Pemkot Dan DPRD Gelar Dialog Interaktif Bersama 50 Ormas, Perkuat Sinergi Bangun Kota Probolinggo
Probolinggo, Radarpatroli
Pemerintah Kota Probolinggo bersama DPRD setempat menggelar dialog interaktif dengan 50 organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Kota Probolinggo di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Jumat (27/2). Forum ini menjadi ruang temu antara pemerintah daerah, legislatif, dan unsur masyarakat untuk menyamakan langkah dalam pembangunan.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, dan turut dihadiri Ketua DPRD Dwi Laksmi Syntha kusumawardani, kepala perangkat daerah, serta para pimpinan ormas.
Dalam sambutannya, wali kota menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diraih Kota Probolinggo sebagai kota menuju kategori kota bersih. Capaian tersebut, menurutnya, sejalan dengan program prioritas pemerintah daerah yang dikenal dengan akronim BERSOLEK.
“Kita bangga mendapatkan penghargaan menuju kota bersih. Ini selaras dengan program kita, BERSOLEK. Program ini juga sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto melalui program ASRI, yang secara substansi memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebersihan bukan sekadar soal estetika kota, tetapi berkaitan erat dengan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.

Salah satu fokus utama yang disampaikan wali kota adalah pengendalian sampah plastik. Aminuddin menyebut, tren kandungan mikroplastik di Kota Probolinggo menunjukkan penurunan, sebagai hasil dari upaya pengelolaan sampah yang lebih sistematis.
“Kita sedang berperang melawan sampah plastik. Jika ini bisa kita kendalikan, masyarakat akan lebih sehat dan risiko penyakit bisa dicegah,” jelasnya.
Ia mencontohkan negara seperti Jepang, yang menjadikan kebersihan sebagai budaya dan berhasil menekan dampak limbah plastik secara signifikan. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program pengelolaan sampah.
Selain isu kebersihan, Pemerintah Kota Probolinggo juga memperkuat strategi branding daerah. Aminuddin mengungkapkan bahwa konsep “A City of Terrace” telah dipresentasikan di tingkat internasional, dengan positioning Kota Probolinggo sebagai teras menuju kawasan wisata Gunung Bromo.
“Kita ingin menjadikan Kota Probolinggo sebagai terasnya Bromo. Branding ini bertujuan meningkatkan daya tarik investasi dan pariwisata, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan, yang saat ini telah turun sebesar 0,69 persen,” terangnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi daerah juga tercermin dari data Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan yang menunjukkan Kota Probolinggo termasuk daerah dengan pertumbuhan kredit ekonomi cukup tinggi. Indikator tersebut dinilai positif bagi geliat usaha masyarakat.
Dalam dialog tersebut, wali kota juga memaparkan rencana pengembangan sektor peternakan sebagai salah satu penguatan ekonomi lokal. Salah satu komoditas yang tengah dikaji adalah budidaya burung puyuh.
“Burung puyuh memiliki potensi ekonomi yang baik karena dalam waktu dua minggu sudah dapat bertelur. Ini peluang usaha yang cepat berputar dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Program ini diharapkan membuka lapangan usaha baru, terutama bagi pelaku UMKM dan kelompok masyarakat produktif.
Aminuddin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix, yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. Menurutnya, pembangunan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan semua pihak.
“Kita ingin membangun komunikasi yang kuat melalui dialog seperti ini. Semua pihak harus mengambil peran. Ini membutuhkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, inklusif, dan transparan, termasuk dalam realisasi anggaran yang telah kita launching,” tegasnya.

Dialog berlangsung interaktif. Sejumlah perwakilan ormas menyampaikan masukan, salah satunya mengapresiasi program ASRI namun menekankan perlunya strategi konkret untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
Usulan lomba kebersihan antar kampung serta program berkelanjutan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu ide yang mengemuka dalam forum tersebut.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Probolinggo menyatakan siap menindaklanjuti berbagai masukan konstruktif dari masyarakat dan memperkuat program berbasis partisipasi.
Melalui dialog ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan organisasi kemasyarakatan semakin solid dalam mewujudkan Kota Probolinggo yang bersih, maju, dan sejahtera.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
