Antusias Warga Sambut Tradisi Bibibi Bersama Wali Kota Probolinggo

0
IMG-20260317-WA0011
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com –

Tradisi Bibibi kembali mewarnai suasana malam ke-27 Ramadan di Kota Probolinggo. Tradisi berbagi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi momen yang paling dinantikan masyarakat setiap tahun saat bulan suci Ramadan tiba. Salah satu kegiatan Bibibi terlihat berlangsung meriah pada Senin (16/3) sore di Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, tepatnya di RT 05/RW 01.

Ratusan warga tampak berkumpul di sebuah pekarangan rumah warga untuk mengikuti tradisi tersebut. Suasana semakin meriah ketika Aminuddin hadir langsung bersama Ketua TP PKK dr. Evariani. Turut hadir pula Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo beserta sejumlah kepala perangkat daerah, camat, dan lurah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Siti Romlah menjelaskan bahwa Bibibi merupakan tradisi yang telah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBtB) milik Kota Probolinggo. Tradisi ini bahkan sudah ada sejak masa kolonial sekitar tahun 1746.

Menurutnya, tradisi ini terus dilestarikan oleh para maestro budaya hingga kini tanpa pernah terputus. Nama Bibibi sendiri berasal dari kebiasaan kaum ibu yang membagikan berbagai pemberian kepada anak-anak. Dalam Bahasa Madura, ibu sering disebut “bebek” atau “bibi”, sehingga tradisi tersebut akhirnya dikenal dengan nama Bibibi.

Sore itu, suasana Bibibi berlangsung seru dan penuh kegembiraan. Anak-anak hingga orang tua terlihat antusias mengikuti jalannya tradisi yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Kota Probolinggo setiap bulan Ramadan. Berbagai macam pemberian dibagikan kepada warga, mulai dari uang tunai, susu, minuman rasa, kue, makanan ringan hingga sembako seperti mi instan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan tradisi lokal sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

“Tradisi Bibibi menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam menyambut dan memaknai bulan suci Ramadan. Tradisi ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta menjaga kekompakan antarwarga,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan tradisi-tradisi lokal seperti Bibibi sangat penting untuk terus dijaga di tengah perkembangan zaman karena mengandung nilai sosial, budaya, dan religius yang kuat, terutama dalam semangat berbagi kepada sesama.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo akan terus mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang bernilai positif dan mampu memperkuat kebersamaan serta kearifan lokal.

Melalui pelestarian tradisi Bibibi, diharapkan generasi muda dapat terus mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri. Dengan demikian, budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan budaya modern.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Bibibi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul dan merasakan kebersamaan di bulan Ramadan. Tradisi ini sekaligus menjadi salah satu daya tarik budaya masyarakat Kota Probolinggo yang mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan persaudaraan.

Dengan terus digelar setiap malam ke-27 Ramadan, tradisi Bibibi diharapkan mampu memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, serta menjaga kearifan lokal masyarakat Kota Probolinggo dari generasi ke generasi.

Keceriaan juga terlihat dari Nauval, bocah berusia tiga tahun yang ikut mengantre Bibibi bersama warga lainnya. Raut wajahnya tampak bahagia setelah mendapatkan bingkisan.

“Ini tadi tidak mau tidur siang karena ingin ikut Bibibi bersama Pak Wali Kota. Saya suruh tidur dulu tidak mau, malah ikut keliling bersama teman-temannya sejak jam satu siang. Alhamdulillah akhirnya dapat satu tas berisi jajanan dan uang. Terima kasih Bapak Wali Kota, semoga panjang umur bersama keluarga, serta Kota Probolinggo semakin maju dan sejahtera,” ungkap Siti, ibunda Nauval.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!