Jelang Idulfitri, Pemkot Probolinggo Perketat Pengawasan Narkoba Dan Miras Ilegal

0
IMG-20260317-WA0072
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com –

Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas daerah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Hal itu diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanggulangan Konflik Sosial Bulan Maret 2026 yang digelar di Gedung Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo, Selasa (17/3).

Rakor yang dilaksanakan secara luring dan daring ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Komandan Kodim 0820/Probolinggo, perwakilan Kapolres Probolinggo, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo, para asisten Setda, staf ahli wali kota, kepala perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Probolinggo, serta anggota Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial.

Dalam arahannya, pemerintah menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok guna menjaga inflasi tetap terkendali. Masyarakat juga diimbau untuk berbelanja secara bijak tanpa melakukan panic buying, serta memperkuat sinergi antar perangkat daerah agar pasokan tetap aman.

Menjelang arus mudik Lebaran, koordinasi lintas sektor turut diperkuat, khususnya dengan aparat kepolisian dalam mengantisipasi titik rawan kemacetan. Pemerintah bersama Forkopimda juga menyiapkan posko pengamanan di sejumlah titik strategis guna menciptakan rasa aman dan kondusif di tengah masyarakat.

Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat meninggalkan rumah serta tidak menyalakan petasan. Perhatian serius juga diberikan terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba dan peredaran minuman keras ilegal melalui pengawasan intensif dan penegakan hukum tegas. Kondisi overkapasitas Lapas Kelas II B Kota Probolinggo pun menjadi perhatian untuk diantisipasi guna mencegah potensi kerawanan.

Upaya peningkatan keamanan juga dilakukan melalui patroli Satpol PP di tempat-tempat umum, optimalisasi layanan pengaduan darurat 112, serta kesiapan tenaga kesehatan dan ambulans di masing-masing kelurahan guna memudahkan akses pelayanan bagi masyarakat.

Perwakilan Kodim 0820/Probolinggo mengingatkan adanya potensi bahaya petasan dengan berkaca pada kejadian di sejumlah daerah yang menimbulkan korban luka bakar hingga kerugian besar. Wilayah Probolinggo dinilai perlu mendapat perhatian serius terkait potensi tersebut.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Aminuddin menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas bersama. Ia meminta seluruh jajaran untuk segera menindaklanjuti dan meningkatkan pengawasan demi menjaga keamanan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan kepolisian menyampaikan berbagai langkah preventif yang dilakukan, seperti mengaktifkan kegiatan “kopi keliling”, sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menggunakan pengeras suara secara berlebihan, serta imbauan untuk tidak menyalakan petasan. Polisi juga mengantisipasi rumah kosong saat mudik serta menindaklanjuti laporan masyarakat terkait balap liar dan kenakalan remaja, dengan dukungan kehadiran polisi RW di lapangan.

Dari sisi penegakan hukum, perwakilan Kejaksaan Negeri mengusulkan pembaruan Peraturan Daerah terkait minuman keras agar selaras dengan peraturan yang lebih tinggi, termasuk penyesuaian sanksi denda. Selain itu, pemasangan CCTV di sejumlah titik dinilai penting sebagai alat bukti tambahan dalam penanganan kasus kriminalitas.

Menanggapi usulan tersebut, Wali Kota Aminuddin mendorong langkah konkret melalui pemetaan pemasangan CCTV. Ia meminta Dinas Kominfo untuk menyusun peta pemasangan CCTV sebagai upaya pencegahan tindak kriminalitas dan konflik sosial, termasuk kasus pencurian.

Masukan juga disampaikan oleh BPBD terkait potensi cuaca ekstrem meski memasuki musim kemarau. Masyarakat, khususnya di wilayah rawan banjir, diimbau tetap waspada dan memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan saat mudik.

Di sektor kesehatan, RSUD Ar Rozy memastikan kesiapan pelayanan selama libur Lebaran dengan tetap membuka layanan 24 jam. Hal ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Melalui rakor ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap seluruh pihak dapat terus bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban. “Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif demi kenyamanan seluruh masyarakat Kota Probolinggo,” pungkas Wali Kota.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!