Camat Wonomerto Monev Dapur SPPG Di Sepuh Gembol Dan Sumberkare, Pastikan Standar Keamanan Pangan Terjaga

0
02bb9f1f-0344-4863-b498-b7dcc0dc1e67
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Upaya menjaga kualitas pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat terus dilakukan oleh pemerintah kecamatan. Salah satunya melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) yang dilakukan Camat Wonomerto bersama tim dari Puskesmas Wonomerto di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Desa Sepuh Gembol  Masih Persiapan Runing dan Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Yang Sudah Berjalan. Selasa (10/03/2026).

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut dihadiri oleh Camat Wonomerto Rasyidhi, S.Sos., MM., Kepala Puskesmas Wonomerto, Koordinator PLKB Kecamatan Wonomerto, Ahli Gizi Puskesmas, petugas keamanan Praja Satpol PP Unit Wonomerto, PIC SPPG Polres 2 Wonomerto Desa Sepuh Gembol Noval, serta Kepala SPPG Sumberkare Mayang Kartikasari Setiawati.

Monitoring ini dilakukan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan kegiatan di dapur SPPG Desa Sepuh Gembol dan Desa Sumberkare, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin muncul dalam proses penerapan keamanan pangan yang baik dan benar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama serta penyusunan rencana tindak lanjut guna meningkatkan kualitas pelayanan.

Dalam kegiatan tersebut, tim monitoring memaparkan hasil pengamatan terkait kondisi dapur, proses penyimpanan bahan makanan, tahapan pengolahan, hingga proses distribusi makanan kepada para penerima manfaat. Secara umum, pelaksanaan kegiatan pengolahan makanan, kebersihan lingkungan dapur, penggunaan peralatan, serta penerapan prinsip keamanan pangan dinilai telah berjalan dengan baik dan sesuai prosedur yang berlaku.

Camat Wonomerto Rasyidhi, S.sos, MM, menyampaikan bahwa kegiatan monev ini merupakan tindak lanjut dari hasil temuan tim Kabupaten sebelumnya. Pihak kecamatan ingin memastikan apakah rekomendasi yang telah disampaikan sebelumnya sudah ditindaklanjuti oleh pengelola dapur SPPG.

“Alhamdulillah hari ini kita memastikan tindak lanjut dari hasil temuan sebelumnya bersama tim Kabupaten. Kita ingin melihat apakah sudah ada perubahan atau belum. Jika belum tentu akan ada teguran kembali. Namun dari hasil pengecekan hari ini sudah ada beberapa perubahan, seperti penempatan tempat sampah yang sudah lebih tertata,” ujar Rasyidhi.

Ia menambahkan bahwa beberapa perbaikan lain masih membutuhkan proses, seperti pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang memerlukan biaya cukup besar. Meski demikian, pihaknya mengapresiasi adanya niat baik dari pengelola dapur untuk terus melakukan perbaikan.

“Menu-menu yang disuguhkan hari ini juga sudah memenuhi standar gizi. Harapannya ke depan kualitas pelayanan ini bisa terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Sumberkare, Mayang Kartikasari Setiawati, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pembinaan dari pihak Kecamatan serta Puskesmas yang telah melakukan monitoring secara langsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kecamatan dan puskesmas yang telah melakukan monitoring lanjutan. Ke depan kami akan memperbaiki SOP agar lebih baik lagi sehingga kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak tetap terjaga,” ungkap Mayang.

Ia berharap dengan adanya monitoring rutin tersebut, pelayanan pemenuhan gizi kepada anak-anak dapat berjalan semakin optimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Wonomerto.

Berdasarkan hasil monitoring, operasional dapur SPPG di kedua lokasi tersebut berjalan tertib dan memenuhi standar keamanan pangan yang baik dan benar. Proses pengolahan makanan, kebersihan peralatan, area dapur, serta pengelolaan bahan makanan juga telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tim monitoring juga tidak menemukan temuan atau permasalahan yang signifikan dalam pelaksanaan kegiatan di dapur SPPG Sepuh Gembol dan Sumberkare. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan dapur serta pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat telah berjalan dengan baik dan optimal.

Meski demikian, dalam sesi diskusi para peserta tetap menekankan pentingnya mempertahankan standar kebersihan, keamanan pangan, serta kedisiplinan dalam menjalankan prosedur operasional dapur agar kualitas pelayanan tetap terjaga secara berkelanjutan.

Penulis : Sayful

    Editor : Yuris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!