Wali Kota Probolinggo Tegaskan Data Jadi Fondasi Pembangunan Di Pisah Sambut Kepala BPS

0
WhatsApp Image 2026-03-04 at 07_58_13
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Pergantian kepemimpinan di lingkungan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo berlangsung khidmat dan sarat makna di Hotel Bromo View, Selasa (3/3) sore. Momen pisah sambut tersebut tidak sekadar seremoni serah terima jabatan, tetapi juga menjadi refleksi atas peran strategis data dalam mendukung arah pembangunan daerah. Jabatan Kepala BPS Kota Probolinggo resmi diserahterimakan dari Mouna Sri Wahyuni kepada Joko Santoso, membuka lembaran baru penguatan kolaborasi statistik di Kota Probolinggo.

Mouna Sri Wahyuni selanjutnya mendapat amanah sebagai Kepala BPS Kabupaten Jombang setelah lebih dari dua tahun mengabdi di Kota Probolinggo. Sementara Joko Santoso datang dengan pengalaman memimpin BPS Kabupaten Sumenep, membawa bekal kompetensi dan rekam jejak yang diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor di kota ini.

Acara tersebut dihadiri jajaran Forkopimda dan pimpinan instansi vertikal. Hadir dalam kesempatan itu Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Penjabat Sekda Rey Suwigtyo, Kapolresta Probolinggo AKBP Rico Yumasri, Dandim 0820 Letkol Inf Ribut Yudo Apriyantono, Ketua PN Meilina Nawang Wulan, Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani, Plt Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati, Kepala BPS Kabupaten Probolinggo, para camat se-Kota Probolinggo, hingga perwakilan perbankan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan kuatnya dukungan terhadap peran BPS sebagai penyedia data resmi negara.

Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa data kini menjadi instrumen utama dalam merancang kebijakan publik. Ia menyebut, pembangunan yang efektif harus bertumpu pada angka-angka yang akurat, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, penguatan kelembagaan di tingkat nasional di bawah kepemimpinan Presiden **Prabowo Subianto** semakin menegaskan pentingnya data sebagai fondasi pembangunan.

“Program-program di Kota Probolinggo kami susun dengan standar dan acuan yang jelas berdasarkan hasil pemetaan data. Tanpa data yang kuat, arah pembangunan akan sulit terukur dan berisiko tidak tepat sasaran,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemkot Probolinggo telah mendorong penguatan sistem data hingga ke level paling bawah. Validasi dan pemutakhiran data tidak hanya dilakukan di perangkat daerah, tetapi juga melibatkan kelurahan, RT/RW, hingga kader posyandu. Langkah ini dilakukan agar setiap intervensi kebijakan, mulai dari penanganan kemiskinan, stunting, pengangguran hingga perencanaan infrastruktur, benar-benar berbasis kondisi riil masyarakat.

Lebih lanjut, wali kota berharap kepemimpinan baru di BPS Kota Probolinggo mampu menjaga kesinambungan program, meningkatkan kualitas statistik sektoral, serta memperkuat integrasi satu data daerah. “Mari kita manfaatkan data sebagai fondasi dalam mencapai milestone pembangunan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara luas,” pungkasnya.

Dalam suasana haru, Mouna Sri Wahyuni menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang solid selama dirinya bertugas. Ia menilai kolaborasi antara BPS dan Pemerintah Kota Probolinggo berjalan sangat baik, terutama dalam penyediaan data makro ekonomi, sosial dan kependudukan yang menjadi dasar penyusunan berbagai dokumen perencanaan daerah.

Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga profesionalisme dan integritas menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap BPS. “Setiap keputusan dan standar kerja yang kami terapkan semata-mata untuk menjaga marwah BPS agar tetap profesional dan dipercaya publik. Tanpa integritas, data tidak akan memiliki nilai,” ujarnya.

Sementara itu, Joko Santoso dalam sambutan perdananya menegaskan komitmennya untuk melanjutkan fondasi kuat yang telah dibangun. Ia mengapresiasi berbagai capaian BPS Kota Probolinggo, termasuk sinergi aktif dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya.

Ia menyampaikan kesiapan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong inovasi dalam pengelolaan dan diseminasi data. “Kami ingin memastikan setiap angka yang dihasilkan benar-benar memberi manfaat nyata, tidak hanya sebagai laporan statistik, tetapi menjadi referensi utama dalam pengambilan keputusan,” tuturnya.

Joko juga mengajak seluruh jajaran BPS Kota Probolinggo untuk menjaga soliditas tim, mempertahankan ritme kinerja, dan terus adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Transformasi digital, menurutnya, menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan data kepada publik.

Acara pisah sambut tersebut ditutup dengan tausiyah oleh Ustaz Imam Mudzakir dari Baznas Kota Probolinggo yang menambah kekhidmatan suasana. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama hari ke-13 Ramadan 1447H/2026M. Momentum kebersamaan itu semakin mempererat silaturahmi dan memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan data sebagai pijakan utama dalam mewujudkan pembangunan Kota Probolinggo yang terarah, terukur dan berkelanjutan.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!