Wali Kota Probolinggo dr Aminuddin Tegaskan Konsep BERSOLEK Dimulai Dari Rumah Tangga

0
ad0b8010-96a4-4e4f-9fe0-ac6772758937
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Persoalan sampah di wilayah perkotaan terus menjadi isu strategis yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan. Peningkatan jumlah penduduk, pertumbuhan kawasan permukiman, serta aktivitas ekonomi yang kian dinamis berbanding lurus dengan volume sampah yang dihasilkan setiap hari. Jika tidak dikelola secara sistematis dan terpadu, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, hingga membebani kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Oleh karena itu, dibutuhkan perubahan pola pikir bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang dapat dikelola dan dimanfaatkan secara produktif.

Kesadaran kolektif inilah yang terus didorong oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo melalui berbagai program edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi konsep pengembangan pengelolaan sampah terpadu skala kawasan pada Jumat (20/2) di Puri Manggala Bakti. Kegiatan ini menyasar pemangku wilayah, kader kecamatan dan kelurahan, serta unsur kelembagaan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menggerakkan perubahan di lingkungan masing-masing.

Kepala DLH, Retno Wandansari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap kebijakan dan konsep pengelolaan sampah terpadu berbasis kawasan. Menurutnya, pendekatan skala kawasan dinilai lebih efektif karena melibatkan peran aktif masyarakat secara langsung, mulai dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan RT dan RW. “Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai kebijakan dan konsep pengelolaan sampah terpadu berbasis kawasan,” ujarnya.

Dalam sosialisasi itu, peserta tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga dibekali pemahaman praktis mengenai cara memilah sampah organik dan anorganik, pengolahan kompos, hingga potensi daur ulang yang bernilai ekonomi. Diharapkan, TP-PKK dan kader kelurahan dapat menjadi motor penggerak dalam mengedukasi warga agar terbiasa memilah sampah sejak dari sumbernya. Dengan demikian, volume sampah yang dibuang ke TPA dapat ditekan secara signifikan.

Lebih jauh, konsep pengelolaan sampah berbasis kawasan juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos untuk mendukung penghijauan dan ketahanan pangan keluarga, sementara sampah anorganik dapat dikelola melalui bank sampah atau kerja sama dengan pihak daur ulang. Pola ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menegaskan bahwa pengembangan pengelolaan sampah terpadu skala kawasan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan tata kelola kota yang lebih baik. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari camat, lurah, RW, RT hingga masyarakat, untuk bersama-sama merealisasikan konsep “BERSOLEK” sebagai gerakan kolektif berbasis kawasan.

“Konsep ini menjadi tanggung jawab bersama. Kalau betul-betul dari masing-masing pribadi peduli dan mawas diri terkait kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah, mindset bisa dikembangkan mulai dari kawasan terkecil rumah tangga. Jika dilakukan bersama-sama, bukan main dampaknya,” tegasnya.

Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Ketika setiap rumah tangga disiplin dalam memilah dan mengurangi sampah, maka beban pengangkutan dan penanganan di hilir akan jauh lebih ringan. Selain itu, kesadaran menjaga kebersihan juga akan menciptakan lingkungan yang nyaman, asri, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK dr. Evariani, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Budiono Wirawan. Selain camat dan lurah, sosialisasi juga diikuti Ketua PKK kecamatan dan kelurahan serta Ketua LPM se-Kota Probolinggo, yang diharapkan mampu menindaklanjuti hasil kegiatan ini melalui aksi nyata di wilayah masing-masing.

Dengan adanya sosialisasi ini, Pemerintah Kota Probolinggo optimistis pengelolaan sampah berbasis kawasan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun budaya baru yang lebih peduli terhadap lingkungan, sehingga Kota Probolinggo dapat tumbuh sebagai kota yang bersih, sehat, dan berdaya saing melalui pengelolaan sampah yang inovatif dan bernilai ekonomi.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!