Sekda Kabupaten Probolinggo Pimpin Langsung Aksi BPBD Sedot Air Di Sumber Kedawung
Probolinggo, Radarpatroli
Langkah cepat dan responsif kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam menangani persoalan genangan air yang merendam permukiman warga di Dusun Plerenan Desa Sumber Kedawung Kecamatan Leces, Rabu (4/3/2026). Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah mengerahkan personel dan peralatan untuk melakukan penyedotan air secara intensif sebagai upaya percepatan penanganan dampak pascahujan yang menyebabkan air tidak kunjung surut.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Sjaiful Efendi, Kepala Pelaksana BPBD Oemar Sjarief serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan setiap persoalan masyarakat mendapat perhatian dan penanganan langsung di lapangan.
Tidak hanya melakukan monitoring dan evaluasi (monev), Sekda Ugas bersama para kepala OPD juga turun langsung membantu proses pengurangan genangan air dengan alat seadanya. Mereka ikut mengangkat material penyumbat saluran air dan mengarahkan proses penyedotan agar berjalan efektif. Keterlibatan langsung tersebut sekaligus memberikan motivasi bagi petugas di lapangan serta menumbuhkan rasa kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menjelaskan bahwa genangan air terjadi di beberapa titik di wilayah RT 01 RW 10 dengan jumlah 50 kepala keluarga (KK), RT 05 RW 10 sebanyak 57 KK dan RT 06 RW 10 sebanyak 35 KK. Secara keseluruhan, lebih dari 140 kepala keluarga terdampak akibat genangan yang merendam halaman rumah hingga sebagian akses jalan lingkungan.
“Penyedotan air genangan ini dilakukan di Dusun Plerenan Desa Sumber Kedawung Kecamatan Leces. Ada tiga titik terdampak dengan total lebih dari 140 kepala keluarga. Kami mengerahkan empat mesin pompa untuk mempercepat proses pengurangan debit air,” ujarnya.
Menurutnya, genangan terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir serta adanya penyumbatan di sejumlah saluran drainase. Tumpukan sampah dan sedimentasi membuat aliran air tidak lancar sehingga air meluap dan menggenangi permukiman warga. Karena itu, selain penyedotan, BPBD bersama OPD terkait juga melakukan pembersihan saluran air untuk mengembalikan fungsi drainase secara optimal.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di wilayah tersebut. Ia menyebut, persoalan genangan tidak bisa hanya ditangani secara darurat, tetapi perlu langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Hari ini kami monev lokasi genangan air yang tidak surut karena banyak penyumbatan di saluran air. Untuk percepatan, kita bantu penyedotan dengan empat mesin pompa. Diperkirakan sore atau malam selesai selama tidak ada hujan lagi. Ke depan, kita akan lakukan pembenahan saluran air agar lebih maksimal,” katanya.
Pemkab Probolinggo memastikan penanganan dilakukan secara maksimal dengan melibatkan lintas sektor. Koordinasi antar-OPD terus diperkuat, termasuk dengan pemerintah desa setempat, guna memastikan seluruh titik genangan tertangani dengan baik. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat, diharapkan genangan air segera surut dan aktivitas warga kembali normal. Pemkab Probolinggo berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi, terutama saat terjadi kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
