Kapolres Probolinggo Kota Siapkan Langkah Preventif Sambut Idul Fitri 1447 Hijriyah Tahun 2026

0
1771484017_375c6398bbef5cf5f915
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Upaya memperkuat keamanan dan ketertiban di Kota Probolinggo kembali diwujudkan melalui forum Sinergitas Forkopimda yang berlangsung di Puri Manggala Bhakti, Kamis (19/2). Pertemuan tersebut menghadirkan sekitar 150 peserta dari berbagai unsur, mulai Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, camat hingga kepala perangkat daerah. Forum ini menjadi wadah konsolidasi bersama guna memastikan situasi kota tetap aman dan kondusif, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam paparannya, Kapolres Probolinggo Kota Rico Yumasri menyampaikan gambaran situasi kamtibmas sepanjang tahun 2025. Ia mengungkapkan terdapat tiga jenis kejahatan yang menjadi perhatian utama jajaran kepolisian, yakni tindak pidana terhadap perempuan dan anak, kejahatan jalanan yang dikenal dengan istilah 3C (curat, curas dan curanmor), serta penyalahgunaan narkoba. Meski secara statistik beberapa kasus menunjukkan tren penurunan dibanding tahun sebelumnya, namun potensi kerawanan tetap harus diantisipasi secara serius.

Menurutnya, tindak pidana terhadap perempuan dan anak memerlukan perhatian khusus karena menyangkut perlindungan kelompok rentan. Begitu pula dengan kejahatan jalanan yang kerap menimbulkan keresahan masyarakat, serta peredaran narkoba yang berdampak luas terhadap generasi muda dan stabilitas sosial.

Kapolres menekankan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak warga untuk berperan aktif sebagai capable guardian atau penjaga lingkungan di wilayah masing-masing. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling), pemasangan CCTV di titik-titik rawan, serta peningkatan koordinasi dengan polisi RW maupun Bhabinkamtibmas.

“Ramadan dan Idul Fitri, potensi kerawanan seperti pencurian rumah kosong, penipuan hingga kejahatan jalanan menjadi fokus antisipasi. Jangan sampai kita menyiapkan diri sebagai target. Mari kita perkuat pengawasan di lingkungan masing-masing. Selain itu, kami ingatkan untuk selalu berperan dalam pentingnya tertib lalu lintas sebagai bagian dari citra Kota Probolinggo yang ingin naik kelas,” serunya.

Ia juga menambahkan bahwa momentum Ramadan biasanya diiringi peningkatan aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan ibadah, belanja kebutuhan pokok hingga arus mudik. Kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan apabila kewaspadaan melemah. Oleh karena itu, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah dan masyarakat harus semakin diperkuat.

Dari unsur penegak hukum, Kepala Kejaksaan Negeri Lilik Setyawan menekankan pentingnya pengawasan di sejumlah pintu masuk distribusi barang dan mobilitas orang. Ia menyoroti perlunya penguatan pengawasan di pelabuhan, bandara dan kantor pos guna mencegah potensi pelanggaran hukum seperti perdagangan orang, peredaran barang terlarang hingga ancaman terorisme.

“Pengawasan di pelabuhan, bandara dan kantor pos penting untuk mencegah potensi pelanggaran, mulai dari perdagangan orang hingga peredaran barang berbahaya,” jelasnya.

Melalui forum sinergitas ini, seluruh unsur Forkopimda dan elemen masyarakat diharapkan dapat memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta merumuskan langkah antisipatif yang lebih terarah. Sinergitas yang terjalin tidak boleh berhenti pada forum diskusi, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.

Dengan kolaborasi yang solid dan partisipasi aktif masyarakat, Kota Probolinggo diharapkan tetap aman, tertib dan kondusif, sehingga warga dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan rasa tenang dan nyaman.

Penulis : Sayful

    Editor : Yuris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!