Dinkes Kabupaten Probolinggo Perkuat Program Prioritas Nasional Di Puskesmas Paiton

0
IMG-20260227-WA0052
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus digencarkan. Kali ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo memberikan pembinaan langsung kepada Puskesmas Paiton, Kamis (26/2/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari penguatan implementasi program prioritas nasional kesehatan 2020–2024 yang kini berlanjut pada periode 2025–2029. Sebuah estafet kebijakan yang tak boleh terputus, sebab urusannya bukan sekadar angka, melainkan nyawa dan masa depan.

Program prioritas tersebut bertumpu pada lima pilar utama. Mulai dari penurunan angka kematian ibu (AKI) dan bayi, penanggulangan stunting, peningkatan cakupan imunisasi, penanganan TBC, hingga pengendalian penyakit tidak menular seperti jantung, stroke dan diabetes.

Lima pilar itu ibarat fondasi rumah besar bernama kesehatan masyarakat. Jika satu retak, yang lain ikut goyah. Karena itu, penguatan di lini pelayanan dasar seperti puskesmas menjadi sangat krusial.

Pembinaan dipimpin langsung Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo, Hariawan Dwi Tamtomo, didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Sri Wahyu Utami, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Sri Rusminah serta Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nina Kartika.

Kehadiran tim Dinkes disambut hangat oleh Kepala Puskesmas Paiton, Duwi Purwadji, bersama jajaran tenaga kesehatan, para bidan dan kader posyandu. Ruang pertemuan siang itu terasa penuh semangat diskusi mengalir, catatan demi catatan ditorehkan, evaluasi dibuka tanpa sekat.

Dalam arahannya, Hariawan menegaskan harapan besar agar tidak ada lagi kematian ibu maupun bayi di wilayah kerja Puskesmas Paiton.

“Kami berharap tidak ada kematian ibu dan bayi di wilayah kerja Puskesmas Paiton. Layanan kesehatan prioritas harus terus ditingkatkan dan seluruh tenaga kesehatan harus bersinergi,” ujarnya.

Secara khusus, Hariawan mengingatkan para bidan desa untuk menjalankan tugas dan wewenang sesuai regulasi, yakni Permenkes Nomor 28 Tahun 2017 dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2019.

Tugas tersebut mencakup pelayanan kesehatan ibu mulai dari antenatal (ANC), persalinan (INC), hingga nifas (PNC). Termasuk pula pelayanan bayi dan balita seperti imunisasi, pelayanan keluarga berencana (KB) serta kesehatan reproduksi.

Tak berhenti di ruang praktik, bidan desa juga memegang peran penting dalam pemberdayaan masyarakat melalui Posyandu, edukasi kesehatan, pencatatan dan pelaporan serta rujukan kasus yang memerlukan penanganan lanjutan. Semua itu dilakukan di bawah koordinasi kepala puskesmas demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Di balik seragam putih dan stetoskop yang tergantung di leher, ada tanggung jawab besar yang dipanggul—diam-diam, tapi menentukan.

Sementara itu, Duwi Purwadji menyampaikan apresiasi atas pembinaan yang diberikan Dinkes Kabupaten Probolinggo.

“Alhamdulillah kami sampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Kepala Dinkes bersama jajaran kabid yang berkenan meluangkan waktu hadir di Puskesmas Paiton. Banyak masukan dan arahan yang Insya Allah menjadi penyemangat kami untuk berbenah dan evaluasi demi kemajuan Puskesmas Paiton,” ungkapnya.

Ia memaparkan, saat ini jumlah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Paiton mencapai 411 orang. Dari jumlah tersebut, 208 masuk kategori risiko tinggi. Sebanyak 50 ibu hamil mengalami kekurangan energi kronis (KEK), 60 mengalami anemia dan 33 telah menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal.

Angka-angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya ada wajah-wajah ibu yang tengah berjuang menjaga dua nyawa sekaligus.

Selain penguatan program, Duwi juga berharap adanya penambahan tenaga bidan. Pasalnya, satu bidan akan memasuki masa pensiun tahun ini dan dua lainnya dijadwalkan pensiun pada 2027.

“Untuk itu kami berharap ada kebijakan penambahan tenaga bidan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” pungkasnya.

Di tengah tantangan yang kian kompleks, sinergi dan komitmen menjadi kunci. Sebab kesehatan bukan sekadar layanan, melainkan janji bersama janji untuk menjaga kehidupan tetap menyala, dari kandungan hingga usia senja.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!