Gerak Cepat Di Tengah Musibah, Dinsos Kabupaten Probolinggo Salurkan Logistik Ke Empat Kecamatan

0
IMG-20260219-WA0122
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Serangkaian bencana alam yang meliputi kebakaran, banjir, puting beliung hingga longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo pada Senin (17/02/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Menindaklanjuti laporan yang diterima pada 19 Februari 2026, Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo langsung bergerak cepat melakukan asesmen dan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memastikan penanganan darurat serta distribusi bantuan kepada warga terdampak dapat segera terlaksana.

Bencana tersebut melanda beberapa titik, di antaranya Desa Banjarsawah Dusun Krajan 01/01 Kecamatan Tegalsiwalan, Desa Jorongan Dusun Krajan 03/05 dan 01/01 Kecamatan Leces, Desa Sukodadi Dusun Kebun 21/05 Kecamatan Paiton serta Dusun Puncaksari 16/05 Desa Sapih Kecamatan Lumbang. Kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menjadi pemicu utama terjadinya banjir, longsor dan kerusakan rumah warga.

Sejumlah warga terdampak di antaranya Asri (Banjarsawah), Nurhadi, Ridwan dan Samsul (Jorongan), Kandar (Sukodadi) serta Misto (Lumbang). Dari hasil asesmen lapangan, kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi paket sembako, pakaian anak (kids wear), selimut, tenda gulung, kasur lipat serta lauk pauk siap saji untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban.

Dalam proses penanganan, Dinsos bersinergi bersama unsur Taruna Siaga Bencana (Tagana), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah desa setempat, Forkopimka serta masyarakat. Distribusi bantuan sosial dilakukan secara langsung ke lokasi terdampak agar kebutuhan warga segera terpenuhi. Dapur umum tidak didirikan karena kondisi di lapangan masih dapat ditangani secara mandiri oleh warga dengan dukungan logistik yang telah disalurkan.

Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo, Rachmad Hidayanto, mengatakan bahwa penanganan dilakukan sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo dengan mengedepankan prinsip kolaborasi dan respons cepat.

“Begitu laporan masuk, tim langsung melakukan asesmen lapangan dan berkoordinasi dengan lintas OPD serta pemerintah desa setempat. Prinsip kami dalam Pelayanan Sae Sosial adalah cepat responnya, jelas prosesnya dan terasa manfaatnya,” ujarnya.

Berdasarkan hasil asesmen, kebakaran di Desa Banjarsawah dipicu oleh lilin yang dinyalakan saat terjadi pemadaman listrik. Sementara hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di sejumlah titik dan memicu longsor yang menimpa rumah milik Misto di Kecamatan Lumbang. Angin kencang juga dilaporkan merusak beberapa bagian rumah warga di wilayah terdampak.

“Total kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah dengan estimasi kerusakan per lokasi berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 500 juta. Namun, tidak ada laporan kerusakan fasilitas umum dalam kejadian tersebut,” jelas Rachmad.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan penanganan bencana agar bantuan dapat segera diterima masyarakat yang terdampak. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, relawan, aparat kewilayahan dan masyarakat sangat menentukan efektivitas respons darurat.

“Kolaborasi ini penting agar penanganan lebih efektif dan tepat sasaran. Kami memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan dan terus memantau perkembangan di lapangan,” tegasnya.

Dinsos Kabupaten Probolinggo juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Pemerintah daerah melalui OPD terkait akan terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan guna meminimalisir dampak bencana serta memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!