adalah amanah untuk mencetak generasi muda yang baik, cerdas dan tangguh,” tegasnya.
Ia juga menyoroti adanya kasus kriminalitas terhadap guru yang terjadi di beberapa daerah, terutama ketika guru berupaya menegakkan disiplin di sekolah.
“Misalnya orang tua siswa marah ketika guru menertibkan siswa yang membawa handphone. Perlu diketahui, handphone tidak selalu mendidik anak-anak kita dengan baik. Yang mendidik adalah guru. Saya berharap di Kabupaten Probolinggo tidak terjadi kriminalitas terhadap guru,” tambahnya.
Menurut Siswadji, perlindungan terhadap guru harus menjadi perhatian bersama agar pendidik dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan nyaman.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dalam sambutannya menekankan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata soal infrastruktur, tetapi pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban dan masa depan masyarakat.
“Pembangunan daerah sering kali hanya dianggap membangun infrastruktur. Padahal inti dari pembangunan adalah pendidikan. Pendidikan membentuk karakter, mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan individu untuk masa depan,” katanya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi serta harapan besar kepada PGRI Kabupaten Probolinggo agar semakin solid dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
“Saya mengucapkan selamat melaksanakan Konkerkab. Semoga kegiatan ini berjalan dengan baik, lancar dan sukses, sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan, profesionalisme guru serta memperjuangkan kesejahteraan anggotanya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa PGRI harus terus menjadi rumah besar bagi guru, tempat bertukar gagasan, memperkuat solidaritas, serta memperjuangkan hak dan martabat pendidik.
“Saya berharap PGRI tetap solid dan terus mengoptimalkan program kerjanya. Kesolidan organisasi adalah kunci utama dalam menghadapi segala tantangan,” jelasnya.
Dengan terselenggaranya Konkerkab I ini, PGRI Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus berjuang demi kesejahteraan dan martabat guru, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo.
Konkerkab ini diharapkan menghasilkan rumusan program kerja yang konkret dan berkelanjutan, sehingga PGRI mampu menjadi organisasi yang kuat, mandiri, serta adaptif dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan ke depan.
Melalui revitalisasi dan konsolidasi organisasi, PGRI Kabupaten Probolinggo optimistis dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi penerus yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
