Pemkab Probolinggo Gelar Rakorev Progres Kegiatan OPD Tahun 2026, Bupati Haris Tekankan Dampak Nyata Untuk Masyarakat

0
IMG-20260218-WA0093-1536x1152
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Dalam rangka mengukur capaian program serta memastikan arah pembangunan tetap sesuai visi daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar rapat koordinasi, evaluasi dan paparan progres pelaksanaan kegiatan Perangkat Daerah tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (18/2/2026), dan diikuti seluruh pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Rakorev ini menjadi agenda strategis bagi Pemkab Probolinggo untuk menilai sejauh mana program-program pembangunan yang telah dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antar perangkat daerah agar setiap program berjalan selaras dan terintegrasi.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto serta Ketua TP2D Kabupaten Probolinggo Khoirul Anwar.

Dalam arahannya, Bupati Haris menegaskan bahwa evaluasi satu tahun pemerintahan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan momentum refleksi menyeluruh untuk memastikan perubahan nyata benar-benar dirasakan masyarakat.

“Evaluasi ini bukan hanya laporan angka di atas kertas. Kita ingin memastikan ada perubahan konkret yang dirasakan warga,” katanya.

Menurutnya, pemerintahan yang baik tidak hanya dinilai dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, namun dari dampak yang muncul di tengah masyarakat. Oleh karena itu, setiap OPD harus mampu menunjukkan hasil kerja yang terukur dan relevan dengan kebutuhan warga.

Bupati Haris juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga mampu membangun tim kerja yang solid serta menghadirkan inovasi di masing-masing sektor.

“Kepala OPD itu adalah CEO di bidangnya masing-masing. Tidak cukup hanya pintar secara teknis, tetapi juga harus mampu mengelola manusia, membangun tim dan menghadirkan perubahan nyata,” jelasnya.

Lebih lanjut, evaluasi satu tahun pemerintahan ini harus selaras dengan lima pilar visi pembangunan daerah yang menjadi arah utama Pemkab Probolinggo, yaitu SAE Pemerintahan, SAE Ekonomi, SAE Pendidikan dan Kesehatan, SAE Infrastruktur serta SAE Sosial.

Kelima pilar tersebut menjadi dasar dalam menjalankan seluruh program pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas layanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, perbaikan sektor pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur hingga penguatan sosial kemasyarakatan.

Bupati Haris meminta seluruh OPD menyampaikan laporan berbasis data terukur serta menunjukkan dampak langsung bagi masyarakat.

“Semua OPD harus bicara dengan angka, bicara tentang dampak dan perubahan. Bukan hanya aktivitas,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Haris juga menekankan pentingnya keterbukaan dan kejujuran dalam melihat kekurangan serta tantangan yang dihadapi selama satu tahun pemerintahan berjalan. Menurutnya, evaluasi justru menjadi ruang untuk memperbaiki kelemahan dan memperkuat langkah ke depan.

“Berani jujur terhadap kekurangan. Pemerintahan gagal bukan karena ada masalah, tapi karena tidak mau melihat masalah,” terangnya.

Ia juga mengingatkan bahwa membangun daerah tidak bisa hanya dilakukan oleh Bupati dan OPD semata, tetapi harus melibatkan masyarakat secara luas. Partisipasi publik dan swadaya masyarakat menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan.

“Swadaya masyarakat harus kita apresiasi. Pemerintah harus hadir sebagai penggerak dan fasilitator pembangunan,” tambahnya.

Bupati Haris menegaskan bahwa tahun pertama pemerintahan merupakan fase fondasi dan konsolidasi. Sementara tahun kedua harus menjadi fase percepatan dengan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kita harus masuk fase percepatan dan impact. Bukan hanya kegiatan, tapi perubahan yang dirasakan warga. Saya meminta penguatan kolaborasi lintas OPD dan penghapusan ego sektoral,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan hanya bisa dicapai jika seluruh perangkat daerah mampu bekerja bersama, saling mendukung, serta menghilangkan sekat-sekat kepentingan sektoral.

Selain evaluasi internal, Bupati Haris turut menekankan pentingnya strategi komunikasi publik. Ia meminta setiap OPD memiliki tim kreatif untuk mendokumentasikan kinerja dan menyampaikannya melalui media terpusat di Dinas Kominfo.

“Saya meminta setiap OPD memiliki tim kreatif untuk mendokumentasikan kinerja dan menyampaikannya melalui media yang terpusat di Dinas Kominfo,” ujarnya.

Hal ini penting agar masyarakat dapat mengetahui secara transparan apa saja yang telah dikerjakan pemerintah daerah serta memahami proses pembangunan yang sedang berjalan.

Di akhir arahannya, Bupati Haris menegaskan pesan kunci kepada masyarakat yang dirumuskan dalam empat kalimat sederhana namun bermakna kuat.

“Kami mendengar. Kami bekerja. Kami masih berproses dan belajar. Dan kami akan berakselerasi,” pungkasnya.

Melalui rakorev ini, Pemkab Probolinggo berharap seluruh OPD semakin solid dalam menjalankan program-program prioritas daerah serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, inovatif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!