Musrenbang Di Kecamatan Gending Selaraskan Aspirasi Desa Dengan Arah Pembangunan Kabupaten Probolinggo

0
IMG-20260220-WA0034
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Komitmen memperkuat arah pembangunan yang partisipatif kembali ditegaskan Pemerintah Kecamatan Gending melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2027. Forum strategis tersebut digelar di Pendopo Kantor Kecamatan Gending pada Kamis (19/2/2026) sebagai wadah menyerap dan menyelaraskan aspirasi masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan tahun mendatang.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Gending Winda Permata Erianti bersama unsur Forkopimka Gending, jajaran Pemerintah Kecamatan Gending, pemerintah desa se-Kecamatan Gending, lembaga kemasyarakatan, lembaga pendidikan, organisasi sosial keagamaan serta perwakilan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam Musrenbang kali ini, sejumlah prioritas pembangunan daerah Tahun 2027 menjadi fokus pembahasan. Mulai dari percepatan pemerataan infrastruktur dasar, peningkatan akses layanan dasar yang berkualitas dan berkelanjutan, penguatan ketahanan pangan dan ekonomi kreatif, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), kesetaraan gender hingga penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Camat Gending Winda Permata Erianti menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan forum strategis untuk memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

“Musrenbang ini adalah ruang bersama untuk menyelaraskan aspirasi desa dengan prioritas pembangunan daerah. Kami ingin setiap usulan benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat dan mendukung arah kebijakan Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Ia menjelaskan, percepatan pemerataan infrastruktur dasar seperti pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, pengelolaan sumber daya air, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), drainase hingga penguatan jaringan telekomunikasi menjadi fokus utama pada Tahun 2027. Selain itu, digitalisasi pelayanan publik di tingkat kecamatan dan desa juga menjadi target yang akan dilakukan secara bertahap.

“Kita ingin layanan publik semakin mudah, cepat dan transparan melalui digitalisasi. Ini bagian dari komitmen menuju tata kelola pemerintahan yang modern dan akuntabel,” tegasnya.

Di sektor layanan dasar, Kecamatan Gending turut mendorong pengelolaan persampahan berbasis ekonomi sirkular, optimalisasi sistem air limbah domestik, peningkatan akses kesehatan dan pendidikan, serta penguatan perlindungan masyarakat dan kesiapsiagaan bencana. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

Salah satu program unggulan yang kembali ditekankan adalah GAS MASS!! (Gending Atasi Sampah Masyarakat Asri Sehat Sejahtera). Program ini mendorong setiap desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk membentuk unit bank sampah sebagai bagian dari penguatan ekonomi sirkular di tingkat desa.

“Kami mengarahkan desa-desa untuk mengusulkan bantuan hibah peralatan dan perlengkapan pengelolaan persampahan. Harapannya, bank sampah tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Dari sisi pengusulan, tercatat sebanyak 91 usulan masuk dalam Musrenbang Kecamatan Gending Tahun 2027. Rinciannya, 36 usulan berasal dari kepala desa dan 55 usulan dari lembaga. Desa Randupitu menjadi desa dengan jumlah usulan terbanyak, yakni 13 usulan. Sementara itu, masih terdapat empat desa yang belum menyampaikan usulan, yakni Pesisir, Bulang, Sebaung dan Banyuanyar Lor.

Winda berharap seluruh desa dapat memaksimalkan kesempatan pengajuan usulan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) hingga batas waktu 28 Februari 2026 dengan kuota maksimal 12 usulan per desa sesuai Daftar Usulan RKP hasil Musrenbangdes.

“Kami masih membuka ruang bagi desa yang belum mengusulkan agar segera berkoordinasi. Partisipasi aktif seluruh desa sangat penting agar pembangunan lebih merata dan tidak ada wilayah yang tertinggal,” tandasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan komitmen bersama dalam mengawal setiap usulan agar tetap selaras dengan kemampuan keuangan daerah serta skala prioritas pembangunan.

“Musrenbang bukan hanya soal banyaknya usulan, tetapi tentang kualitas dan dampaknya bagi masyarakat. Mari kita kawal bersama agar pembangunan 2027 benar-benar membawa manfaat nyata bagi warga Kecamatan Gending,” pungkasnya.

Musrenbang RKPD Tahun 2027 ini dilaksanakan secara serentak di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo sebagai bagian dari tahapan penyusunan perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif dan berkelanjutan.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!