Bupati Probolinggo Kukuhkan Pengurus TJSLP 2026–2028, Perkuat Kolaborasi CSR untuk Pembangunan Daerah

0
IMG-20260305-WA0070
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Komitmen memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui pengukuhan pengurus Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) periode 2026–2028. Forum ini diharapkan mampu menjadi jembatan kolaborasi berbagai perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah secara terarah, transparan dan berkelanjutan.

Pengukuhan pengurus TJSLP tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Probolinggo Mohammad Haris di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (5/3/2026). Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan kata-kata pengukuhan serta penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada Ketua TJSLP Kabupaten Probolinggo Rochman Hidayat dari PT Paiton Operation and Maintenance Indonesia (POMI).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Sjaiful Efendi, Kepala Bapelitbangda Juwono P. Utomo, sejumlah kepala OPD serta Ketua Forum CSR Kabupaten Probolinggo periode 2023–2025 Sugeng Nufindarko.

Dalam struktur kepengurusan TJSLP periode 2026–2028, posisi Ketua dijabat oleh PT Paiton Operation and Maintenance Indonesia, Wakil Ketua oleh PT Sinergi Gula Nusantara – PG Wonolangan, Sekretaris oleh PT PLN Nusantara Power UP Paiton dan Bendahara oleh Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Cabang Kraksaan.

Sementara kelompok kerja diisi oleh sejumlah perusahaan sesuai bidang masing-masing. PT YTL Jawa Power menangani bidang pendidikan, Rumah Sakit Rizani pada bidang kesehatan, PT Transjawa Paspro Jalan Tol pada bidang infrastruktur, Perum Perhutani pada bidang lingkungan hidup, PT Sasa Inti pada bidang sosial budaya serta PT Sinergi Gula Nusantara – PG Gending pada bidang olahraga.

Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Haris menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya yang telah membangun fondasi kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan dunia usaha.

“Alhamdulillah hari ini telah dilantik Ketua TJSLP Kabupaten Probolinggo periode 2026–2028, Pak Rochman beserta seluruh pengurus. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus sebelumnya, Pak Sugeng dan tim yang telah meletakkan fondasi yang sangat baik,” katanya.

Menurut Bupati Haris, forum TJSLP tidak hanya menjadi wadah pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga ruang silaturahmi dan diskusi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam merumuskan program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Saya berharap forum ini menjadi wadah silaturahmi dan diskusi. Tidak hanya bicara tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi dan pembangunan daerah,” jelasnya.

Bupati Haris menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang komunikasi yang luas bagi perusahaan untuk berdiskusi secara langsung maupun melalui forum CSR guna menyelaraskan berbagai program pembangunan daerah dengan kontribusi dunia usaha.

“Teman-teman perusahaan ini adalah mitra pemerintah. Silakan berdiskusi, baik secara langsung dengan saya maupun melalui forum CSR. Saya lebih senang kalau kita sering berdiskusi, karena setiap pertemuan adalah kesempatan untuk belajar,” terangnya.

Lebih lanjut, Bupati Haris menegaskan bahwa program CSR di Kabupaten Probolinggo ke depan akan diarahkan agar lebih terkoordinasi, tepat sasaran serta tidak tumpang tindih dengan program pemerintah daerah. Oleh karena itu sinergi antara program CSR dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun program pemerintah pusat menjadi hal penting.

“Kita ingin CSR ini terarah, tepat sasaran, transparan, akuntabel dan berkelanjutan. Programnya harus sinergi dengan program pemerintah agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga telah menetapkan lima bidang prioritas yang dapat menjadi fokus kontribusi CSR, yakni pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, lingkungan serta pemberdayaan ekonomi lokal.

“Kita arahkan CSR pada lima bidang prioritas, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan seperti beasiswa anak kurang mampu, kesehatan termasuk penanganan stunting, lingkungan seperti pengelolaan sampah hingga pemberdayaan ekonomi lokal melalui penguatan UMKM,” tambahnya.

Sementara itu Ketua TJSLP Kabupaten Probolinggo Rochman Hidayat menegaskan bahwa forum TJSLP akan berupaya memperkuat sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan secara berkelanjutan.

Ia berharap forum TJSLP tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi wadah kolaborasi aktif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Harapannya forum ini tidak hanya berhenti pada seremoni saja, tetapi bisa terus berlanjut dan aktif bersinergi dengan pemerintah daerah, termasuk mendukung visi dan misi pembangunan Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Rochman menambahkan setiap perusahaan yang tergabung dalam forum TJSLP hadir sebagai representasi institusi perusahaan, bukan individu. Dengan demikian setiap program yang dijalankan merupakan bentuk komitmen bersama perusahaan anggota forum.

“Ketika kami berdiri di forum ini, kami hadir sebagai representasi institusi perusahaan, bukan individu. Artinya setiap program yang dijalankan adalah kontribusi bersama forum TJSLP Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Ia menilai program TJSL yang paling bernilai adalah program berbasis *community development* atau pengembangan masyarakat yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“CSR tidak hanya sekadar memberi bantuan sekali selesai. Yang paling penting adalah bagaimana program tersebut mampu memberdayakan masyarakat, meningkatkan ekonomi mereka dan bisa berkelanjutan,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!