Wali Kota Probolinggo Tekankan Disiplin Dan Hormat Orang Tua Saat Luncurkan Program Di SMPN 8

0
WhatsApp Image 2026-02-27 at 12_17_26
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat pembangunan karakter generasi muda melalui dunia pendidikan. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan peluncuran program Gerakan Sekolah Mengaji dan Gerakan Sekolah Berbagi yang dipusatkan di SMP Negeri 8 Probolinggo, Jumat (27/2).

Peluncuran program dilakukan langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, yang ditandai dengan penandatanganan program Remaja Musala Teman Sebaya (Remus Baya). Kegiatan tersebut disaksikan jajaran pejabat daerah serta para pemangku kepentingan pendidikan se-Kota Probolinggo.

Turut hadir dalam acara tersebut Asisten Administrasi Umum Agus Efendi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siti Romlah, Kepala Kementerian Agama Didik Kurniawan, Camat Wonoasih Eko Candra, para pengawas dan penilik sekolah, kepala SMP negeri se-Kota Probolinggo, perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD, serta pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI).

Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin mengajak seluruh peserta didik menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter dan peningkatan kualitas diri. Ia menekankan pentingnya disiplin, terutama dalam memanfaatkan waktu secara produktif, termasuk pada sepertiga malam untuk belajar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menurutnya, keberhasilan di masa depan sangat ditentukan oleh keteguhan dalam memegang cita-cita, kemampuan beradaptasi dengan perubahan, serta sikap hormat kepada orang tua dan guru.

“Keberhasilan masa depan sangat bergantung pada keteguhan cita-cita, kemampuan adaptasi serta rasa hormat yang mendalam kepada orang tua,” ujarnya.

Wali kota Probolinggo dr. Aminuddin juga menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang kuat dan berakhlak. Ia mengingatkan bahwa tantangan generasi muda ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan fondasi moral dan spiritual yang kokoh.

Lebih lanjut, Aminuddin menjelaskan bahwa semangat “Probolinggo Bersolek’ bukan hanya sebatas memperindah wajah kota secara fisik, tetapi juga memperindah karakter warganya, terutama generasi muda.

Menurutnya, kota yang bersih dan tertata harus diiringi dengan masyarakat yang memiliki hati bersih, sikap ramah, kreativitas tinggi, serta daya saing kuat dalam menyongsong Generasi Emas 2045.

“Bersolek itu bukan hanya soal lingkungan yang rapi, tetapi juga tentang membangun generasi yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Siti Romlah dalam laporannya menyampaikan bahwa Gerakan Sekolah Mengaji dan Gerakan Sekolah Berbagi akan dilaksanakan secara serentak di seluruh satuan pendidikan di Kota Probolinggo selama bulan Ramadan.

Program ini mencakup jenjang PAUD, kelompok bermain, TK, SD, SMP hingga PKBM. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembiasaan membaca Al-Qur’an, tadarus bersama, kajian keagamaan, hingga kegiatan sosial berupa pengumpulan dan penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat sekitar sekolah.

“Inisiatif ini bertujuan meningkatkan keimanan melalui kegiatan mengaji serta menumbuhkan empati melalui penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat sekitar. Program ini akan berjalan serentak di seluruh satuan pendidikan selama bulan suci Ramadan,” jelasnya.

Menurutnya, Gerakan Sekolah Berbagi menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa untuk memahami nilai kepedulian sosial. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diajak tidak hanya memahami konsep berbagi secara teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung di tengah masyarakat.

Acara peluncuran berlangsung semarak dan inspiratif. Penampilan mendongeng bertema pendidikan karakter anti-bullying dibawakan oleh Yuko Putri, juara 1 lomba mendongeng dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia Desember 2025. Materi dongeng yang disampaikan menekankan pentingnya sikap saling menghargai, menolak perundungan, dan membangun pertemanan yang sehat di lingkungan sekolah.

Para siswa juga mempersembahkan Tari Selamat Datang Kudaran sebagai bentuk penghormatan kepada tamu undangan. Selain itu, kegiatan mengaji bersama Surah Al-Mulk menambah suasana religius yang khidmat dan penuh kekhusyukan.

Di area pintu gerbang sekolah, berbagai prestasi membanggakan turut dipamerkan. Di antaranya penghargaan Adiwiyata Nasional 2025 dari Menteri Lingkungan Hidup serta penghargaan inovasi daerah BATOLU (Bayam Toga dan Bolu) sebagai inovasi paling berkelanjutan pada ajang Innovative Government Award 2024 Kota Probolinggo.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa SMP Negeri 8 Probolinggo tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan karakter, tetapi juga dalam inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan.

Peluncuran Gerakan Sekolah Mengaji dan Gerakan Sekolah Berbagi diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Pendidikan karakter dinilai tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan bersama.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap terbentuk generasi yang religius, peduli sosial, serta memiliki integritas kuat. Dengan fondasi tersebut, generasi muda Kota Probolinggo diharapkan mampu menghadapi tantangan global sekaligus berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!