180 Tenant Aktif, GOR Ahmad Yani Kian Kokoh Jadi Pusat Kuliner Kota Probolinggo 

0
IMG_20260221_201356
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Semarak menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah terasa begitu kental di Kota Probolinggo. Pemerintah Kota Probolinggo resmi membuka kegiatan Ramadan Fest, War Takjil dan Pasar Murah Tahun 2026 pada Sabtu (21/2) di Sentra Wisata Kuliner GOR Ahmad Yani. Pembukaan kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh Aminuddin yang hadir menyapa masyarakat dan para pelaku usaha, meski langit sore itu tampak mendung.

Sejak menjelang waktu berbuka, kawasan sentra kuliner mulai dipadati pengunjung dari berbagai kalangan. Anak-anak, remaja hingga orang tua terlihat antusias berburu aneka takjil yang tersaji di puluhan stan. Ragam menu tradisional seperti kolak, lupis, cenil, hingga aneka gorengan berpadu dengan minuman segar dan makanan kekinian, menciptakan suasana Ramadan yang hangat dan penuh kebersamaan.

Salah satu pengunjung, Siti Aisyah, mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. “Tempatnya nyaman dan bersih. Pilihan takjilnya banyak dan harganya terjangkau. Sekalian bisa belanja di pasar murah juga, jadi lebih hemat,” ujarnya.

Tak hanya pengunjung, para pelaku UMKM pun merasakan dampak positif dari kegiatan ini. Salah satu peserta War Takjil menyampaikan rasa syukurnya karena diberikan kesempatan berjualan di lokasi yang strategis dan ramai pengunjung. “Alhamdulillah, semoga pengunjung ramai setiap harinya dan penjualan meningkat. Terima kasih kepada Pemkot yang sudah memberikan wadah untuk kami berkembang,” ungkapnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan Kota Probolinggo, Slamet Swantoro, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yakni menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama Ramadan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku usaha lokal.

“Dilaksanakan mulai 21 Februari hingga 14 Maret 2026. Pasar murah diikuti 12 peserta yang terdiri dari BUMN, perbankan, perusahaan swasta dan pelaku usaha Kota Probolinggo. Sementara untuk Ramadan Fest dan War Takjil diikuti kurang lebih 70 peserta,” jelasnya.

Pasar murah menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur dan bahan pangan lainnya dengan harga yang lebih terjangkau. Upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi kenaikan kebutuhan konsumsi selama Ramadan sekaligus menjadi langkah konkret pengendalian inflasi daerah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk sponsor dan mitra yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan selama tiga pekan penuh tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Alhamdulillah, kegiatan Ramadan Fest dan War Takjil tahun ini dapat berlangsung selama tiga minggu tanpa menggunakan APBD. Ini berkat dukungan sponsorship dan kolaborasi semua pihak. Ini bukti bahwa sinergi dapat menghadirkan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menuturkan, Sentra Kuliner GOR Ahmad Yani kini semakin berkembang sebagai pusat kuliner Kota Probolinggo dengan total 180 tenant yang aktif setiap hari. Keberadaan Ramadan Fest dan pasar murah semakin memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai ruang publik yang produktif dan representatif bagi kegiatan ekonomi rakyat.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin juga menginformasikan bahwa Kota Probolinggo terpilih sebagai salah satu dari 34 kabupaten/kota se-Indonesia yang dinilai berhasil dalam pengelolaan kebersihan dan sampah dari total 518 daerah partisipan. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan akan disertai sertifikat serta dukungan insentif.

“Predikat ini harus kita jaga bersama. Saya mengimbau seluruh pengunjung dan tenant untuk tetap menjaga kebersihan dan keindahan sentra kuliner ini. Penghargaan ini terus dipantau dan bisa saja dicabut jika tidak kita pertahankan,” tegasnya.

Selain mendorong pertumbuhan UMKM, kegiatan Ramadan Fest dan Pasar Murah ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Berdasarkan data, inflasi Kota Probolinggo pada Februari tercatat sebesar 3,4 persen. Pemerintah menargetkan melalui intervensi pasar dan kolaborasi lintas sektor, angka tersebut dapat ditekan hingga 2,75 persen menjelang Lebaran.

Wali Kota Probolinggo dr Aminuddin menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, pemerintah ingin memastikan roda perekonomian tetap bergerak, daya beli masyarakat terjaga dan angka kemiskinan dapat ditekan secara bertahap.

“Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, kita berharap peningkatan perekonomian serta penurunan angka kemiskinan di Kota Probolinggo dapat benar-benar terwujud. Ramadan harus menjadi momentum memperkuat solidaritas sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!