Pemkot Probolinggo Perkuat Penanggulangan TBC Lewat Program “TBC Bersahabat”
Probolinggo, Radarpatroli
Sebagai langkah mempercepat eliminasi tuberkulosis (TBC), Pemerintah Kota Probolinggo menggelar kegiatan Akselerasi Komitmen Penanggulangan TBC Menuju Kota Probolinggo Sehat di Puri Manggala Bhakti, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peluncuran program “TBC Bersahabat” (Berantas Stigma, Hadapi Bersama, Sehatkan Rakyat) yang menekankan kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat upaya penanggulangan TBC di Kota Probolinggo.

Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi menyampaikan bahwa Kota Probolinggo terus berupaya mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, seperti rendahnya investigasi kontak, adanya pasien yang belum memulai pengobatan, serta masih ditemukannya kasus putus obat di masyarakat.
Dalam laporannya, dr. Intan memaparkan perkembangan penanganan TBC di Kota Probolinggo. Pada tahun 2024 dilakukan skrining pemeriksaan TBC terhadap 5.989 orang dan ditemukan 954 kasus. Sementara pada tahun 2025 jumlah skrining meningkat menjadi 6.515 orang dengan temuan 788 kasus positif.
Dari jumlah tersebut, tingkat pasien yang menjalani pengobatan juga mengalami peningkatan signifikan, dari 73 persen pada tahun 2024 menjadi 98 persen pada tahun 2025. Hingga 9 Maret 2026, tercatat sebanyak 121 kasus TBC dengan tingkat kepatuhan pengobatan mencapai 97 persen.
Menurut dr. Intan, melalui inovasi TBC Bersahabat, Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo ingin membangun sistem penanggulangan TBC yang lebih humanis serta memperkuat keterlibatan masyarakat dan berbagai pihak.
“Program ini bertujuan untuk mengurangi stigma terhadap pasien TBC sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung upaya eliminasi penyakit tersebut,” jelasnya.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari Tim Percepatan Penanggulangan TBC Kota Probolinggo, para lurah se-Kota Probolinggo, perwakilan Yabisha, pengelola program TBC di puskesmas, serta jajaran Dinas Kesehatan PPKB setempat.
Dalam rangkaian kegiatan juga dilakukan pembacaan pernyataan tekad komitmen bersama yang memuat lima poin akselerasi penanggulangan TBC menuju Kota Probolinggo sehat. Pernyataan tersebut kemudian ditandatangani oleh unsur Forkopimda, camat se-Kota Probolinggo, Kepala Dinas Kesehatan PPKB, serta Direktur RSUD dr. Moh. Saleh dan RSUD Ar-Rozy.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa TBC masih menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus cukup tinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa secara nasional terdapat sekitar satu juta kasus TBC dengan angka kematian mencapai sekitar 125 ribu jiwa setiap tahunnya.
Menurutnya, salah satu faktor yang membuat TBC sulit diberantas adalah masih adanya stigma dan persepsi yang keliru di masyarakat terhadap penderita penyakit tersebut. Pada masa lalu, TBC bahkan kerap dianggap sebagai penyakit kutukan sehingga penderitanya sering mengalami pengucilan secara sosial.
“Padahal TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Namun karena pengobatannya cukup lama, sekitar enam bulan, maka dibutuhkan kedisiplinan serta kepatuhan pasien agar tidak terjadi kekebalan kuman,” ujarnya.
Aminuddin juga menegaskan bahwa komitmen penanggulangan TBC harus diikuti dengan langkah nyata, seperti peningkatan sosialisasi kepada masyarakat serta pelaksanaan skrining kesehatan secara berkala.
Ia juga mendorong seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkot Probolinggo untuk memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan tahunan bagi para pegawai, termasuk pemeriksaan rontgen guna mendeteksi TBC secara dini.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan upaya percepatan penanggulangan TBC dapat berjalan lebih efektif sehingga target eliminasi TBC di Kota Probolinggo pada tahun 2030 dapat tercapai.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
