Keamanan Jadi Prioritas, Pemkab Probolinggo Benahi Layanan Wisata Bromo

0
79df88c6-087c-41b3-b575-77d9840ce849
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Upaya menjaga citra pariwisata daerah terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), digelar rapat koordinasi (rakor) bersama desa-desa penyangga untuk membahas penataan keamanan dan peningkatan pelayanan wisata di kawasan Gunung Bromo, Kamis (19/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Wisma Utjik Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.

Desa penyangga yang terlibat dalam rakor ini meliputi Desa Ngadisari, Wonotoro, Jetak, Ngadas, Wonokerto dan Ngadirejo. Rakor tersebut menjadi langkah strategis untuk menata ulang sekaligus mengembalikan situasi keamanan dan kenyamanan wisatawan di destinasi unggulan Kabupaten Probolinggo.

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi, Kapolsek Sukapura, jajaran Kecamatan Sukapura, para kepala desa kawasan penyangga, operator jeep wisata serta tokoh masyarakat. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat sistem pengamanan kawasan wisata yang menjadi magnet utama kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Rapat koordinasi ini kami gelar sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan kawasan Gunung Bromo tetap aman, tertib dan nyaman bagi wisatawan. Kami tidak ingin kejadian yang merugikan wisatawan terulang kembali,” ujarnya.

Menurut Heri, pihaknya bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi penataan parkir, pengawasan hingga penguatan regulasi bagi pelaku jasa wisata.

“Kami akan menata ulang titik parkir resmi, meningkatkan patroli gabungan serta mendorong pemasangan CCTV di titik-titik rawan. Selain itu, aturan bagi pengemudi dan pelaku jasa wisata juga akan kami pertegas agar pelayanan kepada wisatawan semakin profesional,” tegasnya.

Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa kejadian kehilangan barang milik wisatawan asal Thailand beberapa waktu lalu telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan saat ini masih dalam proses penanganan oleh Polres Probolinggo. Pemerintah daerah memastikan kasus tersebut menjadi evaluasi bersama agar sistem pengamanan kawasan wisata semakin diperkuat.

Heri menghimbau seluruh pelaku wisata untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat sistem pelaporan apabila terjadi insiden di lapangan.

“Koordinasi dan komunikasi harus berjalan cepat dan terintegrasi. Setiap kejadian di lapangan harus segera dilaporkan agar dapat ditangani dengan sigap oleh aparat maupun instansi terkait,” tambahnya.

Rakor ini turut menekankan pentingnya sinergitas antara pelaku wisata, pemerintah desa, unsur Forkopimka, Disporapar hingga OPD terkait lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai krusial untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan wisatawan sekaligus mempertahankan citra Kabupaten Probolinggo sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

Dengan penguatan pengawasan, penataan sistem parkir, peningkatan patroli serta dukungan teknologi pengamanan, Pemkab Probolinggo optimistis kawasan Gunung Bromo akan tetap menjadi destinasi yang aman, tertib dan terpercaya.

“Keamanan kawasan wisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis Gunung Bromo akan tetap menjadi destinasi yang aman dan dipercaya wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!