Reses Masa Sidang II 2026, DPRD Kota Probolinggo Partai Gerindra Ryadlus Sholihin Serap Aspirasi Warga Wonoasih
Probolinggo, Radarpatroli
Di tengah denyut Kota Probolinggo yang terus bergerak, ruang-ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat kembali dibuka. Melalui kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2026, anggota DPRD Kota Probolinggo dari Partai Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) Wonoasih, Ryadlus Sholihin Firdaus, M.Pd, turun langsung menyapa warga, mendengar keluh kesah, sekaligus menampung harapan yang selama ini tersimpan. Sabtu (28/02/2026) Sore.

Kegiatan reses tersebut berlangsung di wilayah Kecamatan Wonoasih dengan dihadiri tokoh masyarakat, petani, pelaku UMK, hingga perwakilan RT dan RW. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan komunikatif. Tidak sekadar forum formal, dialog berjalan dua arah. Warga menyampaikan kebutuhan riil di lapangan, sementara Ryadlus memberikan penjelasan terkait peluang serta program yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
Dalam penyampaiannya, DPRD Kota Probolinggo Partai Gerindra Dapil Wonoasih. Ryadlus Sholihin Firdaus mengungkapkan bahwa reses kali ini menghasilkan sejumlah usulan prioritas. Di antaranya pembangunan portal lingkungan untuk meningkatkan keamanan wilayah, perbaikan serta normalisasi saluran irigasi guna mendukung produktivitas pertanian, serta pavingisasi jalan lingkungan yang dinilai penting untuk menunjang akses dan aktivitas ekonomi warga.
“Alhamdulillah sore ini kita sudah melaksanakan reses masa sidang II tahun 2026 untuk menyerap aspirasi masyarakat. Ada beberapa usulan, seperti pembangunan portal, irigasi terutama untuk pertanian, dan pavingisasi yang sudah disampaikan,” ujar Ryadlus Sholihin.

Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi tersebut akan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku di DPRD Kota Probolinggo. Menurutnya, kebutuhan infrastruktur dasar seperti irigasi dan pavingisasi memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha kecil.
Namun, dalam kesempatan tersebut, Ryadlus Sholihin Firdaus juga memberikan penekanan penting. Ia mengajak masyarakat Wonoasih untuk tidak hanya menjadi penerima program, tetapi turut aktif mengambil peran dalam menyukseskan kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebut sejumlah program strategis seperti MBG (Makan Bergizi Gratis), Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Merah Putih sebagai peluang besar bagi masyarakat untuk terlibat secara langsung.
“Saya mendorong masyarakat agar mengambil peran apapun yang bisa diambil. Kalau di MBG bisa menjadi relawan, silakan. Kalau tidak menjadi relawan, mungkin bisa menjadi supplier. Kalau belum juga, bisa menjadi pegawai dari supplier tersebut. Atau ikut menjadi pengurus Koperasi Merah Putih,” tegasnya.
Ryadlus Sholihin Juga menjelaskan, Koperasi Merah Putih nantinya akan menyerap produk-produk dari pelaku UMK. Artinya, masyarakat yang memiliki usaha kecil dan menengah harus mulai mempersiapkan diri dari sekarang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas produksi.
Ia berharap, hasil reses ini bukan hanya berhenti pada daftar usulan pembangunan fisik, tetapi juga mampu memancing kesadaran kolektif masyarakat untuk menumbuhkan dunia usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Terkait pelaksanaan program MBG di wilayah Wonoasih, Ryadlus menyampaikan bahwa saat ini sudah terdapat satu unit dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang beroperasi. Program tersebut dinilai berjalan cukup baik dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.
Menariknya, sekitar 70 persen relawan yang terlibat dalam operasional dapur berasal dari masyarakat sekitar. Sisanya pun masih berasal dari wilayah Kecamatan Wonoasih, sehingga dampak ekonomi tetap berputar di lingkungan setempat.
“Relawan yang bekerja membantu di dapur SPPG itu sebaiknya memang dari masyarakat sekitar dapur. Tidak jauh-jauh. Dan alhamdulillah sudah berjalan, dampaknya juga sudah terasa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, beberapa warga bahkan mulai menyesuaikan usaha mereka untuk bisa terlibat dalam rantai pasok kebutuhan dapur. Ada yang mulai menyuplai bahan pangan, ada pula yang bersiap menjadi bagian dari distribusi. Hal ini dinilai sebagai efek positif yang mendorong perputaran ekonomi lokal.
Bagi Ryadlus Sholihin Firdaus, reses bukan sekadar agenda rutin yang tercatat dalam kalender legislatif. Ia memandangnya sebagai momentum membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Ketika aspirasi terserap dan peluang terbuka, maka harapan pun tumbuh.
“Harapan saya, hasil reses ini bisa mendorong masyarakat untuk lebih siap dan lebih aktif dalam membangun usaha ke depannya,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, Wonoasih diharapkan tidak hanya berkembang dari sisi infrastruktur, tetapi juga semakin kuat secara ekonomi dan sosial. Dialog telah dibuka, langkah telah dimulai, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci menuju kemajuan bersama.
Penulis : Sayful
Editor : Yuris
