Gerakan SAHABAT ATS 2026, Komitmen Kota Probolinggo Kembalikan Anak Ke Bangku Sekolah

0
WhatsApp Image 2026-03-02 at 19_34_50 (1)
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Sebanyak 66 anak di Kelurahan Jrebeng Lor tercatat dalam kategori Anak Tidak Sekolah (ATS). Data itu menjadi titik awal digelarnya Gerakan Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu Pengentasan Anak Tidak Sekolah (SAHABAT ATS) Tahun 2026 oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Senin (2/3), di Aula Kantor Kelurahan Jrebeng Lor. Program ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kota Probolinggo dalam memastikan tak ada anak yang tertinggal dari hak dasarnya: pendidikan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Probolinggo Aminuddin, didampingi Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari serta Bunda PAUD dr. Evariani. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini menjadi penanda bahwa persoalan ATS bukan sekadar agenda seremonial, melainkan prioritas pembangunan manusia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Siti Romlah, menyampaikan bahwa SAHABAT ATS merupakan gerakan kolaboratif berbasis kelurahan yang dirancang sistematis dan berkelanjutan guna mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Ini merupakan gerakan kolaboratif sebagai upaya sistematis dan berkelanjutan berbasis kelurahan agar mampu menjangkau masyarakat lebih luas,” ujarnya.

Di Jrebeng Lor, puluhan anak tersebut akan menjalani asesmen untuk menentukan langkah lanjutan—apakah kembali ke sekolah formal atau mengikuti pendidikan kesetaraan. Skema serupa juga akan dilaksanakan di seluruh kelurahan se-Kota Probolinggo, menyasar anak-anak yang putus sekolah karena berbagai faktor.

Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa pengentasan ATS menjadi prioritas utama pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota.

“Kegiatan sinkronisasi penanganan ATS memiliki urgensi sangat tinggi untuk menjalankan amanat wajib belajar 13 tahun dengan mengembalikan anak tidak sekolah ke jalur formal maupun nonformal guna meningkatkan APS, RLS, dan HLS serta mendukung kenaikan IPM Kota Probolinggo,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh data akan diintegrasikan dalam basis data by name by address agar intervensi tepat sasaran. Pemerintah juga membuka akses melalui program Kejar Paket A, B, dan C, bahkan dukungan beasiswa hingga perguruan tinggi.

“Kita harus mengidentifikasi penyebab anak tidak sekolah, apakah karena kendala ekonomi, pernikahan dini, disabilitas, atau faktor lainnya. Dari situlah strategi tindak lanjut ditentukan secara cepat dan tepat,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut turut diserahkan bantuan paket sembako dan program Sekolah Berbagi secara simbolis kepada siswa. Hadir pula Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, Kepala BPS Kota Probolinggo, para kepala perangkat daerah, seluruh camat dan lurah, Ketua RW dan RT Kelurahan Jrebeng Lor, wali murid ATS serta relawan ATS.

Melalui gerakan ini, Kota Probolinggo berupaya membangun kesamaan visi bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Sebab di balik setiap anak yang kembali ke sekolah, ada harapan baru yang sedang ditumbuhkan untuk masa depan kota ini.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!